Harga Bitcoin Melejit US$78.000 Pasca Kembali Dibukanya Selat Hormuz, Tanda Bullish?

Harga Bitcoin melejit ke level US$78.000 pasca Iran secara resmi membuka kembali jalur pelayaran strategis selat Hormuz, menandai pergeseran sentimen pasar global yang sebelumnya dibayangi ketegangan geopolitik.

Kenaikan ini terjadi di tengah kombinasi meredanya risiko makro dan perubahan struktur pasar kripto yang mulai beralih dari tekanan pasokan ke dorongan permintaan.

open interest BTC 18 apr

Kenaikan harga BTC juga diiringi peningkatan aktivitas pasar. Data derivatif dari CoinGlass menunjukkan volume perdagangan melonjak sekitar 33,32 persen menjadi US$88,54 miliar, sementara open interest naik 9,05 persen ke level US$61,69 miliar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Peningkatan ini mencerminkan bertambahnya partisipasi pelaku pasar serta ekspektasi terhadap kelanjutan tren harga Bitcoin dalam waktu dekat.

Selat Hormuz Dibuka, Risiko Energi Mulai Mereda

Berdasarkan laporan The Guardian pada Jumat (17/4/2026), Iran telah mengumumkan pembukaan kembali selat Hormuz untuk kapal komersial setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata di kawasan. Jalur ini sebelumnya menjadi titik krusial dalam konflik karena perannya sebagai jalur utama distribusi energi global.

Meski dinyatakan telah dibuka, akses ke selat Hormuz belum sepenuhnya bebas. Kapal yang melintas tetap harus memperoleh izin dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), dan hanya jalur tertentu yang dinilai aman yang dapat digunakan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kontrol militer Iran terhadap jalur tersebut masih kuat, sekaligus menandakan situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Di lapangan, sejumlah kapal dilaporkan masih menunda pelayaran sambil menunggu kepastian keamanan. Risiko seperti ranjau laut serta ketegangan militer yang belum sepenuhnya mereda menjadi pertimbangan utama. Kehadiran armada laut AS di kawasan juga menambah kompleksitas, meskipun konflik terbuka telah mereda.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Terkini: BNB, BTC, BGB, TRX, TAO Siap Uji Arah di Zona Krusial

Meski begitu, dampaknya lebih ke arah positif, di mana harga Bitcoin dan emas mulai kembali terdongkrak, sementara harga minyak Brent pun jatuh lebih dari 10 persen, dari sekitar US$99 ke US$88.

Tekanan Penambang Melemah, Struktur Pasar Bergeser

Di sisi lain, analis on-chain di CryptoQuant, XWIN Research Japan, menilai bahwa struktur pasar Bitcoin saat ini sedang mengalami perubahan fundamental.

XWIN mencatat bahwa lebih dari 32.000 BTC telah dijual oleh perusahaan penambang publik di sepanjang kuartal pertama 2026, menjadi arus keluar terbesar dalam sejarah kuartalan.

Namun, XWIN menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah panic selling, melainkan bagian dari tekanan struktural yang muncul pasca-halving 2024.

Penurunan reward blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC, ditambah dengan meningkatnya hash rate, membuat profitabilitas miner tertekan. Dalam kondisi hash price yang berada di bawah titik impas, banyak penambang terpaksa mengalihkan fokus dari akumulasi menjadi menjaga arus kas.

Selain itu, sebagian modal industri juga mulai dialihkan ke sektor lain seperti AI dan high-performance computing (HPC), yang semakin mempercepat distribusi Bitcoin ke pasar.

Data on-chain menunjukkan cadangan BTC milik penambang terus menurun, sementara net position change tetap berada di zona negatif, menandakan distribusi berlangsung secara konsisten dalam beberapa waktu terakhir.

MPI Bitcoin miner

Meski demikian, XWIN menekankan adanya perubahan penting dalam dinamika terbaru. Indikator Miner Position Index (MPI) masih berada di area negatif, tetapi tekanan jual aktual yang diukur melalui Miner Selling Power justru mengalami penurunan tajam.

BACA JUGA:  US$70.000 Bitcoin Bukan Level Biasa, Ini Zona Rahasia Institusi

Ini menunjukkan bahwa meskipun penambang masih menjual, intensitas tekanan jualnya mulai melemah.

“Struktur saat ini menunjukkan dua lapisan, [yakni] tekanan jual struktural di masa lalu, namun tekanan yang mulai melemah di fase sekarang,” ungkap XWIN Research Japan.

Menurut mereka, kondisi ini mengindikasikan bahwa pasokan yang sebelumnya dipaksa masuk ke pasar kemungkinan besar sudah terserap.

Dalam siklus historis Bitcoin, fase seperti ini biasanya menjadi titik transisi dari ekspansi pasokan menuju kelelahan pasokan (supply exhaustion), sebelum akhirnya memasuki fase pertumbuhan yang didorong oleh permintaan.

Sinyal Teknikal Solid, Harga Bitcoin Siap Lanjutkan Reli

Dari sisi teknikal, analis CryptoZ melihat harga Bitcoin masih berada dalam struktur bullish pada time frame harian, dengan potensi lanjutan kenaikan meskipun skenario koreksi jangka pendek tetap terbuka. Ia menilai pergerakan saat ini kemungkinan merupakan bagian dari fase lanjutan tren naik yang lebih besar.

analisis Bitcoin 18 apr

Sementara itu, analis GainMuse memberikan pandangan yang lebih agresif terhadap arah harga Bitcoin. Dalam analisisnya, ia menyebut bahwa Bitcoin telah keluar dari fase kompresi struktural selama berbulan-bulan dan berhasil menembus batas atas struktur makro.

Pergerakan ini dinilai bukan sekadar lonjakan jangka pendek, melainkan sinyal awal dari perubahan siklus pasar yang lebih besar.

analisis BTC 18 april

GainMuse menyoroti terbentuknya pola yang disebut sebagai “Golden Retest,” yaitu kondisi di mana harga kembali menguji area breakout sebelum melanjutkan tren naik. Dalam konteks ini, area US$74.000 hingga US$75.000 kini berfungsi sebagai support baru yang menjadi landasan utama bagi pergerakan berikutnya.

BACA JUGA:  Data Terbaru XRP: Risiko Mulai Terkendali, Cuan Perlahan Naik

Ia menjelaskan bahwa struktur harga saat ini mencerminkan pola klasik pasar dengan tingkat kompresi tinggi yang telah “terlepas.”

Kondisi tersebut diibaratkan seperti pegas yang sebelumnya tertekan kuat, lalu akhirnya memicu ekspansi harga yang lebih agresif. Dalam situasi seperti ini, semakin lama fase kompresi terjadi, semakin besar pula potensi pergerakan pasca breakout.

Lebih lanjut, GainMuse juga menekankan bahwa pergerakan harga Bitcoin saat ini tidak didorong oleh euforia jangka pendek atau fear of missing out (FOMO), melainkan mulai menunjukkan jejak akumulasi yang berkaitan dengan pergerakan institusi. Hal ini terlihat dari cara harga bertahan di area breakout tanpa menunjukkan tekanan jual yang berarti.

Dengan struktur yang telah terbentuk, arah harga Bitcoin ke depan dinilai memiliki peluang untuk melanjutkan tren naik, bahkan membuka jalan menuju level yang lebih tinggi dalam jangka menengah hingga panjang, selama area support baru tetap terjaga.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait