Harga Bitcoin kembali menunjukkan upaya memperkuat momentum pada awal September 2026, setelah pergerakannya membentuk pola teknikal bullish yang membuka peluang kenaikan menuju US$84.047.
Skenario tersebut bergantung pada kemampuan BTC mengonfirmasi breakout dari pola bullish pennant dan mempertahankan area yang baru ditembus sebagai pijakan untuk melanjutkan reli.
Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$78.618, setara Rp1,39 miliar, menguat 0,85 persen dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, BTC masih mencatat penurunan 1,49 persen selama tujuh hari.
Aktivitas perdagangan meningkat cukup tajam, dengan volume transaksi 24 jam mencapai US$29,16 miliar, naik 41,91 persen. Peningkatan volume tersebut berlangsung ketika BTC masih bergerak di sekitar zona konsolidasi yang telah menahan pergerakan harga selama beberapa hari terakhir.
Satu Gerakan Lagi, Harga Bitcoin Bisa Tinggalkan US$78 Ribu
Analis kripto Klondike menyoroti terbentuknya pola bullish pennant pada pair BTC/USDT. Struktur tersebut muncul setelah reli kuat membawa Bitcoin dari sekitar US$63.000 menuju area US$81.000, kemudian diikuti konsolidasi dengan rentang pergerakan yang semakin menyempit.

Dalam grafik yang dibagikan Klondike, garis resistance menurun dari area puncak sekitar US$81.000 bertemu dengan support yang relatif datar di kisaran US$76.800-US$77.000. Pergerakan itu menghasilkan pola pennant yang umumnya dipantau pelaku pasar sebagai struktur kelanjutan tren apabila breakout terjadi searah dengan pergerakan sebelumnya.
Zona US$78.500-US$79.500 kini menjadi area penting. Kemampuan BTC menembus sekaligus bertahan di atas rentang tersebut dapat memberikan konfirmasi lebih kuat bahwa buyer mulai mengambil kembali kendali setelah fase konsolidasi.
Jika breakout terkonfirmasi, harga Bitcoin terlebih dahulu berpotensi menghadapi hambatan di sekitar US$81.000, yang merupakan swing high sebelumnya. Penembusan area itu selanjutnya dapat membuka ruang menuju target yang diproyeksikan Klondike di US$84.047.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan breakout dapat membawa BTC kembali memasuki pola pennant. Area US$76.800-US$77.000 menjadi support penting dalam skenario tersebut karena penurunan di bawahnya berpotensi membatalkan struktur bullish yang sedang dibangun.
Dengan demikian, arah berikutnya tidak hanya ditentukan oleh penembusan resistance, tetapi juga kemampuan harga Bitcoin mengubah area breakout menjadi support ketika terjadi retest.
Di Binance, Skenario Buruk Justru Sedang Disusun
Di tengah peluang kenaikan tersebut, data on-chain justru memperlihatkan risiko yang berlawanan.
Analis GugaOnChain di CryptoQuant menilai Bitcoin masih terjebak dalam konsolidasi selama sekitar 10 hari di rentang US$77.000-US$80.000, kondisi yang menurutnya dapat menciptakan kesan stabilitas ketika tekanan likuiditas sedang terbentuk di balik pasar.

Data indikator BTC: FEI Downside Alpha yang dikutip GugaOnChain menunjukkan adanya deposit besar sebanyak 6.246 BTC ke bursa. Pada saat bersamaan, indikator Binance Whale Concentration melonjak hingga 82,31 persen, mengindikasikan konsentrasi aktivitas whale yang tinggi di Binance.
“Konsentrasi whale dan leverage ekstrem meningkatkan risiko long squeeze Bitcoin yang tajam,” ungkapnya.
Risiko tersebut diperbesar oleh dominasi pasar derivatif. Menurut data yang dipaparkannya, futures menguasai 86,38 persen aktivitas pasar dan mencapai 89,74 persen di Binance. Sementara itu, Taker Buy/Sell Ratio (TBSR) harian berada di 1,0063, menunjukkan aktivitas retail yang relatif netral.
GugaOnChain juga menyoroti minimnya dukungan pembelian dari pasar spot AS. Coinbase Premium tercatat minus 0,0217, sedangkan indikator FEI berada di atas 99 persen. Kombinasi tersebut membuat support sekitar US$78.800 dinilai rentan apabila posisi leverage mulai terlikuidasi secara beruntun.
Dalam skenario bearish tersebut, harga Bitcoin berisiko mengalami long squeeze yang dapat mendorong BTC mencari area Short-Term Holder Realized Price sekitar US$70.000.
itu membuat pasar menghadapi dua skenario yang kontras, yakni breakout teknikal dapat membuka jalan menuju US$84.047, sedangkan tekanan whale dan leverage tinggi berpotensi menggagalkan kenaikan dan memicu koreksi lebih dalam.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


