Harga Bitcoin hari ini kembali menguat ke kisaran US$86.000 setelah sempat tertahan di level yang lebih rendah. Menariknya, kenaikan ini datang bersamaan dengan dua sinyal teknikal yang membuat sentimen bullish semakin kuat.
Bitcoin Balik Bull Mode Setelah 9 Hari
Perubahan pertama terlihat dari indikator Bitcoin Trend Pulse yang dibagikan analis Axel Adler Jr. pada Selasa (22/09/2026). Indikator tersebut kembali masuk bull mode setelah sembilan hari sebelumnya berada dalam kondisi netral.
Perubahan itu semakin menarik karena harga Bitcoin kini diperdagangkan di atas rata-rata 365 hari untuk pertama kalinya sejak 2025 lalu. Level tersebut menjadi salah satu acuan penting untuk membaca tren jangka panjang.
“Harga BTC diperdagangkan di atas rata-rata 365 hari untuk pertama kalinya sejak November 2025. Trend Pulse kembali ke bull mode setelah sembilan hari berada di zona netral,” tulis Axel di X.

Grafik yang dibagikannya memperlihatkan perubahan dari zona netral menuju hijau, bersamaan dengan harga BTC yang melesat ke sekitar US$85.000. Kombinasi tersebut mengindikasikan momentum mulai kembali berpihak pada bull.
Meski demikian, skenarionya belum sepenuhnya aman. Axel menempatkan US$80.500 sebagai support level kunci, sebab penurunan Bitcoin kembali ke US$76.000 hingga US$79.000 dapat membuat breakout terbaru berubah menjadi sinyal palsu.
MA 365 Direbut, Sinyal Bull Market BTC Makin Lengkap
Sinyal kedua datang dari moving average 365 hari yang berhasil direbut. Grafik yang dibagikan Kepala Riset CryptoQuant, Julio Moreno, mencatat MA 365 sekitar US$80.524, sementara harga berada di sekitar US$85.120.
Posisi tersebut membuat harga BTC bukan sekadar menembus rata-rata tahunan, tetapi juga bertahan sekitar 5,7 persen di atasnya. Pada saat bersamaan, MA 200 hari berada jauh lebih rendah, di sekitar US$70.611 dan menjadi konfirmasi bullish.
“Sinyal terakhir untuk konfirmasi bull market Bitcoin adalah harga BTC yang saat ini berada di atas moving average 365 hari,” ujarnya di X, Selasa (22/09/2026).

Grafik juga memperlihatkan candle terbaru ditutup di sekitar US$85.120 dengan kenaikan 4,86 persen. Artinya, perebutan MA 365 terjadi bersamaan dengan dorongan harga yang cukup agresif, bukan sekadar sentuhan tipis.
US$90.000 Sudah di Depan Mata, Tapi Ada Tembok Besar
Dua sinyal itu kemudian bertemu dengan struktur harga yang disoroti analis Jelle. Menurutnya, Bitcoin mencetak breakout kuat pekan ini, tetapi pergerakan menuju rekor baru kemungkinan tidak akan berlangsung dalam satu tarikan lurus.
Area berikutnya yang harus dihadapi berada di US$86.000 hingga US$90.000. Pada grafik Jelle, zona tersebut terlihat sebagai blok resistensi yang menunggu setelah Bitcoin bangkit dari area US$60.000 hingga US$65.000.
“Breakout Bitcoin pekan ini kuat, tetapi itu tidak berarti kita akan menuju ATH baru dalam garis lurus. Area resistensi berikutnya berada di US$86.000 hingga US$90.000. Penurunan adalah kesempatan membeli,” tulis Jelle di X, Selasa (22/09/2026).

Dengan harga BTC yang kini bertahan di kisaran US$85.000 hingga US$86.000, Bitcoin sudah berada sangat dekat dengan zona resistensi tersebut. Jika berhasil ditembus, peluang menuju US$90.000 tentunya akan semakin terbuka.
Namun, skenario itu bisa berubah jika harga kehilangan US$80.500. Area US$76.000 hingga US$79.000 menjadi zona penting, karena Axel menilai penurunan itu dapat membuat breakout terbaru berubah menjadi sinyal palsu.
Untuk saat ini, dua sinyal utama masih mendukung tren bullish: Trend Pulse kembali hijau dan harga yang sudah berada di atas MA 365. Ujian berikutnya tinggal melihat apakah BTC sanggup menaklukkan US$87.000 hingga US$90.000.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


