Harga Bitcoin Terancam Jatuh ke US$74 Ribu, Cycle Low Baru Menunggu?

Harga Bitcoin mulai menunjukkan tanda kehilangan momentum setelah reli kuat yang sebelumnya membawa aset kripto terbesar itu menembus US$80.000.

Pelemahan indikator teknikal kini membuka risiko koreksi menuju US$74.000, level yang dinilai dapat menentukan apakah BTC sekadar mengalami retracement atau justru bersiap membentuk cycle low baru.

Berdasarkan analisis Niels pada time frame 4 jam, Bitcoin masih bergerak di sekitar US$78.900 setelah sempat mencetak puncak di atas US$80.000. Namun, pergerakan tersebut tidak lagi mendapat dukungan momentum yang sama kuatnya.

Relative Strength Index (RSI) dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) justru bergerak turun ketika harga Bitcoin masih membentuk level lebih tinggi, menciptakan divergensi yang patut diperhatikan pelaku pasar.

BTC analisis 27 AGS

Momentum Luntur, Harga Bitcoin Terancam Ambruk

Pada grafik dari Niels, RSI berada di sekitar 60,48, turun cukup jauh setelah sebelumnya memasuki wilayah overbought di atas 70.

Pola ini menunjukkan momentum beli telah mendingin meski BTC masih bertahan dekat area tertinggi terbarunya. Kondisi serupa muncul pada MACD, dengan garis MACD berada di sekitar 1.204,46, di bawah signal line sekitar 1.519,28, sementara histogram tercatat negatif sekitar -314,82.

BACA JUGA:  NYSE Siapkan Platform Blockchain untuk Saham dan Aset Tokenisasi

Kombinasi tersebut membuat area US$80.000 hingga US$81.000 menjadi resistance penting apabila buyer ingin mengembalikan kekuatan reli. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan area US$78.000 dan US$76.000 berpotensi memperbesar tekanan terhadap harga Bitcoin dan membuka jalan menuju US$74.000.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Niels menempatkan US$74.000 sebagai level utama yang perlu dipantau, terutama pada penutupan time frame tinggi. Menurut analisisnya, penurunan menuju area tersebut masih dapat dianggap sebagai koreksi dari kenaikan sebelumnya.

Risiko yang lebih besar baru muncul apabila Bitcoin gagal mempertahankannya hingga penutupan mingguan dan bulanan.

“Penutupan mingguan dan bulanan di bawah US$74.000 berarti BTC akan mencetak cycle low baru,” ujar Niels.

Skenario tersebut membuat US$74.000 tidak hanya berfungsi sebagai target penurunan, tetapi juga sebagai batas yang memisahkan konsolidasi bullish dengan potensi perubahan struktur pasar yang lebih dalam.

Dengan demikian, respons buyer ketika harga Bitcoin mendekati level tersebut akan menjadi salah satu petunjuk penting bagi arah BTC selanjutnya.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bisa Kembali Naik, Analis Soroti Sinyal Bullish Ini

Bitcoin Belum Punya Bensin untuk Terbang

Di tengah peringatan dari indikator teknikal, analisis on-chain GugaOnChain di CryptoQuant memperlihatkan kondisi yang lebih netral. Delta-Thermo Market Multiple (DTMM) tercatat sebesar 2,03 ketika Bitcoin diperdagangkan sekitar US$78.419.

Bitcoin DTMM 27 ags

Angka tersebut menempatkan BTC di zona transisi makro, berada di atas Accumulation Zone pada 1,5x tetapi belum memiliki aliran modal yang cukup untuk mencapai batas Expansion Zone di 2,5x.

Kondisi pemegang jangka pendek juga belum memperlihatkan tanda kepanikan. Realized Price kelompok pemegang jangka pendek (STH) berada di US$69.371 dan berpotensi menjadi on-chain floor yang lebih dalam.

Sementara itu, MVRV STH sebesar 1,13 menunjukkan pasar telah mendingin dari kondisi euforia. Data tersebut mengindikasikan harga Bitcoin sedang berada dalam fase mencerna kenaikan sebelumnya, alih-alih langsung memasuki kondisi kapitulasi.

Sinyal stagnasi juga muncul dari pasar derivatif. Funding Rate global berada di level netral sekitar 0,0056, mencerminkan minimnya penggunaan leverage dengan bias arah yang kuat dalam jangka pendek.

BACA JUGA:  Ada yang Berubah dari Harga Bitcoin, Penghalang Sejak ATH Ini Akhirnya Tumbang

Pada saat yang sama, Coinbase Premium Index berada di wilayah negatif pada time frame harian maupun per jam. Kondisi itu mengindikasikan tekanan pembelian spot dari pasar AS belum cukup kuat untuk mendorong DTMM menuju zona ekspansi 2,5x.

GugaOnChain menggambarkan situasi tersebut sebagai keseimbangan dinamis ketika pasar menunggu arah likuiditas berikutnya. Dengan indikator teknikal memperingatkan potensi koreksi sementara data on-chain belum menunjukkan kepanikan, harga Bitcoin kini berada pada fase penentuan.

US$80.000-US$81.000 menjadi area yang perlu direbut buyer, sedangkan US$74.000 menjadi pertahanan krusial jika tekanan jual kembali meningkat. Kegagalan bertahan di level terakhir itu, terutama pada penutupan mingguan dan bulanan, akan memperkuat skenario terbentuknya cycle low baru.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait