Harga Bitcoin kembali bergerak di area tinggi pada perdagangan awal Oktober 2026, dengan BTC berada di sekitar US$84.286 pada grafik harian.
Aset kripto terbesar itu kembali mendekati area US$87.400, level tertinggi yang tercatat setelah penurunan tajam pada 21 September, sebelum kehilangan sebagian momentum dan bergerak di bawah resistance tersebut.
Pergerakan itu membuat pasar kembali menyoroti kemampuan BTC mempertahankan zona psikologis US$80.000.
Selama beberapa pekan terakhir, Bitcoin telah membangun pemulihan dari area bawah pada Juli dan Agustus, lalu menembus kembali rentang perdagangan yang sebelumnya menjadi penghalang di kisaran US$80.000 hingga US$83.000.
Posisi tersebut kini menjadi area penting yang menentukan apakah tren pemulihan dapat berlanjut menuju resistance yang lebih tinggi.
US$80.000 Jadi Garis Pertahanan Sebelum Harga Bitcoin Bidik US$100.000
Analis kripto Master Ananda menilai struktur jangka pendek Bitcoin masih kuat selama harga Bitcoin bertahan di atas US$80.000. Dalam analisis terbarunya, ia menyebut BTC kembali menguji resistance US$87.400, level yang sebelumnya menjadi puncak setelah tekanan jual besar pada akhir September.

Menurut Ananda, breakout yang sudah terjadi dari rentang sebelumnya membuat area sekitar US$80.000–US$83.000 berpotensi berfungsi sebagai support jika pasar mengalami koreksi. Dengan kata lain, penurunan jangka pendek belum otomatis membatalkan skenario kenaikan selama BTC mampu mempertahankan zona tersebut.
“Jika retracement benar-benar terjadi, Bitcoin akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk membangun kekuatan,” ujar Ananda.
Ia juga menilai kondisi altcoin berkapitalisasi lebih kecil dapat menjadi salah satu indikator tambahan untuk membaca kekuatan pasar secara luas. Menurutnya, tren bullish jangka panjang yang masih terlihat pada banyak aset di jajaran 100 besar mendukung sentimen positif terhadap Bitcoin.
“Ketika Bitcoin tumbuh, altcoin ikut tumbuh. Jika altcoin sedang tumbuh, itu berarti Bitcoin juga bekerja dengan baik di balik layar maupun di depan,” tambahnya.
Pada sisi atas, resistance terdekat tetap berada di sekitar US$87.400. Jika level tersebut berhasil ditembus secara meyakinkan, harga Bitcoin berpotensi mengarah ke zona ekstensi pertama di kisaran US$93.000–US$97.000.
Area berikutnya berada tepat di bawah US$100.000, sementara grafik Ananda juga menampilkan level lanjutan sekitar US$105.456 apabila momentum kenaikan tetap terjaga.
Data AS Guncang Pasar, Reli Bitcoin Belum Sepenuhnya Aman
Volatilitas harga Bitcoin pekan ini juga dipengaruhi rangkaian data ekonomi AS yang mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
XWIN Japan dalam analisis di CryptoQuant mencatat BTC sempat turun ke sekitar US$82.600 pada awal pekan sebelum pulih tajam setelah sejumlah data makro menunjukkan tekanan ekonomi yang lebih lunak.

Inflasi PCE AS dilaporkan lebih rendah dari perkiraan, sementara data JOLTS menunjukkan permintaan tenaga kerja melemah. Pergerakan terbesar kemudian muncul setelah laporan ketenagakerjaan September menunjukkan non-farm payrolls (NFP) hanya bertambah 29.000, jauh di bawah konsensus 90.000.
Tingkat pengangguran naik menjadi 4,2 persen dan pertumbuhan upah juga melambat, sehingga tekanan terhadap The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga berkurang.
Bitcoin merespons data tersebut dengan melonjak ke sekitar US$87.100 sebelum reli kehilangan tenaga dan kembali ke sekitar US$84.700. XWIN menilai reaksi itu menunjukkan bahwa pelemahan ekspektasi kenaikan suku bunga belum cukup menjadi satu-satunya bahan bakar bagi pasar kripto.
“Masalah utamanya sekarang adalah bahwa melemahnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed saja mungkin tidak cukup untuk mempertahankan reli Bitcoin,” tulis XWIN Japan.
Menurut XWIN, arah berikutnya juga akan sangat bergantung pada pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dolar AS, harga minyak, dan risiko inflasi. Rantai pengaruh yang perlu dipantau adalah inflasi, kebijakan The Fed, obligasi, dolar AS, lalu Bitcoin.
Dengan kondisi tersebut, area US$80.000 menjadi garis pertahanan utama dalam skenario bullish jangka pendek. Jika harga Bitcoin tetap bertahan di atas level itu dan mampu menembus US$87.400, ruang menuju US$93.000–US$97.000 dapat kembali terbuka sebelum pasar menguji area mendekati US$100.000.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$80.000 dapat membuat BTC kembali menguji support yang lebih rendah dan memperpanjang fase konsolidasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


