Harga Bitcoin Mendadak Bikin Ulah, Pola Ini Kirim Sinyal ke US$85 Ribu

Harga Bitcoin kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah menembus level psikologis US$80.000 pada awal September 2026.

Pada saat artikel ini disusun, aset kripto terbesar itu bergerak di kisaran US$79.500 setelah sebelumnya mencetak dorongan tajam hingga menembus area US$81.000.

Pergerakan tersebut terjadi setelah Bitcoin menghabiskan sekitar dua pekan dalam fase konsolidasi. Tekanan beli kemudian meningkat pada 3-4 September dan membawa harga keluar dari rentang yang membatasi pergerakannya sejak akhir Agustus.

Kembalinya BTC ke atas US$80.000 membuat perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan aset tersebut mempertahankan momentum di atas level psikologis itu.

Harga Bitcoin Telah Buka Pintu ke US$85 Ribu

Analis kripto Crypto Cove menyoroti terbentuknya pola bullish pennant pada time frame 4 jam Bitcoin. Pola continuation tersebut muncul setelah reli tajam dari kawasan US$69.000-US$70.000, disusul periode konsolidasi ketika pergerakan harga semakin menyempit hingga membentuk dua garis tren yang saling mendekat.

BTC analisis 5 SEP

Berdasarkan grafik yang dibagikan Crypto Cove, harga Bitcoin kemudian menembus batas atas pennant yang berada di sekitar US$79.500-US$80.000. Breakout berlangsung melalui dorongan bullish kuat yang membawa BTC menuju kawasan US$81.500-US$82.000 sebelum harga mengalami koreksi ringan.

BACA JUGA:  Apes Banget! Whale Crypto Ini Dibegal 2 Kali, Rp900 Miliar Lenyap

Crypto Cove memproyeksikan breakout tersebut dapat menjadi pijakan bagi kelanjutan tren naik. Namun, skenario pada grafiknya menunjukkan harga Bitcoin berpotensi terlebih dahulu menguji kembali kawasan US$79.500-US$80.000.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Area resistance itu menjadi penting karena berpeluang berubah fungsi menjadi support pasca breakout.

Jika retest bertahan, BTC diproyeksikan kembali bergerak menuju US$82.000-US$83.000. Setelah kemungkinan konsolidasi atau koreksi berikutnya di sekitar US$81.000-US$82.000, pola tersebut membuka ruang menuju target utama Crypto Cove di US$85.000.

Dengan demikian, kawasan US$79.500-US$80.000 menjadi salah satu level yang perlu diperhatikan dalam skenario tersebut. Kegagalan mempertahankan breakout dan kembalinya harga Bitcoin secara kuat ke bawah US$79.000 berpotensi melemahkan struktur bullish karena meningkatkan risiko false breakout.

Bitcoin dan Emas Makin Mesra, Nasdaq Malah Ditinggal

Di luar struktur teknikal, analis XWIN Japan di CryptoQuant menemukan perubahan pada hubungan Bitcoin dengan emas. Menjelang akhir Agustus 2026, korelasi bergulir 90 hari antara kedua aset tersebut mencapai level tertinggi dalam sekitar enam tahun, sementara hubungan Bitcoin dengan Nasdaq justru melemah.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Makin Agresif, Namun Data Ini Justru Ungkap Ada Anomali

BTC Emas korelasi 5 sep

XWIN Japan mengaitkan perubahan tersebut dengan kembali menguatnya narasi debasement trade. Utang federal AS telah melampaui US$40 triliun, sementara imbal hasil obligasi jangka panjang tetap tinggi dan kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal meningkat.

Kondisi tersebut dinilai mendorong sebagian investor mencari aset langka, termasuk emas dan Bitcoin, sebagai perlindungan terhadap potensi pengikisan nilai mata uang.

“Investor semakin memilih aset langka seperti emas dan Bitcoin sebagai perlindungan dari pelemahan mata uang,” ungkapnya.

Faktor lain yang membedakan siklus kali ini adalah arus dana menuju Bitcoin ETF spot. Menurut XWIN Japan, instrumen tersebut menyediakan sumber permintaan struktural yang belum tersedia pada siklus-siklus Bitcoin sebelumnya dan dapat ikut menopang harga Bitcoin.

Pola serupa pernah terlihat pada akhir 2020 dan akhir 2022. Ketika itu, korelasi Bitcoin dengan emas lebih dahulu meningkat, sebelum kemudian melemah saat BTC memasuki reli yang lebih kuat dan bergerak semakin independen.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Mau Ngamuk? US$100 Ribu Kini Masuk Radar

Meski demikian, XWIN Japan menegaskan tingginya korelasi tidak otomatis membuat Bitcoin secara permanen menjadi “emas digital.” Korelasi antaraset dapat berubah dengan cepat, sedangkan volatilitas BTC masih jauh lebih tinggi dibandingkan emas.

Perhatian berikutnya karena itu tertuju pada kemampuan harga Bitcoin mempertahankan kenaikan apabila reli emas berhenti atau memasuki konsolidasi.

Jika BTC tetap menguat dalam kondisi tersebut, menurut XWIN Japan, permintaan yang awalnya dipicu kebutuhan lindung nilai makro dapat mulai berkembang menjadi permintaan yang lebih spesifik terhadap Bitcoin.

Dalam jangka pendek, kombinasi faktor tersebut membuat harga Bitcoin menghadapi ujian penting di atas US$80.000, sebelum peluang menuju US$85.000 dalam skenario Crypto Cove dapat terkonfirmasi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait