Harga Bitcoin terbaru menunjukkan gejolak tajam setelah data on-chain dan derivatif mengindikasikan pergeseran besar dalam struktur pasar aset kripto terbesar dunia tersebut.
Berdasarkan laporan analis Arab Chain di CryptoQuant, data perdagangan di Binance mengonfirmasi bahwa Bitcoin kini tengah memasuki fase transisi kritis dalam siklus harganya, menyusul koreksi mendadak dari level di atas US$124.000 menjadi sekitar US$107.000 dalam waktu hanya 24 jam.

Penurunan ini bertepatan dengan turunnya Cycle Phase Score, indikator gabungan antara sinyal tren dan momentum relatif (Z-Score), dari wilayah positif ke negatif.
“Indikator ini menandakan bahwa pasar telah kehilangan sebagian momentum kenaikannya dan tengah bergerak menuju fase koreksi struktural,” ujar Arab Chain.
Menurut laporan tersebut, ketika trend_signal mencapai level -1, hal itu menunjukkan harga telah menembus ke bawah moving average (MA) 200 hari.
Selama harga tetap diperdagangkan di bawah US$106.780, kondisi ini dianggap sebagai sinyal teknikal pelemahan sementara. Z-Score negatif juga menandakan tekanan jual jangka pendek yang mendominasi pasar, dengan harga yang bergerak jauh di bawah rata-rata jangka pendeknya.
Koreksi Pasar Setelah Lonjakan Panjang
Laporan Arab Chain menjelaskan bahwa situasi saat ini bukanlah awal dari tren bearish jangka panjang, melainkan fase rebalancing setelah periode ekspansi harga yang kuat.
Dalam konteks historis, fase semacam ini kerap terjadi setelah lonjakan cepat, di mana pasar memerlukan jeda untuk menyesuaikan likuiditas dan memperbaiki keseimbangan antara pelaku beli dan jual.
Arab Chain menambahkan, jika harga Bitcoin terbaru mampu stabil di atas US$105.000 dalam beberapa hari mendatang disertai pemulihan momentum bertahap, maka indikator Cycle Phase Score dapat kembali ke zona positif. Hal ini akan menjadi sinyal awal bahwa fase koreksi mungkin segera berakhir.
Sementara itu, data derivatif dari CoinGlass menunjukkan lonjakan aktivitas signifikan di pasar berjangka. Volume perdagangan derivatif naik 57,36 persen menjadi US$160,91 miliar, sementara open interest turun 2,92 persen ke US$70,98 miliar.
Aktivitas opsi bahkan melonjak 103,57 persen menjadi US$12,73 miliar, mencerminkan meningkatnya spekulasi jangka pendek di tengah volatilitas tinggi.

Koreksi Adalah Hal yang Tak Terhindarkan
Pandangan sejalan juga disampaikan oleh analis Mignolet di CryptoQuant, yang menilai bahwa penurunan harga Bitcoin terbaru merupakan bagian alami dari proses penyesuaian pasar.
“Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan yang terjadi sejak Agustus dan September kini akhirnya dikoreksi oleh penurunan harga Bitcoin,” ujar Mignolet.

Ia menambahkan bahwa proses ini membutuhkan waktu agar pasar dapat kembali menemukan keseimbangan baru.
Penurunan harga yang terjadi saat ini, menurut Mignolet, tidak serta-merta menandakan pembalikan tren jangka panjang, melainkan fase pendinginan setelah periode overbought yang intens.
Kedua analis tersebut sama-sama menyoroti bahwa koreksi pasar saat ini sejalan dengan pola siklus yang berulang dalam sejarah Bitcoin.
Setelah periode kenaikan cepat, pasar cenderung mengalami fase jeda yang ditandai dengan menurunnya volume spot dan meningkatnya tekanan jual jangka pendek, sebelum tren utama kembali melanjutkan arah naik.
Meski tekanan jual jangka pendek masih terasa, berbagai data on-chain menunjukkan bahwa investor besar belum melakukan aksi jual besar-besaran. Sebaliknya, sebagian pelaku pasar memanfaatkan momentum koreksi ini untuk melakukan akumulasi di area bawah.
Dengan volatilitas yang meningkat dan indikator teknikal menunjukkan fase penyesuaian, pasar kini menantikan apakah harga Bitcoin terbaru dapat bertahan di atas US$105.000, level psikologis yang dapat menentukan arah tren berikutnya.
Jika stabilitas ini tercapai dan indikator mulai pulih, banyak analis memperkirakan bahwa fase transisi saat ini akan menjadi jeda alami sebelum potensi reli berikutnya dimulai. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



