Harga Bitcoin Hari Ini Naik Tipis, Bertahan di Rp1,13 Miliar

Harga Bitcoin hari ini, Sabtu (4/4/2026), tercatat bergerak tipis dan bertahan di kisaran Rp1,13 miliar per koin, setara US$66.846, pada perdagangan terbaru, di tengah perubahan struktur pasar yang semakin didominasi oleh aktivitas derivatif.

Kondisi ini diungkap oleh analis on-chain Carmelo Aleman di CryptoQuant, yang menilai bahwa pasar Bitcoin saat ini berada dalam fase yang lebih rapuh dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru, performa harga BTC dalam jangka pendek relatif terbatas, dengan kenaikan sekitar 0,09 persen dalam empat jam terakhir dan 0,22 persen dalam 24 jam.

Pergerakan yang cenderung datar ini terjadi di tengah menurunnya aktivitas perdagangan spot, yang menjadi salah satu indikator utama partisipasi organik di pasar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

volume spot BTC

Aleman mencatat bahwa volume spot harian Bitcoin turun dari 42.026 BTC pada 17 Maret 2026 menjadi 35.590 BTC pada 2 April 2026, atau melemah sekitar 15,31 persen. Penurunan ini menunjukkan berkurangnya aktivitas jual beli langsung oleh pelaku pasar. Namun, di sisi lain, eksposur di pasar derivatif tidak mengalami penurunan sebesar itu.

“Bitcoin saat ini bergerak dalam lingkungan yang rapuh dan didorong oleh leverage, di mana likuiditas di sisi bawah lebih dekat dan lebih mudah dijangkau dibandingkan target di atas,” ungkap Carmelo Aleman.

BACA JUGA:  Kripto Naik Kelas, JPMorgan Kini Terima BTC dan ETH sebagai Jaminan

Aktivitas Derivatif Mendominasi Pasar Bitcoin 

Dalam periode yang sama, open interest hanya turun dari US$23,33 miliar menjadi US$21,26 milyir, atau sekitar 8,87 persen. Penurunan ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan penurunan volume spot, yang mengindikasikan bahwa minat terhadap posisi derivatif masih relatif tinggi.

Leverage Ratio BTC

Selain itu, Estimated Leverage Ratio meningkat dari 0,2207 menjadi sekitar 0,225, menunjukkan bahwa tingkat penggunaan leverage di pasar semakin tinggi. Kondisi ini diperkuat oleh Funding Rate yang cenderung negatif, mencerminkan dominasi posisi short di pasar perpetual futures.

funding rate BTC

Menurut Aleman, kombinasi ini menandakan adanya perubahan struktural dalam pembentukan harga Bitcoin. Saat ini, pergerakan harga semakin dipengaruhi oleh posisi spekulatif berbasis leverage, dibandingkan dengan aktivitas beli dan jual riil di pasar spot.

Di sisi lain, tekanan pasar juga terlihat dari aktivitas pelaku besar di sektor mining. Salah satu perusahaan tambang Bitcoin terbesar yang tercatat di Nasdaq, Riot Platforms, dilaporkan menjual sekitar 3.778 BTC sepanjang kuartal pertama 2026 dengan nilai sekitar US$289,5 juta.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: BTC, TRX, IOTA, POL, PUMP Lagi Di Titik Penentuan

Riot BTC

Secara keseluruhan, kepemilikan Bitcoin perusahaan tersebut turun menjadi 15.680 BTC. Tidak hanya itu, sejumlah perusahaan tambang publik lainnya juga tercatat telah melepas lebih dari 15.000 BTC dalam periode yang sama, yang turut menambah tekanan pasokan di pasar.

Distribusi likuiditas juga memperlihatkan ketidakseimbangan. Likuiditas di atas harga saat ini memang tersedia dalam jumlah besar, namun posisinya relatif jauh sehingga belum menjadi target jangka pendek.

Sebaliknya, terdapat kluster likuiditas yang padat dan berada dekat di bawah harga, yang meningkatkan potensi pergerakan turun dalam waktu dekat.

Sinyal Teknikal Masih Menjaga Bias Bullish

Di tengah kondisi tersebut, analis teknikal GainMuse melihat bahwa struktur teknikal Bitcoin masih menunjukkan potensi bullish dalam jangka menengah. Ia menilai bahwa volatilitas terbaru, yang sempat mendorong harga ke kisaran US$65.000, sebenarnya merupakan bagian dari pergerakan yang telah “terjadwal” secara teknikal.

analisis Bitcoin 4 APR

Dalam analisisnya, Bitcoin disebut sedang bergerak dalam pola descending triangle besar yang dikombinasikan dengan falling wedge. Saat ini, harga berada di titik krusial, di mana support dari pola multi-bulan bertemu dengan struktur akhir dari wedge tersebut.

BACA JUGA:  Harga XRP Hari Ini Merosot 1 Persen, Terseret ke Level Rp22.500

GainMuse menilai bahwa penurunan harga yang terjadi baru-baru ini merupakan fase shakeout terakhir sebelum potensi pembalikan arah. Selama harga mampu bertahan di zona support US$64.000 hingga US$66.000, struktur makro Bitcoin dinilai masih tetap bullish.

Lebih lanjut, proyeksi teknikal menunjukkan bahwa jika breakout dari pola akumulasi ini berhasil dikonfirmasi, maka target harga selanjutnya dapat mengarah ke kisaran US$108.000.

Meski demikian, dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini yang didominasi leverage dan distribusi likuiditas yang condong ke bawah, harga Bitcoin hari ini masih berpotensi mengalami tekanan jangka pendek.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait