Harga Bitcoin Ketuk US$82.400 untuk Ketiga Kalinya, Kali Ini Bisa Jebol?

Harga Bitcoin sempat kembali mendekati level US$82.400, setelah aset kripto terbesar itu mempertahankan penguatan dalam beberapa hari terakhir.

Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di sekitar US$81.775, naik 0,70 persen dalam 24 jam dan telah menguat 6,42 persen selama tujuh hari terakhir.

Dalam kerangka waktu yang lebih pendek, Bitcoin mencatat kenaikan 1,18 persen dalam empat jam, menempatkan harga hanya sekitar US$625 di bawah area US$82.400.

Pergerakan tersebut membuat harga Bitcoin kembali berhadapan dengan zona tertinggi yang beberapa kali menahan kenaikan sebelumnya, setelah BTC bangkit dari area pertengahan US$70.000.

Harga Bitcoin Kembali di Depan Gerbang US$82.400

Analis pasar Wealthmanager mencatat BTC kini sedang menguji US$82.400 untuk ketiga kalinya. Level tersebut menjadi batas atas utama dalam struktur harga terkini, sehingga penutupan perdagangan di atas zona itu akan menjadi sinyal teknikal penting bagi kelanjutan tren naik.

“Penutupan bersih di atas US$82.400 membuka [peluang ke] US$85.000–US$86.000, dan juga ke US$88.000 jika momentum terus menguat,” ungkapnya.

Bitcoin analisis 21 sept

Sebaliknya, struktur kenaikan masih memiliki batas bawah yang perlu diperhatikan. Area US$75.500 disebut sebagai level yang mempertahankan struktur bullish saat ini. Selama BTC tidak kehilangan zona tersebut, peluang untuk kembali menekan resistance US$82.400 dinilai masih terbuka.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Ringkasan Berita Kripto Minggu Ini, dari Demam Meme Coin hingga Token Saham

Namun, penurunan di bawah US$75.500 akan mengubah konfigurasi pasar yang terbentuk dalam beberapa pekan terakhir. Dalam skenario tersebut, area sekitar US$67.400 berpotensi kembali menjadi zona retest penting.

Dengan demikian, pergerakan harga Bitcoin saat ini berada di antara dua level kunci, yakni US$82.400 sebagai pemicu kenaikan lanjutan dan US$75.500 sebagai batas pertahanan struktur.

Uji ketiga terhadap resistance juga membuat perhatian pasar tertuju pada apakah permintaan mampu menyerap pasokan di sekitar level tersebut.

Pengujian resistance yang berulang dapat menunjukkan tekanan beli masih bertahan, meski penembusan baru dapat dikonfirmasi apabila BTC mampu mempertahankan perdagangan di atas area itu, bukan hanya menyentuhnya secara harian.

BTC di Meja OTC Makin Langka, Pasokan Terus Terkikis

Di luar pergerakan teknikal, data on-chain turut memperlihatkan perubahan pada sisi pasokan. Analis Darkfost di CryptoQuant melaporkan cadangan Bitcoin yang tersimpan pada alamat-alamat over-the-counter atau OTC desk yang diketahui telah turun ke level terendah dalam periode pengamatan.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bisa Dibanting ke US$66 Ribu, Satu Sinyal Jadi Kuncinya

BTC OTC 21 SEP

Saat ini, sekitar 123.000 BTC tercatat berada di OTC desk. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan September 2021, ketika cadangan pada saluran perdagangan tersebut berada di kisaran 500.000 BTC. Penyusutan itu menunjukkan semakin sedikit Bitcoin yang tersedia melalui transaksi besar di luar bursa terbuka.

Menurut Darkfost, terdapat beberapa kemungkinan di balik penurunan tersebut. Investor dapat memilih menahan Bitcoin lebih lama sehingga tidak banyak memasok BTC melalui transaksi OTC. Perubahan juga dapat berkaitan dengan pola penjualan penambang atau pergeseran preferensi pelaku pasar menuju transaksi langsung di pasar terbuka.

“Cadangan yang menyusut menunjukkan semakin sedikit Bitcoin ditawarkan untuk dijual di luar pasar,” ujar Darkfost.

Jika pasokan melalui OTC desk terus menurun, sebagian permintaan yang sebelumnya dipenuhi melalui transaksi di luar pasar berpotensi berpindah menuju pembelian langsung di bursa. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan permintaan apabila jumlah BTC yang tersedia untuk dijual tidak bertambah dalam kecepatan yang sama.

BACA JUGA:  No Cut-Loss? Mantan Member Akademi Crypto Ungkap Sisi Lain Kelas Timothy Ronald

Bagi pergerakan harga Bitcoin, perubahan cadangan OTC tersebut menjadi data tambahan yang perlu diamati bersamaan dengan respons harga di US$82.400.

Namun, penurunan cadangan OTC tidak dengan sendirinya memastikan terjadinya kenaikan karena arah pasar tetap bergantung pada permintaan aktual, likuiditas dan aktivitas jual-beli di pasar terbuka.

Dengan BTC masih berada di sekitar US$81.775, harga Bitcoin kini hanya berjarak kurang dari satu persen dari resistance utamanya.

Penutupan di atas US$82.400 akan menentukan apakah pengujian ketiga ini berkembang menjadi breakout menuju US$85.000-US$86.000, atau kembali membawa BTC ke dalam rentang konsolidasi yang telah terbentuk sebelumnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait