Harga Bitcoin Hari Ini Naik 1 Persen, Melesat ke Rp1,16 Miliar

Harga Bitcoin hari ini, Senin (6/4/2026), tercatat mengalami kenaikan sekitar 1,33 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran Rp1,16 miliar, setara US$68.443, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan dinamika pasar derivatif yang berubah cepat.

Data perdagangan terbaru menunjukkan volume spot BTC dalam 24 jam mencapai sekitar US$2,22 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap tinggi meski diliputi ketidakpastian.

Kenaikan harga Bitcoin hari ini terjadi menjelang tenggat penting terkait konflik di Selat Hormuz, yang disebut sebagai salah satu faktor utama yang memicu volatilitas di pasar keuangan global.

Analis GugaOnChain di CryptoQuant menilai bahwa meskipun tekanan eksternal meningkat akibat eskalasi konflik di Iran dan lonjakan harga minyak, data on-chain justru menunjukkan ketahanan pasar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

CDD Bitcoin

Indikator Binary Coin Days Destroyed (CDD) yang digunakan dalam analisis tersebut saat ini berada di level 0,14, jauh di bawah level stres ekstrem sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pemegang jangka panjang tidak melakukan distribusi besar ke bursa, sehingga tekanan jual dari pelaku besar masih relatif terbatas.

“Selama indikator Binary CDD tetap rendah, institusi masih memilih menahan aset dibanding menjual,” ungkap GugaOnChain.

Geopolitik Memanas, Dinamika Pasar Derivatif Bitcoin Berubah

Di sisi lain, kondisi makroekonomi global tetap menjadi faktor penentu arah pergerakan harga Bitcoin hari ini. Lonjakan harga minyak Brent yang sempat mencapai level tertinggi sejak 2008 sebelum terkoreksi, serta meningkatnya aktivitas militer di kawasan Timur Tengah, menciptakan risiko eksternal yang signifikan bagi aset berisiko.

BACA JUGA:  Sinyal Pasar Bitcoin Berubah Saat Kerugian Investor Mulai Menyusut

Meski demikian, pergerakan harga di pasar derivatif menunjukkan adanya perubahan dinamika jangka pendek. Analis Ted menjelaskan bahwa lonjakan harga baru-baru ini dipicu oleh satu candle impulsif yang secara efektif memicu likuidasi besar-besaran posisi short.

short Bitcoin

Peristiwa ini dikenal sebagai short squeeze, di mana trader yang sebelumnya bertaruh pada penurunan harga BTC dipaksa menutup posisi mereka, sehingga mendorong harga naik lebih cepat.

Selain itu, data menunjukkan bahwa open interest mengalami penurunan tajam saat lonjakan tersebut terjadi, yang menandakan banyak posisi ditutup secara paksa. Setelah fase ini, open interest kembali meningkat secara bertahap seiring funding rate yang beralih ke zona positif.

Hal ini mencerminkan bahwa pelaku pasar mulai membuka posisi long dan menunjukkan pergeseran sentimen menjadi lebih bullish dalam jangka pendek.

Namun, kondisi ini juga membawa risiko baru. Masuknya posisi long dalam jumlah besar tanpa dukungan momentum lanjutan berpotensi memicu long squeeze berikutnya, yang dapat menekan harga kembali.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini Naik Tipis, Singgah di Level Rp1,15 Miliar

Zona Likuiditas dan Risiko Penurunan

Sementara itu, analisis dari CryptoReviewing menunjukkan adanya tekanan likuidasi di pasar yang perlu diwaspadai. Disebutkan bahwa Bitcoin sempat turun di bawah level US$67.000 dan memicu likuidasi sekitar US$102 juta.

Meski angka ini tergolong rendah dibandingkan periode sebelumnya, kondisi tersebut tetap menjadi sinyal penting bagi arah pasar selanjutnya.

likuidasi BTC 6 APR

Dalam analisis tersebut, dijelaskan bahwa area US$67.500 hingga US$70.000 menyimpan likuiditas besar yang berpotensi disapu dalam pergerakan naik.

Namun, di sisi bawah, terdapat klaster likuidasi yang lebih besar di kisaran US$63.500 hingga US$66.500, yang dinilai sebagai zona dengan probabilitas lebih tinggi untuk diuji kembali.

Di sisi lain, dari perspektif teknikal, sejumlah indikator mulai menunjukkan sinyal awal perubahan arah yang patut diperhatikan.

analisis indikator BTC 6 APR

Pergerakan harga Bitcoin terlihat berada dalam fase konsolidasi setelah tren penurunan, dengan terbentuknya pola kompresi antara garis tren menurun dan support yang menanjak. Struktur ini sering kali menjadi fase penentuan sebelum terjadinya pergerakan besar berikutnya.

Selain itu, terdapat beberapa zona support kuat yang menjadi area demand, yang hingga saat ini belum ditembus oleh harga. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah dan pembeli masih mampu mempertahankan level penting.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini Amblas 2 Persen, Jatuh ke Rp1,13 Miliar

Indikator MACD juga memperlihatkan sinyal perubahan, di mana histogram mulai bergerak dari zona merah menuju area netral, menandakan bahwa momentum bearish mulai mereda.

Lebih lanjut, garis MACD dan signal line terlihat mulai saling mendekat dan berpotensi membentuk crossover bullish. Kondisi ini sering dianggap sebagai sinyal awal pembalikan arah, meskipun belum menjadi konfirmasi penuh.

Dengan demikian, pasar saat ini berada dalam fase transisi yang krusial, di mana arah selanjutnya sangat bergantung pada kemampuan harga menembus resistance utama.

Jika skenario bullish terkonfirmasi melalui breakout dan crossover yang jelas, maka potensi kenaikan harga akan semakin terbuka. Namun, jika terjadi penolakan di area resistance, maka harga berisiko kembali melemah dan menguji zona support yang lebih rendah.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait