Harga Bitcoin Sudah Dekati Bottom? Data Ini Justru Beri Peringatan Keras

Harga Bitcoin (BTC) mulai memperlihatkan karakteristik yang secara historis berkaitan dengan pembentukan dasar siklus atau macro bottom.

Namun, data on-chain terbaru justru menunjukkan tekanan terhadap investor jangka panjang belum mencapai tingkat ekstrem seperti yang terjadi pada dasar pasar sebelumnya, sehingga risiko penurunan lanjutan masih terbuka.

Analisis Moreno di CryptoQuant menunjukkan Adjusted Net Unrealized Profit/Loss (aNUPL) kelompok pemegang jangka panjang (LTH) telah bergerak ke wilayah negatif ketika Bitcoin diperdagangkan sekitar 50 persen di bawah puncak siklusnya.

Perkembangan ini menunjukkan kerugian belum terealisasi tidak lagi terkonsentrasi pada pelaku spekulatif, tetapi telah menjalar kepada pemegang jangka panjang yang umumnya lebih tahan menghadapi volatilitas pasar.

Sinyal Bottom Muncul, tetapi Kapitulasi Bitcoin Belum Selesai

Menurut Moreno, pola tersebut memiliki kemiripan dengan fase pembentukan dasar pada siklus-siklus Bitcoin sebelumnya. Pada setiap cycle bottom utamaa, kelompok LTH tercatat menanggung kerugian belum terealisasi yang lebih besar dibandingkan pasar secara keseluruhan.

Kondisi serupa mulai terlihat saat ini setelah LTH aNUPL turun di bawah rata-rata pasar dan memasuki zona negatif.

BTC aNUPL 13 ags

Perubahan itu menjadi sinyal penting karena kelompok LTH biasanya dikaitkan dengan investor yang memiliki keyakinan lebih kuat dan sensitivitas lebih rendah terhadap gejolak harga jangka pendek.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Ketika kelompok tersebut mulai mengalami tekanan besar, koreksi yang terjadi tidak lagi sekadar menguji investor spekulatif, tetapi sudah menekan modal jangka panjang.

BACA JUGA:  Tokoh DeFi dan Investor Kripto Ternama Tewas Misterius Usai Jatuh dari Lantai 30

Meski demikian, Moreno belum melihat kondisi saat ini sebagai konfirmasi bahwa harga Bitcoin telah mencetak titik terendah akhir. Pada macro bottom sebelumnya, LTH aNUPL bergerak jauh lebih dalam dan bertahan lebih lama di wilayah negatif.

Kerugian saat ini telah meningkat, tetapi indikator tersebut belum mencapai fase “depression” yang menggambarkan kapitulasi ekstrem.

“Bitcoin menunjukkan ciri macro bottom, tetapi kapitulasi penuh masih belum terjadi sekarang,” ungkapnya.

Dengan demikian, setidaknya terdapat dua skenario yang dapat berkembang. Harga Bitcoin masih berpotensi mengalami satu gelombang kapitulasi tambahan yang membawa kerugian LTH mendekati level ekstrem historis.

Sebaliknya, dasar siklus kali ini dapat terbentuk dengan tekanan lebih ringan apabila permintaan institusional dan struktur pemegang jangka panjang yang lebih kuat mampu menyerap pasokan lebih awal.

Moreno menilai perkembangan LTH aNUPL berikutnya akan menjadi petunjuk penting. Penurunan indikator lebih dalam yang terjadi bersamaan dengan pelemahan harga Bitcoin dan realisasi kerugian akan semakin menyerupai pola kapitulasi klasik.

Sebaliknya, pemulihan LTH aNUPL menuju nol ketika BTC mampu membentuk dan mempertahankan higher low dapat mengindikasikan tekanan terhadap pemegang jangka panjang telah mencapai puncaknya.

