Harga Bitcoin Hari Ini Terangkat 1 Persen, Duduk di Rp1,17 Miliar

Harga Bitcoin hari ini, Selasa (7/4/2026), tercatat mengalami penguatan sekitar 1 persen dan berada di kisaran Rp1,17 miliar per BTC, setara US$68.905, di tengah meningkatnya likuiditas global serta sinyal perubahan struktur pasar jangka pendek.

Kenaikan ini terjadi seiring kombinasi faktor makroekonomi, data derivatif, serta perubahan momentum teknikal yang mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Pada saat artikel ini disusun, harga Bitcoin hari ini menunjukkan performa positif dengan kenaikan 1,52 persen dalam 24 jam terakhir dan menguat 4,82 persen dalam sepekan. Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset kripto terbesar tersebut, terutama di tengah dinamika likuiditas global yang kembali berkembang.

Analis on-chain XWIN Research Japan di CryptoQuant mengungkapkan bahwa lonjakan pasokan uang di AS menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pergerakan harga Bitcoin hari ini.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dalam laporan terbarunya, mereka mencatat bahwa pasokan uang telah melampaui US$22,6 triliun, menandai fase ekspansi likuiditas baru di pasar global.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: BTC, TRX, IOTA, POL, PUMP Lagi Di Titik Penentuan

“Ekspansi pasokan uang dan penurunan daya beli menunjukkan adanya inflasi struktural yang terus berkembang,” ungkap XWIN Research Japan.

M2 Bitcoin

Menurut mereka, sejak krisis keuangan 2008, pasokan uang telah meningkat hampir tiga kali lipat, sementara daya beli dolar AS mengalami penurunan sekitar 38 persen.

Kondisi ini memperkuat peran Bitcoin sebagai aset yang berfungsi menyerap kelebihan likuiditas sekaligus sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang.

Lonjakan Derivatif dan Sentimen Pasar Jadi Penentu Arah Bitcoin

Lebih lanjut, harga Bitcoin hari ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor makro, tetapi juga oleh meningkatnya aktivitas di pasar derivatif.

Data dari CoinGlass menunjukkan volume perdagangan derivatif Bitcoin melonjak sekitar 97,27 persen menjadi US$57,44 miliar, sementara open interest naik 5,07 persen ke level US$50,08 miliar. Kenaikan ini mengindikasikan masuknya likuiditas baru dan meningkatnya partisipasi pelaku pasar.

OI BTC 7 april

Di sisi lain, data dari Santiment menunjukkan bahwa sentimen pasar saat ini cenderung optimistis. Secara tidak langsung, tingkat “greed” atau keserakahan investor berada di salah satu level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: BTC, ETH, MNT, TRX, DOGE Masuk Fase Penentuan Arah

ritel Bitcoin fomo

Namun demikian, kondisi ini juga sering kali menjadi sinyal kontrarian, di mana pasar berpotensi bergerak berlawanan dengan ekspektasi mayoritas pelaku.

Dalam konteks tersebut, harga Bitcoin hari ini berada dalam fase yang cukup krusial, di mana kombinasi antara likuiditas tinggi dan sentimen pasar dapat memicu pergerakan lanjutan, baik ke atas maupun ke bawah.

Sinyal Perubahan Tren Mulai Terlihat

Selain faktor fundamental, perubahan juga mulai terlihat dari sisi teknikal. Analisis dari CryptoZ menunjukkan bahwa Bitcoin mulai keluar dari pola penurunan yang telah terbentuk sejak awal tahun. Sebelumnya, setiap kenaikan harga selalu diikuti penolakan di area resistance dan berlanjut ke tren turun.

analisis Bitcoin 7 april

Namun, dalam beberapa hari terakhir, harga Bitcoin hari ini mulai menunjukkan pergerakan yang berbeda. Bitcoin dilaporkan berhasil menembus garis tren turun dan mulai mencetak level harga yang lebih tinggi.

BACA JUGA:  Selat Hormuz Memanas, Bitcoin Terancam Ikut Terguncang

Momentum ini diperkuat oleh indikator RSI yang kembali naik di atas rata-ratanya serta terjadinya bullish crossover pada Stochastic RSI.

Kondisi ini menjadi indikasi awal adanya pergeseran tren dalam jangka pendek. Jika pola ini bertahan, maka pergerakan harga Bitcoin hari ini berpotensi memasuki fase tren naik baru, setidaknya dalam time frame yang lebih rendah.

Meski demikian, XWIN pun mengingatkan bahwa ekspansi likuiditas global saat ini sebagian besar didorong oleh peningkatan utang pemerintah, bukan pertumbuhan kredit yang organik. Hal ini menimbulkan risiko terhadap keberlanjutan pasar serta potensi munculnya tekanan inflasi lanjutan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait