Harga Bitcoin (BTC) tengah menghadapi ujian penting setelah reli terbaru membawanya tepat menuju garis tren turun yang selama berbulan-bulan menjadi penghalang utama pergerakan bullish.
Area tersebut kini menjadi titik penentu apakah BTC mampu memperpanjang pemulihan atau justru kembali terseret ke dalam rentang konsolidasi yang sebelumnya mendominasi pasar.
Berdasarkan analisis terbaru dari analis Gerla, pada grafik harian, harga berada di sekitar US$71.400 setelah mengalami lonjakan tajam dari area US$64.000.
Kenaikan itu membawa BTC berhadapan langsung dengan descending trendline yang terbentuk sejak puncak Februari dan telah beberapa kali menggagalkan reli besar. Karena itu, respons pasar di sekitar US$71.000–US$72.000 berpotensi menentukan arah pergerakan berikutnya.

Tembok Terkuat Sejak Februari Kini Menguji Kekuatan Reli Bitcoin
Gerla menyoroti bahwa garis tren turun tersebut bukan sekadar resistance jangka pendek. Sejak Februari, setiap upaya pemulihan besar BTC berulang kali menghadapi tekanan ketika mendekati garis yang sama.
Kondisi tersebut membuat breakout dan kemampuan bertahan di atasnya menjadi syarat penting untuk mengubah setup teknikal yang selama ini membatasi pergerakan naik.
Dalam skenario bullish, harga Bitcoin perlu menembus dan mempertahankan area sekitar US$71.000–US$72.000. Setelah itu, resistance horizontal di kisaran US$72.500–US$73.000 menjadi hambatan berikutnya yang perlu direbut untuk memperkuat indikasi bahwa pembeli mulai mengambil kendali.
Sebaliknya, rejection dari descending trendline dapat menghidupkan kembali skenario koreksi. Gerla memperkirakan kegagalan pada area tersebut berpotensi membawa BTC kembali menuju range sebelumnya.
Berdasarkan grafik, US$63.800 menjadi level penting di tengah range, sedangkan sekitar US$62.200 merupakan support bawah yang beberapa kali memicu respons harga.
Dengan demikian, pergerakan saat ini menempatkan harga Bitcoin pada persimpangan teknikal. Penembusan yang mampu dipertahankan di atas resistance akan melemahkan pola lower high yang terbentuk sejak Februari.
Namun, kegagalan breakout dapat menunjukkan bahwa reli terbaru belum cukup kuat untuk mengakhiri tekanan dari struktur turun tersebut.
Open Interest Anjlok di Bursa Besar saat Bitcoin Melaju
Di tengah pengujian resistance itu, analis Arab Chain di CryptoQuant menyoroti perkembangan berbeda dari pasar derivatif Bitcoin.
Data perubahan open interest selama 30 hari menunjukkan penurunan posisi terbuka pada sejumlah platform futures utama, meskipun BTC mencatat reli kuat pada sesi sebelumnya.

HTX Global mencatat penurunan open interest terbesar sekitar 81.700 BTC. Binance menyusul dengan penyusutan sekitar 70.700 BTC, sementara OKX mengalami penurunan sekitar 54.300 BTC. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah besar posisi derivatif telah ditutup ketika pasar justru mengalami pemulihan harga.
Menurut Arab Chain, penyusutan posisi terbuka dapat mencerminkan berkurangnya leverage dan aktivitas spekulatif di pasar. Situasi ini berpotensi mengurangi risiko terjadinya reaksi berantai akibat likuidasi posisi ber-leverage tinggi ketika volatilitas meningkat.
“Kenaikan harga berlangsung bersamaan dengan penurunan open interest di berbagai platform utama,” ungkap Arab Chain.
Arab Chain juga menilai reli harga Bitcoin kemungkinan tidak semata-mata ditopang pembukaan posisi long baru. Penutupan posisi short serta perubahan posisi para trader dapat ikut mendorong kenaikan, terutama ketika harga bergerak berlawanan dengan ekspektasi pelaku pasar yang sebelumnya mengambil posisi bearish.
Karena itu, perkembangan open interest dalam beberapa hari mendatang menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan untuk menilai keberlanjutan reli.
Jika harga Bitcoin berhasil melewati resistance utama sementara aktivitas derivatif kembali berkembang secara sehat, reli dapat memperoleh dukungan tambahan. Sebaliknya, rejection pada garis tren turun akan kembali mengarahkan perhatian pasar menuju US$63.800 dan US$62.200 sebagai area pertahanan berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