Harga Bitcoin Bisa Memantul ke US$70 Ribu, tapi Justru di Sini Jebakannya

Sementara indikator on-chain memperlihatkan proses pembentukan bottom, analisis teknikal Niels melihat BTC sedang memasuki fase konsolidasi dengan volatilitas yang semakin menyempit setelah penurunan besar dari puncak siklus. Pada grafik mingguan, harga Bitcoin berada di sekitar US$63.781, sangat dekat dengan SMA200 di US$64.002.

BACA JUGA:  Harga XRP Jatuh Dekati US$1, Zona Ini Jadi Sorotan Utama

BTC analisis Niels 13 AGS

Namun, BTC masih berada di bawah EMA200 sekitar US$68.141 dan Weekly Bull Market Support Band pada kisaran US$68.876–US$69.146. Posisi tersebut membuat area di atas harga saat ini menjadi hambatan teknikal penting yang perlu direbut kembali untuk memperkuat prospek pemulihan.

Niels melihat volatilitas Bitcoin terus mereda, tercermin dari candle mingguan yang mengecil serta pergerakan yang semakin rapat di sekitar US$62.000–US$65.000. Kompresi tersebut membuka kemungkinan munculnya pergerakan besar berikutnya, dengan relief rally menuju US$68.000–US$70.000 menjadi salah satu skenario yang diperhitungkan.

Namun, kenaikan ke zona tersebut belum otomatis mengubah struktur menjadi bullish. Area US$68.000–US$70.000 berimpit dengan EMA200 dan Bull Market Support Band, sehingga berpotensi menjadi resistance kuat. Niels memperkirakan reli ke wilayah tersebut masih dapat berakhir dengan penolakan sebelum harga Bitcoin membentuk cycle low baru.

Jika tekanan jual kembali mendominasi setelah pengujian resistance, US$60.000 menjadi area bawah yang perlu diperhatikan, kemudian sekitar US$58.000 yang sebelumnya juga diidentifikasi sebagai zona support penting.

Sebaliknya, kemampuan BTC merebut kembali US$68.000–US$70.000 akan menjadi perkembangan teknikal penting untuk mengurangi tekanan bearish.

Bitcoin Masih Tertekan, ETF BlackRock Justru Serok Lebih dari 1.000 BTC

Di tengah harga Bitcoin yang masih bergerak di area tertekan, aktivitas on-chain menunjukkan alamat yang dikaitkan dengan ETF BlackRock menerima 1.019,27 BTC senilai sekitar US$64,64 juta dari Coinbase Prime dalam beberapa jam terakhir.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Diprediksi Melesat ke US$72.000 Lalu Terjun ke Level Ini

Berdasarkan laporan Onchain Lens, selain Bitcoin, alamat tersebut juga menerima 301,77 ETH senilai sekitar US$570 ribu, sehingga total nilai aset kripto yang berpindah mencapai sekitar US$65,21 juta.

BTC ETF 13 ags

Komposisi transaksi tersebut sangat didominasi Bitcoin. Berdasarkan nilai aset ketika perpindahan terjadi, BTC menyumbang sekitar 99 persen dari keseluruhan nilai transfer.

Pergerakan lebih dari 1.000 BTC dari Coinbase Prime menuju alamat terkait ETF BlackRock tersebut muncul ketika harga Bitcoin masih berjuang mempertahankan area US$60.000-an, sehingga aktivitas institusional ini menjadi salah satu perkembangan yang perlu diperhatikan di tengah proses pencarian dasar harga.

Meski demikian, perpindahan tersebut tidak serta-merta berarti BlackRock membeli Bitcoin untuk neraca perusahaannya. Aktivitas dari Coinbase Prime menuju alamat terkait ETF dapat berhubungan dengan mekanisme creation dan redemption produk ETF, termasuk iShares Bitcoin Trust (IBIT).

Karena itu, transaksi ini lebih tepat dibaca sebagai aktivitas akumulasi atau perpindahan aset terkait ETF BlackRock, yang dapat memberikan gambaran mengenai permintaan institusional ketika pasar masih menghadapi tekanan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait