Harga Bitcoin Siap Rebound? Sinyal Buy Terkuat Sejak 2022 Terlihat

Harapan akan berakhirnya fase koreksi harga Bitcoin menguat setelah indikator on-chain dan teknikal mulai memberikan sinyal positif. Berdasarkan data historis, kemunculan indikator tersebut kerap bertepatan dengan terbentuknya titik bottom pasar.

Saat ini, BTC masih bertahan di kisaran US$61.000 hingga US$62.000 setelah terkoreksi cukup dalam sejak mencetak rekor harga tertinggi pada Oktober lalu. Meski demikian, sejumlah analis mulai melihat peluang terjadinya rebound.

Bitcoin Tunjukkan Harapan Rebound Lewat Indikator Langka

Data yang dibagikan Axel Adler Jr pada Jumat (03/07/2026) menunjukkan indikator Advanced Net UTXO Supply Ratio memunculkan sinyal beli pertama sejak November 2022. Pada siklus sebelumnya, sinyal ini muncul saat Bitcoin membentuk titik bottom.

Indikator ini mengukur perubahan distribusi kepemilikan BTC melalui pergerakan UTXO. Ketika rasio tersebut memunculkan buy signal, kondisi pasar sering kali menunjukkan fase akumulasi sebelum tren naik yang lebih besar dimulai.

Kondisi tersebut langsung menarik perhatian. Apalagi saat ini harga Bitcoin masih bertahan di kisaran US$61.000 hingga US$62.000, level yang mulai dipandang menarik oleh sebagian investor jangka panjang.

Bitcoin Advanced Net UTXO Supply Ratio - Axel Adler Jr
Bitcoin Advanced Net UTXO Supply Ratio – Axel Adler Jr

Meski begitu, sinyal tersebut belum sepenuhnya menjadi lampu hijau. Ia menegaskan bahwa metrik lain belum mengonfirmasi fase kapitulasi akhir, sehingga peluang munculnya volatilitas tambahan masih terbuka.

BACA JUGA:  Bitcoin Butuh US$1 Triliun Lagi untuk Bull Run Besar? Ini Alasannya

“Namun, hingga saat ini, metrik kedua masih belum mengonfirmasi bahwa final capitulation telah benar-benar terjadi. Lantas, apakah ini benar-benar menjadi titik bottom Bitcoin, atau sinyal tersebut justru muncul terlalu cepat?” tuturnya.

Artinya, indikator utama memang mulai memberikan optimisme. Namun, konfirmasi bahwa pasar benar-benar meninggalkan fase koreksi masih membutuhkan dukungan dari data lain agar keyakinannya semakin kuat.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Tekanan Jual Altcoin Mencapai Titik Ekstrem

Pandangan tersebut semakin menarik setelah data lain menunjukkan perubahan perilaku pasar. Kali ini datang dari indikator 1-year Cumulative Buy/Sell Quote Volume Difference untuk altcoin di luar Bitcoin dan Ethereum.

Kontributor CryptoQuant, IT Tech, mengungkapkan bahwa tekanan jual altcoin telah mencapai level terendah dalam lima tahun terakhir. Bahkan, kondisi tersebut kini tercatat lebih ekstrem dibandingkan yang terjadi pada Juni lalu.

“Selisih kumulatif volume beli dan jual (altcoin di luar Bitcoin dan Ethereum) mencapai level paling ekstrem dalam lima tahun pada Juni. Kini, angkanya bahkan telah turun lebih dalam lagi,” tulisnya di X, Jumat (03/07/2026).

BACA JUGA:  Bitcoin Belum Mati, 3 Indikator Ini Justru Isyaratkan Fase Bottom Besar
1-Year Cumulative Buy and Sell Quote Volume Difference for Altcoins - IT Tech
1-Year Cumulative Buy and Sell Quote Volume Difference for Altcoins – IT Tech

Secara sederhana, angka ini menunjukkan bahwa aksi jual di pasar altcoin berlangsung sangat agresif. Dalam sejarah sebelumnya, kondisi seperti ini sering muncul ketika pelaku pasar mulai kehabisan tenaga untuk terus melepas aset.

Meski begitu, tekanan jual ekstrem bukan berarti harga BTC otomatis langsung berbalik naik. Justru kondisi tersebut lebih sering menjadi pertanda bahwa pasar sedang memasuki fase transisi menuju pembentukan bottom.

Karena itu, data ini menjadi pelengkap dari sinyal buy Bitcoin pada Net UTXO Supply Ratio. Keduanya sama-sama mengarah pada potensi terbentuknya area bottom, meskipun validasi akhirnya masih menunggu konfirmasi tambahan.

Indikator Dorito dan RSI Beri Harapan Baru Bagi BTC

Optimisme semakin bertambah setelah indikator teknikal yang dikenal sebagai Dorito Indicator memberikan sinyal. Indikator ini memang sangat jarang aktif, tetapi historinya cukup menarik perhatian.

Berdasarkan grafik yang dibagikan analis Jelle, setiap kali Dorito Indicator memunculkan sinyal, titik bottom Bitcoin umumnya sudah sangat dekat atau bahkan telah terbentuk sebelum reli berikutnya dimulai.

BACA JUGA:  Bitcoin Bidik US$67.300, Data Makro dan Grafik Kompak Bullish

“Indikator Dorito telah memberikan sinyal. Sinyal kuat ini memang sangat jarang muncul, tetapi setiap kali muncul, titik bottom biasanya sudah sangat dekat atau bahkan telah terbentuk,” tuturnya di X, Jumat (03/07/2026).

Sinyal tersebut diperkuat oleh terbentuknya bullish divergence pada Relative Strength Index (RSI) timeframe mingguan. Divergensi ini mengindikasikan momentum pelemahan harga mulai berkurang meski tekanan jual masih terlihat.

Bitcoin Dorito Indicator dan RSI - Jelle
Bitcoin Dorito Indicator dan RSI – Jelle

Jika seluruh indikator tersebut dibaca secara bersamaan, arahnya mulai terlihat. Sinyal akumulasi semakin banyak bermunculan, tekanan jual mulai mereda, dan peluang harga BTC membentuk titik bottom pun kian terbuka.

Meski demikian, belum adanya konfirmasi final capitulation membuat investor tetap perlu waspada. Potensi rebound menguat, tetapi awal tren bullish baru masih menunggu validasi dari pergerakan harga Bitcoin berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait