Bitcoin menutup candle mingguan pada Senin (28/9/2026) pukul 07.00 WIB dengan tetap bertahan di kisaran US$84 ribu, membuat zona US$83 ribu–US$86 ribu kembali menjadi pusat perhatian pasar.
Posisi tersebut menjadi penting karena harga Bitcoin hari ini masih berada di sekitar blok pasokan besar yang sebelumnya dipetakan oleh perusahaan analitik on-chain Glassnode.
Berdasarkan data CoinMarketCap saat artikel ini ditulis, BTC diperdagangkan sekitar US$84.700, menguat sekitar 0,9 persen dalam 24 jam. Rentang perdagangan hariannya berada di sekitar US$83.820 hingga US$85.126, sedangkan kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar US$1,7 triliun.
Artinya, Bitcoin sempat kembali menembus US$85 ribu, tetapi belum benar-benar meninggalkan kawasan yang dipenuhi suplai pemegang jangka panjang.
US$84 Ribu–US$85 Ribu Jadi Gerbang Penting Bitcoin
Dalam laporan The Week On-chain edisi 23 September 2026, Glassnode mengidentifikasi konsentrasi pasokan pemegang jangka panjang (LTH) terbesar berada pada kisaran US$84 ribu hingga US$85 ribu.
Ketika laporan tersebut diterbitkan, BTC telah bergerak di atas blok supply itu. Namun, pergerakan harga Bitcoin hari ini yang kembali berada di sekitar US$84 ribuan membuat kawasan tersebut kembali diuji.
Di atasnya, Glassnode menempatkan resistance on-chain utama berikutnya pada mean MVRV price sekitar US$96.700.
Level tersebut diperoleh dari Realized Price Bitcoin yang dikalikan dengan rata-rata MVRV jangka panjang. Menariknya, area yang sama juga mendekati titik impas bagi kelompok investor yang membeli BTC sekitar satu hingga dua tahun sebelumnya.
Sementara itu, True Market Mean yang berada di sekitar US$77 ribu menjadi referensi penting di sisi bawah.
Dengan demikian, kemampuan BTC mempertahankan US$84 ribu menjadi salah satu faktor penting dalam struktur pasar saat ini.
Glassnode menilai bahwa bertahan di atas area tersebut membuat jalur menuju US$96.700 tetap terbuka, sedangkan pelemahan kembali ke bawah US$84 ribu dapat membuat area US$77 ribu kembali relevan.

Pemegang Bitcoin Belum Ramai-ramai Ambil Untung
Hal lain yang mendukung reli terakhir adalah belum munculnya gelombang profit taking sebesar yang terlihat pada puncak-puncak pasar sebelumnya.
Menurut Glassnode, Weekly Net Realized Profit/Loss selama kenaikan terbaru masih hanya sebagian kecil dibandingkan level yang tercatat pada puncak 2024 dan 2025.
Kondisi ini menarik karena hampir seluruh pemegang jangka pendek (STH) telah kembali memegang BTC dalam posisi cuan. Secara teori, kelompok tersebut memiliki insentif lebih besar untuk melepas aset setelah harga pulih.
Namun, realized profit secara agregat masih relatif rendah. Dengan kata lain, potensi tekanan jual memang meningkat, tetapi data yang diamati Glassnode belum menunjukkan distribusi besar oleh pemegang Bitcoin.
Situasi ini membuat penutupan mingguan di area saat ini semakin penting. Bitcoin tidak hanya sedang menghadapi resistance harga, tetapi juga menguji apakah investor yang kembali memperoleh keuntungan memilih bertahan atau mulai melakukan distribusi.
Bitcoin ETF Kembali Menyerap Dana
Dukungan lainnya datang dari pasar Bitcoin ETF spot AS.
Dalam periode lima hari yang dicakup laporan Glassnode, Bitcoin ETF spot AS menerima net inflow sekitar US$1,3 miliar setelah sebelumnya mengalami dua minggu net outflow. Hari terakhir dalam dataset tersebut bahkan menjadi inflow harian terbesar sejak awal Juli.
Aktivitas produk terbesar di sektor tersebut juga masih signifikan. Data resmi iShares Bitcoin Trust ETF milik BlackRock menunjukkan IBIT memiliki net asset sekitar US$67,07 miliar per 25 September 2026, dengan sekitar 1,41 miliar saham beredar.
Kondisi tersebut memberikan konteks tambahan terhadap pergerakan harga Bitcoin hari ini, karena pemulihan terjadi ketika jalur permintaan institusional melalui ETF kembali menunjukkan aktivitas setelah periode arus keluar.

Permintaan korporasi juga belum sepenuhnya berhenti. Dalam filing resmi kepada SEC, Strategy mengungkap pembelian tambahan sebanyak 950 BTC senilai sekitar US$75,7 juta pada periode 14–20 September.
Pembelian tersebut dilakukan pada harga rata-rata US$79.670 per BTC dan membawa total kepemilikan Strategy menjadi 846.000 BTC per 20 September 2026.
Volume Spot Melonjak 121 Persen
Pemulihan Bitcoin kali ini juga berbeda dari sejumlah lonjakan volume yang terjadi sebelumnya.
Glassnode mencatat bahwa volume spot BTC 24 jam di berbagai bursa telah meningkat sekitar 121 persen dari titik rendah Agustus.

Perbedaannya terletak pada arah harga. Empat ekspansi volume sebelumnya sejak akhir 2025 hingga pertengahan 2026 terjadi bersamaan dengan penurunan Bitcoin, sehingga mencerminkan tekanan jual yang besar.
Sebaliknya, ekspansi volume terbaru terjadi bersamaan dengan kenaikan harga.
Namun, pemulihan tersebut belum sepenuhnya membawa aktivitas perdagangan kembali ke level tahun lalu. Rata-rata volume spot tujuh hari masih sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.
Perlu dicatat pula bahwa dataset Glassnode memiliki batas waktu berbeda. Data on-chain harian, ETF dan options berlaku hingga 21 September, volume spot hingga 22 September, sedangkan harga per jam hingga 23 September 2026.
Karena itu, data tersebut lebih tepat digunakan untuk membaca struktur yang mengiringi penutupan mingguan Bitcoin terbaru, bukan sebagai gambaran real-time seluruh kondisi pasar pada hari ini.
Harga Bitcoin Hari Ini, Level US$85.500 Jadi Sorotan
Dari sisi analisis teknikal jangka pendek, analis kripto Batman melihat BTC kembali menekan resistance sekitar US$85.000 hingga US$85.500 pada time frame 4 jam setelah sebelumnya berkonsolidasi di kisaran US$83.500–US$85.000.

Area tersebut kini menjadi titik keputusan karena momentum jangka pendek sudah cukup tinggi. Stochastic RSI pada time frame 4 jam berada di sekitar 100 ketika Bitcoin berhadapan langsung dengan zona supply.
“Rejection di sini dapat membawa harga kembali menuju US$79.500–US$80.000,” ujar Batman.
Meski demikian, kondisi overbought tidak otomatis berarti Bitcoin harus terkoreksi. Jika BTC mampu mencatat penutupan empat jam yang kuat di atas US$85.500 dan mempertahankan level tersebut ketika retest, area US$86.500–US$87.500 menjadi area berikutnya yang perlu diperhatikan.
Keberhasilan melewati area tersebut kemudian dapat membuka pengujian ke sekitar US$90 ribu atau lebih tinggi.
Sebaliknya, kegagalan menembus US$85.000–US$85.500, disusul hilangnya area US$83.500–US$84.000, dapat membawa perhatian pasar kembali menuju US$81 ribu–US$82 ribu. Support berikutnya dalam skenario Batman berada di sekitar US$79.500–US$80 ribu.
Dengan demikian, harga Bitcoin hari ini berada pada pertemuan dua level penting, yakni resistance jangka pendek sekitar US$85.500 pada time frame 4 jam dan blok supply on-chain US$84 ribu–US$85 ribu yang dipetakan Glassnode.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


