Harga Bitcoin kembali berada di area yang menentukan setelah berhasil bergerak di atas zona resistance lama dan mempertahankan pemulihan ke kisaran US$80.000-an. Pergerakan tersebut membuka peluang kelanjutan tren naik, tetapi pasar masih menghadapi area supply besar sebelum BTC dapat membangun momentum menuju level yang lebih tinggi.
Di tengah kondisi itu, harga Bitcoin masih berhadapan dengan zona teknikal penting di sekitar US$80.321 hingga US$82.739, yang sebelumnya menjadi batas atas rentang perdagangan.
Kemampuan BTC mempertahankan area tersebut dalam penutupan mingguan akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah breakout dapat berkembang menjadi struktur bullish yang lebih kuat atau justru berakhir sebagai penyimpangan sementara.
Harga Bitcoin Sudah Naik Kelas, tapi Jangan FOMO Dulu
Analis kripto LP menilai struktur pasar Bitcoin telah mengalami perubahan setelah BTC berhasil menembus rentang sebelumnya. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat posisi long pada level sekarang menjadi menarik.
Menurut analisisnya, trader justru perlu menunggu pembentukan setup dengan rasio risiko dan potensi imbal hasil yang lebih baik.

LP memetakan dua kemungkinan utama untuk harga Bitcoin. Skenario pertama adalah kenaikan terkini hanya menjadi deviation sebelum BTC menghapus sebagian besar reli dalam beberapa pekan berikutnya dan menyapu previous low di sekitar US$74.000.
Meski begitu, peluang skenario tersebut akan semakin mengecil apabila BTC terus mencatat penutupan mingguan di atas previous range highs.
“Skenario ini menjadi jauh lebih kecil jika candle mingguan mulai ditutup di atas range high sebelumnya,” ujarnya.
Skenario kedua adalah BTC membentuk rentang perdagangan baru di kisaran US$80.000-an dan berkonsolidasi selama beberapa bulan. Setelah fase tersebut selesai, Bitcoin berpotensi melakukan ekspansi berikutnya ke area yang lebih tinggi.
Menurut LP, skenario kedua mulai memperoleh probabilitas lebih besar dan akan semakin menguat apabila penutupan mingguan berikutnya terus bertahan di atas US$82.739.
Grafiknya menunjukkan sejumlah zona hijau sebagai area swing long yang dinilai lebih optimal, terutama jika harga Bitcoin melakukan retest terhadap previous range highs atau sempat turun lalu mendapatkan kembali acceptance di dalam rentang.
LP karena itu tidak menyarankan trader mengejar kenaikan BTC pada posisi sekarang.
“Bagaimanapun, long di sini tidak masuk akal. Lebih baik menunggu entry optimal di zona hijau,” ujar analis tersebut.
Pendekatan long juga dipilih karena LP menilai tren utama telah berubah. Dengan struktur tersebut, posisi short dianggap bergerak melawan tren yang sedang berkembang. Apabila ekspansi bullish berlanjut setelah konsolidasi atau retest, grafik LP menempatkan target minimum swing long di sekitar US$126.199.
On-Chain Mulai Hijau, US$88 Ribu–US$91 Ribu Jadi Ujian Berikutnya
Pandangan hati-hati tersebut turut mendapat dukungan dari gambaran on-chain yang disampaikan XWIN Japan melalui CryptoQuant. Dalam laporannya, Bitcoin disebut telah pulih ke sekitar US$86.000, sementara sejumlah indikator mulai menunjukkan kemungkinan terbentuknya fase bullish baru.
Salah satu sinyal penting datang dari keberhasilan BTC merebut kembali moving average 365 hari di sekitar US$80.500. Level ini sebelumnya berkaitan dengan perubahan siklus besar. Pada saat yang sama, CryptoQuant Bull Score kembali berada di angka 80 setelah memasuki wilayah bullish sejak pertengahan Agustus.
Aktivitas pemegang jangka panjang (LTH) juga menjadi perhatian. Sekitar 539.000 BTC dilepas ketika harga Bitcoin berada di antara US$77.100 dan US$80.200. Namun, pasokan tersebut dapat diserap pasar sebelum BTC melanjutkan pemulihan.
Area supply besar berikutnya kini berada di sekitar US$88.000 hingga US$91.000, sehingga area tersebut berpotensi menjadi ujian berikutnya bagi pembeli.

Meski struktur jangka panjang membaik, kondisi likuiditas belum menunjukkan ekspansi kuat. Pasokan stablecoin ERC-20 turun dari puncak terbarunya menjadi sekitar US$143,6 miliar, mengindikasikan bahwa likuiditas luas di pasar kripto belum memasuki fase risk-on penuh.
XWIN Japan juga menyoroti suku bunga tinggi, peningkatan leverage, serta mendekatnya pemilu paruh waktu AS sebagai faktor yang dapat memperbesar volatilitas. Karena itu, harga Bitcoin masih berpeluang menembus US$90.000, tetapi pullback kembali menuju area bawah US$80.000 juga tetap terbuka.
“Pasar ini jangan dikejar membabi buta, bersiaplah menghadapi breakout ataupun koreksi menuju area US$80.000-an,” ungkap XWIN.
Dengan kondisi tersebut, harga Bitcoin saat ini berada di antara struktur jangka panjang yang semakin bullish dan likuiditas yang belum sepenuhnya mengonfirmasi fase ekspansi besar.
Area US$80.321-US$82.739 tetap menjadi zona teknikal utama untuk memantau kekuatan retest, sementara US$88.000-US$91.000 menjadi hambatan supply berikutnya sebelum BTC memiliki ruang lebih luas untuk melanjutkan kenaikan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


