Harga Bitcoin Hari Ini Naik Tipis, Singgah di Level Rp1,15 Miliar

Harga Bitcoin hari ini, Rabu (1/4/2026), tercatat mengalami kenaikan tipis dan bertahan di kisaran Rp1,15 miliar per BTC, setara US$67.770, pada perdagangan terbaru.

Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil di tengah tekanan jual jangka pendek, sekaligus menunjukkan adanya permintaan yang masih mampu menyerap pasokan di level saat ini.

Pada saat artikel ini disusun, performa harga BTC dalam 4 jam terakhir tercatat naik sekitar 0,15 persen, sementara dalam 24 jam terakhir meningkat tipis 0,53 persen. Kenaikan terbatas ini terjadi ketika pasar masih menghadapi dinamika antara aksi jual oleh pelaku besar dan akumulasi oleh institusi.

Di sisi lain, data derivatif dari CoinGlass menunjukkan adanya peningkatan aktivitas perdagangan. Volume transaksi derivatif Bitcoin melonjak 21,92 persen menjadi sekitar US$75,40 miliar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

OI BTC 1 Apr

Namun, open interest justru mengalami penurunan sebesar 3,05 persen ke level US$48,09 miliar, yang mengindikasikan adanya penutupan posisi atau pengurangan eksposur oleh pelaku pasar.

Tekanan Jangka Pendek Bitcoin dan Akumulasi Korporasi

Menurut analis on-chain XWIN Research Japan di CryptoQuant, pasar Bitcoin saat ini menunjukkan dua struktur yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, tekanan jual jangka pendek masih terlihat, terutama dari aktivitas whales di bursa yang tercermin melalui peningkatan Exchange Whale Ratio.

Whale Ratio BTC

Namun di sisi lain, terdapat akumulasi besar oleh perusahaan publik sepanjang kuartal pertama 2026. Data menunjukkan sekitar 62.000 BTC telah dibeli oleh korporasi melalui berbagai skema pendanaan, termasuk penerbitan saham dan utang.

BACA JUGA:  Cardano Rilis Standar Baru, Token Kini Bisa Punya Aturan Sendiri

Strategi ini dinilai menciptakan sumber permintaan yang lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga jangka pendek.

“Bitcoin tidak sekadar lemah, melainkan sedang berada dalam fase transisi dengan tekanan jangka pendek yang berjalan bersamaan dengan permintaan struktural jangka panjang,” ungkap XWIN Research Japan.

Kondisi ini menciptakan pasar yang terfragmentasi, di mana whale mendorong volatilitas melalui aksi jual, sementara korporasi terus menyerap pasokan secara bertahap.

Bitcoin ETF

Di sisi lain, aliran dana dari ETF menunjukkan dinamika yang tidak sepenuhnya solid. XWIN Research Japan mencatat bahwa meskipun ada arus masuk pada produk seperti BlackRock, arus keluar dari Grayscale masih terus terjadi.

Kondisi ini mengindikasikan adanya rotasi dana, bukan masuknya modal baru secara signifikan. Akibatnya, total kepemilikan ETF pada kuartal pertama 2026 cenderung stagnan atau bahkan sedikit menurun.

BACA JUGA:  Begini Cerita Ferry Irwandi tentang 400 Bitcoin Miliknya

Struktur Pasar dan Potensi Penurunan

Sementara itu, analis kripto Lofty menyoroti bahwa pergerakan Bitcoin saat ini memiliki kemiripan dengan pola klasik Livermore speculative chart, yang menggambarkan siklus psikologi pasar mulai dari fase akumulasi hingga penurunan tajam.

pola 100 tahun BTC

Dalam pandangannya, periode 2018 hingga 2023 mencerminkan fase akumulasi oleh pelaku besar, yang kemudian diikuti oleh fase kenaikan harga sejak 2023 hingga 2025. Saat ini, pasar dinilai telah memasuki fase distribusi, yang ditandai dengan meningkatnya volatilitas dan potensi false breakout.

Lofty memperkirakan bahwa pasar Bitcoin berpotensi memasuki fase penurunan tajam atau markdown pada tahun 2026, dengan target harga di kisaran US$30.000. Fase ini disebut sebagai periode bearish yang sebenarnya, yang kemungkinan disertai tekanan jual besar dan likuidasi di pasar.

Bitcoin Tunjukkan Tanda Awal Pembalikan Arah

Di tengah proyeksi tersebut, analis lain, Master Ananda, melihat adanya sinyal teknikal yang lebih positif. Ia mencatat bahwa indikator MACD mingguan Bitcoin telah mencapai titik terendah sepanjang masa dan mulai menunjukkan pembalikan arah.

BACA JUGA:  Wells Fargo Daftarkan Merek Dagang WFUSD, Stablecoin Baru?

MACD BTC

Pergerakan harga BTC pekan ini yang berada di atas pembukaan minggu sebelumnya dinilai sebagai awal yang baik setelah tekanan jual kuat dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, indikator RSI juga menunjukkan pola serupa, yaitu berada di titik bawah dan mulai melengkung naik, membuka ruang untuk kenaikan lebih lanjut.

Menurutnya, kondisi saat ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih ada, namun setiap aksi jual justru diserap oleh pembeli. Fenomena ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh pelaku pasar besar yang memanfaatkan harga di area support.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait