Harga Bitcoin kembali menunjukkan respons kuat setelah bertahan di area demand yang sebelumnya dipantau analis kripto popular BehDark.
Dalam grafik terbarunya, BTC memantul dari zona hijau di kisaran US$72.400–US$76.185 dan bergerak kembali ke sekitar US$80.000, membuat area US$82.000–US$84.000 menjadi wilayah berikutnya yang patut diperhatikan.

Menurut BehDark, reaksi tersebut berjalan cukup dekat dengan struktur yang telah ia petakan. Harga Bitcoin kini bergerak menuju zona supply merah di sekitar US$82.391–US$84.311, yang dalam proyeksinya menjadi lokasi potensial terbentuknya Wave D.
“Harga bereaksi sempurna terhadap zona hijau dan kemudian melonjak lebih tinggi. Pergerakan ini berpotensi berlanjut menuju zona merah,” ujar BehDark.
US$84 Ribu Jadi Babak Penting, Wave E Masih Membayangi
Meski momentum pemulihan terlihat kuat, skenario BehDark tidak menggambarkan harga Bitcoin akan bergerak naik secara lurus. Setelah menyentuh atau bereaksi dari zona merah, BTC berpotensi memasuki fase koreksi Wave E yang pada grafik diproyeksikan menuju area sekitar US$78.000–US$79.000.
Apabila struktur tersebut terbentuk dan mampu bertahan, analisis BehDark kemudian membuka skenario ekspansi berikutnya menuju kisaran US$87.000–US$88.000. Sebaliknya, US$70.965 menjadi level invalidasi utama dalam struktur yang ia tampilkan.
Menariknya, pergerakan pasar tersebut berlangsung ketika sejumlah perusahaan publik masih mempertahankan eksposur Bitcoin dalam jumlah besar.
Berdasarkan filing 8-K Strive kepada SEC, perusahaan itu membeli 469 BTC sepanjang 8–11 September 2026 dengan harga rata-rata sekitar US$77.954 per BTC, termasuk biaya dan pengeluaran. Transaksi tersebut membawa kepemilikan Strive menjadi 25.000 BTC.

Harga pembelian Strive menarik sebagai konteks karena berada di sekitar area US$78.000 yang muncul dalam skenario koreksi BehDark. Namun, pembelian perusahaan tersebut tidak dengan sendirinya menjadikan area itu sebagai support teknikal bagi harga Bitcoin.
Strategy Tahan Posisi, Eksposur Bitcoin ETF Tetap Jumbo
Di sisi lain, pemain cadangan Bitcoin terbesar, Strategy, justru tidak melakukan pembelian maupun penjualan BTC pada periode 8–13 September. Dalam laporan terbaru Strategy kepada SEC, perusahaan menyatakan tetap memegang sekitar 845.050 BTC, dengan total biaya akuisisi US$63,73 miliar atau rata-rata sekitar US$75.412 per BTC.
Besarnya jalur eksposur institusional juga terlihat pada produk BlackRock. Data resmi iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) menunjukkan nilai aset bersih fund tersebut mencapai sekitar US$59,87 miliar per 17 September 2026, dengan 1,382 miliar saham beredar.
Benchmark Bitcoin yang digunakan produk tersebut tercatat di US$76.513,81 pada tanggal yang sama. Data itu menggambarkan besarnya aset yang telah berada dalam kendaraan investasi Bitcoin, meski angka aset bersih tidak dapat disamakan dengan arus dana masuk harian.
Konteks makro juga berubah pada pekan yang sama. Dalam pernyataan resmi FOMC, The Fed menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen. The Fed menyebut inflasi masih tinggi dan kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung kembalinya inflasi menuju sasaran 2 persen.
Dengan demikian, harga Bitcoin kini berada di antara struktur teknikal penting dan perubahan kondisi eksternal yang cukup besar.
Zona US$82.391–US$84.311 menjadi area berikutnya dalam skenario BehDark, sementara aksi cadangan kripto korporasi, besarnya eksposur melalui IBIT dan kebijakan terbaru The Fed memberi konteks fundamental yang lebih luas bagi pergerakan BTC dalam beberapa hari mendatang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


