Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan setelah pergerakannya semakin terjepit dalam pola triangle pada grafik harian.
Analis Gerla menilai BTC kini mendekati titik penentuan arah, dengan risiko penurunan menuju US$61.500 apabila support dari garis tren naik gagal dipertahankan.
Selama beberapa pekan terakhir, aset kripto terbesar tersebut membentuk rangkaian lower high, sementara pembeli terus mempertahankan garis support yang bergerak naik. Pertemuan kedua garis tersebut membuat ruang pergerakan semakin sempit menjelang apex pola triangle tersebut.
Squeeze Makin Ekstrem, Harga Bitcoin Tinggal Tunggu Pemicu
Gerla menjelaskan bahwa harga Bitcoin sedang mengalami squeeze atau penyempitan volatilitas setelah terperangkap di dalam pola triangle multi-pekan.
Dari sisi atas, tekanan jual terus muncul pada level yang semakin rendah. Sebaliknya, dari sisi bawah, pembeli masih mampu mempertahankan ascending trendline yang terbentuk sejak awal Juli.

Area US$63.500 hingga US$64.000 kini menjadi salah satu level terpenting untuk menentukan peluang pemulihan. Menurut Gerla, BTC perlu merebut kembali zona tersebut agar momentum jangka pendek dapat bergeser ke arah pembeli.
Jika reclaim berhasil dan harga mampu bertahan di atasnya, area US$65.000 dan level yang lebih tinggi kembali berpeluang menjadi sasaran.
Namun, skenario sebaliknya masih membayangi harga Bitcoin. Garis tren naik yang menopang pola saat ini berada di sekitar US$62.500-US$62.800 pada grafik. Breakdown terkonfirmasi di bawah support dinamis tersebut dapat membuka jalan menuju US$61.500 sebagai target penurunan berikutnya.
Gerla sendiri lebih condong terhadap skenario penurunan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah volume perdagangan yang mengering ketika harga semakin mendekati ujung pola triangle.
Kondisi tersebut membuat reaksi BTC terhadap kedua batas pola menjadi penting untuk menentukan apakah konsolidasi berakhir melalui breakout atau justru breakdown.
Dengan struktur tersebut, pergerakan di sekitar US$63.500-US$64.000 menjadi batas awal untuk skenario pemulihan, sedangkan kehilangan ascending trendline akan meningkatkan risiko tekanan jual.
Selama salah satu sisi belum ditembus secara meyakinkan, harga Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi yang semakin ketat.
Whale Serbu Binance, Rasionya Pecahkan Rekor Sepanjang Masa
Di tengah tekanan teknikal tersebut, analis Darkfost di CryptoQuant mencatat perkembangan penting pada aliran Bitcoin menuju Binance.
Whale inflow ratio mingguan di bursa tersebut mencapai sekitar 0,65, level tertinggi yang pernah tercatat. Rasio itu menunjukkan bahwa whale kini menyumbang porsi lebih besar terhadap total arus masuk BTC harian ke Binance.

Perubahan tersebut terjadi ketika kondisi makro relatif tenang. Darkfost mencatat core CPI berada di 2,5 persen sesuai ekspektasi, sementara core PPI Juli turun dari 4,7 persen menjadi 4,2 persen. Meski latar makro dinilai relatif meyakinkan, pemegang BTC berukuran besar justru meningkatkan aliran aset mereka ke Binance sepanjang pekan.
Pada saat bersamaan, kontribusi investor ritel atau transaksi berukuran lebih kecil terhadap inflow Binance turun secara nyata.
Darkfost menilai sejumlah perkembangan lain, termasuk peristiwa terkait Coldcard dan penutupan beberapa bursa, juga dapat mendorong whale lebih memilih Binance karena likuiditas platform tersebut lebih sesuai untuk menangani transaksi berukuran besar.
Meski demikian, lonjakan whale inflow ratio tidak otomatis berarti tekanan jual terhadap harga Bitcoin akan meningkat. Darkfost menilai sejumlah indikator ikut terganggu oleh perpindahan aset yang terjadi, sehingga sulit menyimpulkan bahwa seluruh BTC yang masuk ke Binance ditujukan untuk dijual.
“Whale tidak boleh selalu dianggap sebagai smart money dalam membaca pergerakan pasar Bitcoin,” ujar Darkfost.
Secara historis, lonjakan whale inflow ratio pernah muncul ketika pasar bergerak naik maupun turun. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan aksi ambil untung ketika harga menguat ataupun kapitulasi saat tekanan jual membesar.
Karena itu, rekor rasio whale Binance menjadi sinyal yang perlu diperhatikan bersama struktur teknikal, bukan sebagai indikator arah tunggal.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


