Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan di tengah meningkatnya optimisme pelaku pasar kripto.
Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$64.029, setara Rp1,15 miliar, naik 2,04 persen dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, volume perdagangan spot mencapai US$3,71 miliar, kapitalisasi pasar menyentuh US$1,28 triliun dan open interest tercatat sebesar US$47,54 miliar, menandakan aktivitas derivatif masih tetap tinggi.
Di tengah pemulihan tersebut, perhatian investor kini tertuju pada peluang berlanjutnya tren kenaikan. Sejumlah indikator teknikal menunjukkan momentum mulai membaik meski pasar masih dibayangi sejumlah risiko.
Kondisi itu memunculkan spekulasi bahwa harga Bitcoin berpotensi melanjutkan reli apabila mampu mempertahankan area support penting dan menembus beberapa level resistance utama dalam waktu dekat.
Satu Breakout Lagi, Harga Bitcoin Berpeluang Reli ke US$100.000
Salah satu pandangan bullish datang dari analis teknikal Don yang menilai struktur pergerakan harga Bitcoin masih terlihat sehat.
Dalam analisis yang dibagikannya, BTC dinilai berhasil mempertahankan area support utama setelah mengalami koreksi yang cukup dalam, kemudian mulai membentuk pola pemulihan melalui rangkaian higher low.

Don menyoroti area US$60.000 hingga US$62.000 sebagai zona pertahanan penting yang sejauh ini masih mampu menjaga struktur pasar tetap positif. Selama level tersebut tidak ditembus ke bawah, peluang pemulihan dinilai masih terbuka.
Selain itu, BTC kini menghadapi garis tren turun yang menjadi penghalang utama bagi kelanjutan kenaikan. Apabila mampu menembus resistance di sekitar US$70.385, momentum bullish diperkirakan akan semakin kuat.
Dalam skenario tersebut, target jangka menengah yang ditampilkan pada grafik berada di kisaran US$100.334, sehingga level psikologis US$100 ribu kembali menjadi sasaran yang realistis apabila konfirmasi breakout berhasil terjadi.
Harapan Bullish Muncul Lagi, Namun Satu Risiko Besar Belum Pergi
Pandangan serupa juga disampaikan analis Niels yang melihat harga Bitcoin masih memiliki peluang mencatat relief rally meski pasar sepanjang pekan ini dipenuhi berbagai sentimen negatif.
Menurutnya, pada grafik harian BTC masih mampu bertahan di atas area support US$62.000, yang hingga kini terus menahan tekanan jual dan menjadi fondasi bagi potensi pemantulan dalam jangka pendek.

Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak di dalam descending channel yang membatasi tren sejak awal tahun. Niels menilai area US$73.162 menjadi level yang sangat penting karena bertepatan dengan retracement Fibonacci 61,8 persen sekaligus berada di dekat batas atas channel.
Ia juga melihat indikator Relative Strength Index (RSI) mulai pulih dari area oversold dan kini bergerak di atas level 50. Kondisi tersebut membuka peluang kenaikan sekitar 10 persen dari posisi saat ini apabila resistance berhasil ditembus.
Meski demikian, Niels belum menganggap tren turun telah benar-benar berakhir. Setelah potensi relief rally tersebut, ia memperkirakan Bitcoin masih berpeluang membentuk titik terendah baru sebelum memasuki fase kenaikan yang lebih kuat.
Oleh sebab itu, area US$62.000 tetap menjadi support krusial yang perlu dipertahankan, sedangkan zona US$73.000 menjadi resistance utama untuk mengubah struktur teknikal menjadi lebih bullish.
Reli Butuh Amunisi Baru, Nasib Bitcoin Kini Ditentukan Pembeli Spot
Sementara itu, analis Ibrahim Cosar di CryptoQuant menyoroti perubahan penting pada indikator Spot Taker Cumulative Volume Delta (CVD) yang digunakan untuk mengukur dominasi pembeli dan penjual di pasar spot Bitcoin.

Menurutnya, tekanan beli spot yang sebelumnya menjadi penopang kenaikan harga Bitcoin mulai melemah dan kini kembali berada di zona netral.
Kondisi tersebut belum menunjukkan bahwa pembeli telah meninggalkan pasar sepenuhnya, tetapi mengindikasikan permintaan spot yang agresif masih belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan harga.
“Bitcoin saat ini sedang mencari arah,” ungkap Ibrahim.
Ia menjelaskan, terdapat dua skenario yang kini perlu diperhatikan investor. Jika indikator Spot Taker CVD kembali berubah ke zona hijau, hal itu akan menandakan permintaan riil di pasar spot kembali menguat sehingga peluang kenaikan harga semakin besar.
Sebaliknya, apabila indikator berubah menjadi merah, tekanan jual diperkirakan akan meningkat dan membuka peluang terbentuknya gelombang penurunan baru.
Menurut Ibrahim, reli yang berkelanjutan seharusnya ditopang oleh permintaan riil di pasar spot, bukan semata-mata oleh penggunaan leverage. Karena itu, ia masih menunggu indikator tersebut kembali menunjukkan dominasi pembeli sebelum menganggap tren kenaikan Bitcoin benar-benar memperoleh fondasi yang kuat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


