Harga Bitcoin Masuk Fase Bearish Baru? US$50 Ribu Jadi Target Utama!

Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan jual setelah sejumlah analis memperingatkan meningkatnya dominasi posisi short di pasar derivatif.

Pada saat artikel ini disusun, BTC tercatat diperdagangkan di level US$58.541, setara sekitar Rp1,04 miliar. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar ini melemah 2,09 persen, sementara dalam tujuh hari terakhir terkoreksi 6,57 persen.

Penurunan ini memperkuat kekhawatiran bahwa pasar tengah memasuki fase bearish lanjutan dengan target psikologis berikutnya di area US$50.000.

Tekanan ini terjadi di tengah meningkatnya aksi distribusi dari pelaku pasar besar serta melemahnya kemampuan buyer mempertahankan level support penting.

Pergerakan saat ini menjadi sorotan karena struktur pasar menunjukkan pola pelemahan bertahap setelah gagal bertahan di beberapa zona kunci sebelumnya. Sejumlah analis menilai kondisi ini bukan sekadar koreksi normal, melainkan bagian dari pergeseran tren jangka menengah yang lebih luas di pasar kripto global.

Smart Money Kembali Ambil Posisi Short

Analis TheoTrader menilai kondisi teknikal Bitcoin saat ini menunjukkan tekanan bearish yang semakin kuat. Ia menyebut bahwa “smart money” kembali masuk ke posisi short secara agresif, menandakan ekspektasi penurunan lanjutan masih dominan di kalangan pelaku pasar besar.

BACA JUGA:  Robert Kiyosaki: Cash is Trash! Saatnya Pindah ke Bitcoin

Dalam pandangannya, struktur grafik harga Bitcoin tidak menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat dan masih berada dalam kondisi yang “buruk secara struktural.”

BTC analisis 1 jul

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

TheoTrader juga menyoroti bahwa beberapa area supply sebelumnya terus gagal ditembus dengan meyakinkan, sehingga setiap kenaikan harga cenderung dimanfaatkan sebagai peluang jual.

Dengan kondisi tersebut, ia memperkirakan bahwa tekanan terhadap harga Bitcoin masih akan berlanjut hingga area psikologis US$50.000 untuk pijakan baru.

Struktur Pasar Bitcoin Bergeser ke Zona Distribusi

Sementara itu, analis Klondike pada grafik 4 jam melihat adanya pergeseran struktur pasar ke fase bearish setelah gagal mempertahankan support di bawah resistance US$62.550.

Ia menjelaskan bahwa harga Bitcoin saat ini membentuk pola lower high berulang yang mengindikasikan melemahnya kekuatan buyer secara bertahap.

Bitcoin analisis 1 jul

Breakdown terakhir di area sekitar US$58.300 juga memperkuat skenario bahwa pasar sedang berada dalam fase distribusi menuju likuiditas bawah.

BACA JUGA:  Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? 3 Analisis Teknikal Beri Jawabannya

Klondike menyoroti beberapa level penting, di antaranya resistance US$62.550 yang kini berubah menjadi area rejection kuat, serta area US$64.100 yang sebelumnya menjadi zona supply utama.

Di sisi bawah, tembusnya support US$58.900 membuka ruang penurunan lebih dalam menuju area psikologis US$55.700 hingga US$55.300. Dalam skenario ini, harga Bitcoin dipandang masih rentan selama belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas US$62.500.

Ia menegaskan bahwa pergerakan saat ini lebih menyerupai proses liquidity grab ketimbang koreksi biasa, dengan potensi penurunan lanjutan sebelum terjadi reaksi teknikal.

Whale Buang Muatan, Ritel Sibuk Borong

Di sisi lain, data Santiment menunjukkan adanya divergensi perilaku antara investor besar dan ritel.

Dalam laporan terbarunya, whale dan shark dengan kepemilikan 10 hingga 10.000 BTC tercatat mengurangi kepemilikan sebesar 0,37 persen sejak 15 Juni. Sebaliknya, dompet kecil di bawah 0,01 BTC justru menambah akumulasi sebesar 0,51 persen pada periode yang sama.

BACA JUGA:  Harga XRP Baru Pemanasan? Pola Ini Isyaratkan Reli Hebat ke US$130

BTC Wallet 1 jul

Pergerakan ini terjadi saat harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah 21 bulan di sekitar US$58.100. Santiment menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku ritel masih menganggap penurunan sebagai peluang beli, sementara investor besar memilih untuk menahan atau mengurangi eksposur.

Ketidakseimbangan ini dinilai dapat menunda terbentuknya dasar harga yang kuat jika akumulasi dari whale belum kembali muncul.

Dengan kombinasi tekanan teknikal, dominasi short dari smart money, serta distribusi dari holder besar, pasar kini berada dalam fase krusial yang menentukan arah harga Bitcoin berikutnya, apakah melanjutkan pelemahan menuju US$50.000 atau mencoba stabilisasi di atas zona support jangka pendek.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait