Harga Bitcoin Makin Menekan US$87.000, Pola Ini Bisa Picu Lompatan Baru

Harga Bitcoin kembali mendekati area US$87.000 pada awal Oktober 2026 setelah mempertahankan struktur kenaikan yang terbentuk sejak akhir September.

Pergerakan tersebut menempatkan BTC tepat di bawah salah satu resistance penting jangka pendek, sementara aktivitas penarikan Bitcoin dari bursa juga masih menunjukkan arus keluar bersih dalam beberapa hari terakhir.

Pada saat artikel ini disusun, harga Bitcoin bergerak di kisaran US$86.000 dan semakin mendekati zona US$87.000 yang sebelumnya beberapa kali membatasi kenaikan.

Momentum tersebut berlangsung ketika pasar memasuki pekan pertama Oktober, setelah BTC membangun pemulihan dari area sekitar US$75.000–US$76.000 pada pertengahan September dan kemudian kembali bertahan di atas US$80.000.

Harga Bitcoin Tinggal Selangkah dari US$87.000, Breakout Mulai Jadi Taruhan Utama

Analis kripto Batman melihat pergerakan terbaru BTC sedang membentuk pola ascending triangle yang relatif bersih di bawah resistance US$87.000. Pola tersebut terbentuk ketika harga mencetak serangkaian higher low, sementara sisi atasnya tetap tertahan pada resistance horizontal yang sama.

BTC analisis 5 OKT

Struktur semacam ini membuat area US$87.000 menjadi batas penting bagi harga Bitcoin. Selama garis tren naik di bagian bawah pola tetap bertahan, BTC berpeluang terus memberikan tekanan terhadap resistance tersebut.

BACA JUGA:  iPhone 18 Pro dan iPhone Duo untuk Pengguna Kripto, Seberapa Aman Menyimpan Wallet di iPhone Baru?

Analisis Batman juga memperlihatkan harga beberapa kali mendekati area atas pola, tetapi belum menghasilkan penembusan yang terkonfirmasi.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Batman menilai breakout di atas US$87.000 dapat membuka ruang kenaikan menuju sasaran berikutnya.

“Penembusan di atas US$87.000 dapat membuka jalan menuju US$92.000 terlebih dahulu, kemudian target pergerakan terukur di kisaran US$94.000–US$95.000,” ujarnya.

Dengan demikian, US$92.000 menjadi target terdekat apabila harga Bitcoin berhasil keluar dari pola tersebut, sedangkan area US$94.000–US$95.000 menjadi target lanjutan berdasarkan ukuran struktur ascending triangle. Namun, skenario itu tetap bergantung pada kemampuan BTC menembus resistance, bukan sekadar melakukan pengujian kembali.

Di sisi bawah, area sekitar US$84.000–US$85.000 masih menjadi zona yang perlu diperhatikan karena berdekatan dengan garis tren naik yang menopang pola tersebut. Pelemahan di bawah struktur itu dapat mengurangi kekuatan skenario bullish dan membuka ruang koreksi menuju zona yang lebih rendah.

Arus Keluar BTC Menguat, tapi Pasar Derivatif Belum Sepenuhnya Aman

Dari sisi data pasar, analis CoinNiel di CryptoQuant mencatat arus keluar bersih Bitcoin dari bursa masih memberikan sinyal yang relatif mendukung. Berdasarkan snapshot yang dibagikan, terdapat net outflow sebesar 1.071 BTC, sehingga total arus keluar bersih selama periode 28 September hingga 4 Oktober mencapai 6.036 BTC.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Menuju US$90.000? 2 Sinyal Ini Bikin Bull Makin Pede

Bitcoin Exchange netflow

Meski demikian, CoinNiel menekankan bahwa penarikan aset dari bursa tidak secara otomatis berarti investor sedang melakukan pembelian baru. Karena itu, arus keluar tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa kenaikan harga Bitcoin saat ini ditopang oleh tekanan beli yang kuat.

Data derivatif juga menunjukkan aktivitas yang meningkat. Open interest tercatat naik 1,39 persen secara harian menjadi US$25,85 miliar. CoinNiel menilai kenaikan ini perlu diamati bersama pergerakan harga sebelum dapat disimpulkan sebagai peningkatan leverage yang kuat.

Sementara itu, funding rate naik dari 0,00175 persen menjadi 0,00463 persen, tetapi masih berada di bawah rata-rata tujuh harinya sebesar 0,00531 persen. Kondisi tersebut menunjukkan posisi bullish mulai meningkat, tetapi sejauh ini belum terdapat bukti yang cukup kuat bahwa pasar derivatif sudah mengalami overheating.

USDT Mcap

Likuiditas stablecoin juga belum menunjukkan ekspansi besar. Kapitalisasi pasar USDT berbasis ERC-20 mencapai US$87,35 miliar pada 3 Oktober, nyaris tidak berubah dibandingkan sepekan sebelumnya. Angka tersebut hanya mencerminkan USDT yang beredar di jaringan Ethereum, bukan seluruh likuiditas stablecoin di pasar kripto.

BACA JUGA:  Harga PONS Naik Brutal, Uniswap Labs Masuk dan Target US$3 Jadi Sorotan

CoinNiel mempertahankan pandangan netral hingga sedikit positif terhadap kondisi terkini.

“Pandangan saya netral hingga sedikit positif. Arus masuk berulang ke bursa yang disertai kenaikan cepat funding dan open interest akan melemahkan prospek tersebut serta meningkatkan kekhawatiran terhadap volatilitas,” ujarnya.

Kombinasi antara struktur teknikal dan data arus bursa membuat US$87.000 menjadi level yang semakin penting untuk harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Arus keluar dari bursa memberi dukungan awal, tetapi pasar masih membutuhkan konfirmasi tekanan beli dan perkembangan derivatif sebelum kenaikan menuju US$92.000 hingga US$95.000 memperoleh dasar yang lebih kuat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait