Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah analis teknikal Crypto Patel menilai aset kripto terbesar itu berpotensi mengikuti pola breakout historis yang pernah dibentuk emas.
Jika struktur pergerakan tersebut kembali terulang, Patel memproyeksikan harga Bitcoin dapat menembus US$800.000 pada September 2027, seiring berlanjutnya siklus bullish jangka panjang.
Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$64.819, setara Rp1,16 miliar, naik 1,31 persen dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, volume perdagangan harian tercatat sekitar US$14,58 miliar, turun 43,34 persen, menunjukkan aktivitas transaksi masih lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.
Harga Bitcoin Ikuti Jejak Emas Menuju Reli Besar
Dalam analisisnya, Crypto Patel membandingkan grafik jangka panjang Bitcoin dengan pola yang pernah dibentuk emas sebelum memasuki fase kenaikan tajam. Menurutnya, kedua aset sama-sama membangun tren naik yang sehat, mempertahankan support utama, lalu menembus resistance jangka panjang sebelum memasuki fase akselerasi harga.

Patel menyoroti bahwa Bitcoin telah berhasil mempertahankan area support utama di sekitar US$55.000–US$60.000, yang menjadi fondasi penting setelah fase koreksi sebelumnya. Di sisi lain, kawasan US$140.000–US$150.000 dipandang sebagai resistance jangka panjang yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren bullish.
Apabila breakout tersebut terjadi dengan valid, Patel menilai Bitcoin dapat memasuki fase kenaikan parabola yang menyerupai pergerakan emas setelah berhasil keluar dari pola konsolidasi bertahun-tahun.
“Jika Bitcoin mengulangi struktur breakout historis emas, maka BTC bisa mencapai US$800.000 pada September 2027,” ungkap Crypto Patel.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagian besar investor biasanya baru menyadari besarnya pergerakan setelah reli utama selesai.
“Sebagian besar orang baru akan menyadarinya setelah seluruh kenaikan itu berakhir,” tambahnya.
Meski demikian, proyeksi tersebut tetap bergantung pada kemampuan Bitcoin mempertahankan struktur teknikalnya serta mengonfirmasi breakout di atas resistance utama dalam beberapa kuartal mendatang.
Tekanan Leverage Mereda, Peluang Bullish Masih Terbuka
Sementara itu, analis CoinNiel di CryptoQuant melihat kondisi pasar dari sisi data on-chain dan menyimpulkan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam fase netral hingga sedikit bullish. Penilaian tersebut didasarkan pada mulai meredanya tekanan leverage, sementara tekanan jual jangka pendek masih relatif terbatas.

CoinNiel mencatat arus keluar Bitcoin dari bursa mencapai sekitar 204 BTC, menandai hari kedua berturut-turut terjadi outflow. Namun, total outflow selama dua hari hanya sekitar 225 BTC, sehingga dinilai sebagai sinyal yang konstruktif tetapi belum cukup besar untuk mengonfirmasi fase akumulasi yang kuat.
Di sisi lain, data tujuh hari terakhir masih menunjukkan sekitar 2.196 BTC masuk ke bursa, sedangkan dalam periode 14 hari justru tercatat sekitar 8.197 BTC keluar dari bursa. Menurut CoinNiel, kombinasi tersebut mencerminkan fase penyesuaian likuiditas yang masih bergejolak, bukan tren yang sudah jelas mengarah ke satu sisi.
Indikator pendanaan (funding rate) juga mengalami penurunan menjadi 0,00225, atau merosot sekitar 52,8 persen dibandingkan sehari sebelumnya serta berada di bawah rata-rata tujuh harinya sebesar 0,00520.
Kondisi itu menunjukkan posisi long masih sedikit lebih dominan, tetapi tingkat leverage yang sebelumnya terlalu padat mulai mereda sehingga risiko pasar menjadi lebih sehat.
Selain itu, open interest berada di kisaran US$21,3 miliar, naik tipis 0,24 persen dalam sehari, namun masih lebih rendah dibandingkan level tujuh maupun 14 hari sebelumnya. Hal tersebut mengindikasikan masuknya posisi baru masih terbatas dan belum menunjukkan penggunaan leverage secara agresif.
Berdasarkan keseluruhan indikator tersebut, CoinNiel memperkirakan terdapat sekitar 55 persen peluang bahwa Bitcoin akan bergerak dalam skenario netral hingga sedikit bullish.
Namun, pandangan tersebut dapat berubah apabila arus masuk Bitcoin ke bursa meningkat signifikan atau funding rate dan open interest kembali melonjak secara bersamaan, yang berpotensi menandakan tekanan leverage mulai memanas lagi.
Untuk saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada apakah arus keluar Bitcoin dari bursa akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan, disertai kenaikan open interest yang berlangsung secara bertahap tanpa diikuti lonjakan leverage berlebihan.
Kombinasi itu dinilai dapat menjadi fondasi yang lebih sehat bagi kelanjutan tren harga Bitcoin dalam jangka menengah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


