Harga Bitcoin Mandek, Veteran Sentil Soal Sinyal Bearish Baru

Analis pasar komoditas veteran, Peter Brandt, memperingatkan potensi pelemahan harga Bitcoin setelah membagikan grafik bernuansa bearish yang menunjukkan bahwa BTC tengah berada pada zona kritis.

Dalam analisis terbarunya, Brandt menilai bahwa Bitcoin yang kini bergerak di kisaran US$88.000–US$92.000 berada pada fase stagnan yang dapat menentukan arah berikutnya.

Ia menyebut bahwa apabila level ini gagal dipertahankan, koreksi lanjutan berpotensi terjadi dan dapat membawa harga Bitcoin menuju titik yang jauh lebih rendah.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Brandt Prediksi Risiko Penurunan Lebih Dalam

Dalam pemaparannya, Brandt menjelaskan bahwa pola grafik yang ia pantau menunjukkan kemungkinan penurunan menuju US$58.000, bahkan hingga kisaran pertengahan US$40.000, jika tekanan jual meningkat.

Menurutnya, pasar sedang berada pada fase di mana investor cenderung mengurangi eksposur risiko, seiring momentum koreksi yang mulai terlihat sejak Oktober.

BACA JUGA:  Bitcoin Merah? Robert Kiyosaki Bilang Ini Justru Fase Penting

Penilaian ini muncul setelah harga Bitcoin jatuh cukup signifikan dari puncaknya di atas US$126.000 pada awal Oktober 2025.

BTC sempat turun sekitar 5 persen pada awal Desember, dipicu arus keluar modal dari aset berisiko serta aksi ambil untung setelah reli panjang sebelumnya. Kondisi ini menempatkan Bitcoin dalam tren pelemahan jangka pendek yang mengundang perhatian para analis teknikal global, termasuk Brandt.

Selain melihat risiko penurunan, Brandt juga menyoroti bagaimana stagnasi yang terjadi saat ini mencerminkan kondisi pasar yang belum menemukan katalis baru.

Ia menyebut bahwa fase sideways yang berkepanjangan sering kali menjadi pertanda bahwa pasar sedang mengumpulkan tenaga sebelum menentukan arah berikutnya, baik melanjutkan tren turun maupun melakukan pemulihan.

Pasar Masih Awasi Zona Kritis Harga Bitcoin

Sementara itu, perkembangan terkini menunjukkan bahwa harga Bitcoin masih berfluktuasi di area yang disebut Brandt sebagai zona pengujian.

BACA JUGA:  Peter Schiff: Bitcoin Bakal Anjlok 84 Persen, Jual BTC Sekarang!

Jika pembeli gagal mempertahankan level US$88.000–US$92.000, tekanan jual berpotensi meningkat, terutama dari pelaku pasar jangka pendek yang kerap bereaksi agresif terhadap pergerakan harga pada level teknikal tertentu.

Namun, meski menggarisbawahi potensi koreksi, Brandt menegaskan bahwa siklus jangka panjang Bitcoin tidak sepenuhnya berubah menjadi negatif. Ia menyampaikan bahwa jika pasar berhasil menemukan titik dasar yang kuat, peluang terjadinya siklus bullish baru tetap terbuka.

Dalam pandangannya, Bitcoin masih dapat mencapai target jangka panjang di rentang US$200.000–US$250.000, meski memerlukan fase konsolidasi yang sehat sebelum menuju level tersebut.

Menutup analisis pasar terbaru, pandangan yang lebih optimis disampaikan oleh analis popular Captain Faibik.

Faibik menyebut bahwa para pembeli Bitcoin masih berjuang untuk merebut kembali level resistance US$ 93.000, yang menurutnya semakin melemah setiap kali diuji ulang.

BACA JUGA:  Bitcoin Masuk Fase Redistribusi, Investor Lama Mulai Jual

Analis tersebut menilai bahwa apabila level tersebut berhasil ditembus dalam waktu dekat, peluang terjadinya breakout besar pada pekan depan terbuka lebar, memungkinkan harga Bitcoin kembali melanjutkan reli bullish yang sebelumnya tertunda.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia