Bitcoin dinilai sedang memasuki fase pematangan siklus pasar setelah sebagian besar keuntungan dari reli sebelumnya berhasil terakumulasi.
Meski demikian, sejumlah analis menilai kondisi tersebut belum menandakan berakhirnya tren bullish, bahkan peluang menuju area US$120.000 masih terbuka apabila beberapa level teknikal penting mampu dipertahankan.
Analis on-chain Crazzyblockk di CryptoQuant menyoroti perubahan struktur profitabilitas pemegang Bitcoin. Berdasarkan data on-chain terbaru, pasar saat ini lebih menunjukkan karakteristik konsolidasi akhir siklus dibandingkan fase ekspansi agresif yang biasanya terjadi pada awal bull market.
Profitabilitas Investor Bitcoin Mulai Melambat
Menurut Crazzyblockk, salah satu sinyal utama berasal dari rasio MVRV pemegang jangka panjang (LTH) terhadap MVRV pemegang jangka pendek (STH) yang masih berada di bawah rata-rata pergerakan 365 harinya dalam periode yang cukup panjang.

Kondisi tersebut secara historis sering muncul ketika pasar memasuki fase konsolidasi atau koreksi berbasis waktu (time correction). Dengan kata lain, sebagian besar keuntungan dari siklus sebelumnya telah berhasil dikumpulkan oleh investor sehingga ruang untuk ekspansi valuasi yang sangat cepat menjadi lebih terbatas.
Selain itu, kesenjangan profitabilitas antara pemegang jangka panjang dan jangka pendek juga mulai menyempit dibandingkan puncak siklus sebelumnya.
Padahal, pada fase euforia pasar yang biasanya muncul menjelang puncak bull market, investor baru umumnya memperoleh keuntungan belum terealisasi dalam jumlah besar sehingga profitabilitas kelompok pemegang jangka pendek melonjak tajam.
“Secara on-chain, Bitcoin tampaknya sedang menjalani koreksi waktu, menyerap keuntungan sebelumnya dan mengurangi ekses spekulatif sambil membangun fondasi untuk pergerakan besar berikutnya,” ujar Crazzyblockk.
Data on-chain menunjukkan rasio MVRV LTH/STH saat ini berada di sekitar 1,7, jauh di bawah rata-rata tahunannya yang mendekati 2,7.
Meski demikian, Crazzyblockk menegaskan belum terdapat tanda-tanda distribusi besar-besaran maupun kapitulasi. Pemegang jangka panjang masih cenderung mempertahankan kepemilikannya, sementara permintaan baru belum cukup kuat untuk memicu repricing yang cepat.
Pola Cup and Handle Buka Peluang ke US$120.000
Di tengah perlambatan momentum profitabilitas tersebut, analisis teknikal dari Bitcoinsensus melihat struktur jangka panjang Bitcoin masih mendukung skenario bullish.

Menurutnya, pola cup and handle pada grafik bulanan tetap valid meskipun harga mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir. Struktur cup disebut terbentuk sepanjang periode 2021 hingga 2024 ketika Bitcoin menyelesaikan fase bear market dan kembali menembus puncak siklus sebelumnya di area US$69.000 hingga US$70.000.
Setelah breakout terjadi, harga tidak langsung melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, Bitcoin memasuki fase konsolidasi yang saat ini dianggap sebagai bagian handle dari pola tersebut.
Bitcoinsensus menilai area US$60.000 hingga US$70.000 kini menjadi support utama yang menentukan validitas pola. Selama harga BTC mampu bertahan di atas zona tersebut, koreksi yang terjadi masih dianggap sebagai bagian dari konsolidasi sehat dan bukan perubahan tren menjadi bearish.
Sementara itu, resistance utama berada di kisaran US$110.000 hingga US$120.000 yang beberapa kali menjadi area puncak pergerakan harga sepanjang 2025 dan 2026. Menurut analis tersebut, konfirmasi bullish yang lebih kuat baru akan muncul apabila Bitcoin berhasil menembus dan menutup candle bulanan di atas zona tersebut.
Karena pola ini terbentuk pada time frame bulanan dan berkembang selama beberapa tahun, Bitcoinsensus menilai potensi pergerakan setelah breakout juga dapat berlangsung dalam skala yang jauh lebih besar dibandingkan pola teknikal pada time frame yang lebih rendah.
Bertahan atau Jatuh, Harga Bitcoin Masuki Area Kritis
Sementara itu, analis teknikal Don menyoroti area US$70.000 hingga US$70.800 sebagai level paling penting bagi Bitcoin dalam jangka pendek.
Menurutnya, zona tersebut bertepatan dengan garis support menurun yang selama ini menjadi acuan koreksi terbaru. Setelah turun dari area puncak sekitar US$82.000 hingga US$83.000, Bitcoin kini sedang menguji support tersebut dan berpotensi memicu reaksi harga yang kuat.

Don menilai peluang pembentukan dasar atau bottom harga masih terbuka selama Bitcoin mampu mempertahankan area US$70.790. Jika support tersebut bertahan, pasar berpotensi kembali menguji resistance di sekitar US$78.260 dan US$83.430 yang sebelumnya menjadi area penolakan harga.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa penembusan support US$70.000 dapat membuka ruang koreksi yang lebih dalam menuju area US$57.100. Meski terdengar negatif, Don justru memandang skenario tersebut sebagai kemungkinan fase pembersihan likuiditas terakhir sebelum tren naik yang lebih besar kembali berlanjut.
Menurutnya, koreksi cepat menuju area tersebut akan lebih sehat bagi pasar dibandingkan konsolidasi berkepanjangan selama berbulan-bulan.
Karena itu, perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada kemampuan Bitcoin dalam mempertahankan support US$70.000, yang dinilai dapat menjadi penentu apakah aset kripto terbesar di dunia itu akan melanjutkan pemulihan atau terlebih dahulu mengalami satu gelombang koreksi tambahan sebelum kembali mengincar area US$100.000 hingga US$120.000.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


