Harga Bitcoin Terbaru Rebound Pasca Crash, Ini Penyebabnya

Harga Bitcoin terbaru berhasil rebound setelah sempat anjlok tajam dari level US$123.000 ke sekitar US$110.000 pada akhir pekan.

Berdasarkan data yang dibagikan analis on-chain CryptoOnchain di CryptoQuant, Coinbase Premium Index telah melonjak ke level 0,182, tertinggi dalam 19 bulan terakhir.

Lonjakan ini terjadi justru saat pasar global mengalami aksi jual besar-besaran, mengindikasikan adanya gelombang pembelian masif oleh institusi berbasis di AS.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Menurut penjelasan CryptoOnchain, Coinbase Premium Index mengukur selisih harga antara pair BTC/USD di Coinbase dan BTC/USDT di Binance. Indeks ini menjadi barometer tekanan beli atau jual dari investor AS. Biasanya, ketika pasar mengalami tekanan jual, indeks tersebut justru bergerak negatif. Namun kali ini berbeda.

“Lonjakan premium di tengah penurunan harga merupakan sinyal kuat bahwa institusi AS tengah melakukan akumulasi besar-besaran,” ujar analis tersebut.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Ini Jual 5.000 BTC, Bagaimana Pasar Bereaksi?

Harga Bitcoin Terbaru Menguat di Tengah Aksi Beli Institusi

Kondisi pasar yang sempat panik justru dimanfaatkan oleh pelaku besar untuk membeli Bitcoin di level harga bawah. Fenomena ini menjadi contoh klasik aksi “buy the dip” oleh institusi, di mana mereka mengambil posisi saat sentimen pasar melemah.

CryptoOnchain menilai bahwa lonjakan premium Coinbase ke level tertinggi sejak Maret 2024 mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap aset kripto utama tersebut.

Data terkini menunjukkan harga Bitcoin terbaru diperdagangkan di kisaran US$115.509, mencatat kenaikan 0,57 persen dalam 4 jam terakhir dan 5,12 persen dalam 24 jam terakhir.

Volume perdagangan spot 24 jam terakhir mencapai US$11,21 miliar, sementara open interest tercatat sebesar US$75,26 miliar, menandakan tingginya minat pasar terhadap Bitcoin meskipun volatilitas meningkat.

Pergerakan harga ini sekaligus mengonfirmasi bahwa permintaan dari investor besar mulai membentuk zona support baru di kisaran US$110.000, sebagaimana dijelaskan oleh CryptoOnchain.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Anjlok, Kenapa Strategy Belum Panik?

Aksi akumulasi ini diyakini memperkuat struktur pasar, terutama di tengah ketidakpastian makroekonomi dan fluktuasi likuiditas global.

Institusi Perkuat Keyakinan terhadap Bitcoin dalam Jangka Panjang

CryptoOnchain menambahkan bahwa pola pembelian besar oleh institusi pada saat crash juga tercermin pada pergerakan Ethereum di hari yang sama, memperlihatkan pola akumulasi serupa pada aset kripto utama lainnya.

Fenomena ini menandakan bahwa lembaga keuangan besar tidak hanya melihat volatilitas sebagai risiko, tetapi juga sebagai peluang strategis untuk memperbesar eksposur mereka terhadap Bitcoin.

Dalam konteks yang lebih luas, peningkatan Coinbase Premium di saat harga turun menegaskan bahwa likuiditas dari pasar AS kini menjadi motor utama bagi pemulihan harga Bitcoin terbaru.

Dengan volume perdagangan yang kembali meningkat dan open interest yang tetap tinggi, pasar tampak bergerak menuju fase stabilisasi baru.

BACA JUGA:  Ethereum Siap Hadapi Ancaman Quantum, Ini Strategi Vitalik

CryptoOnchain menyimpulkan bahwa pergerakan ini menunjukkan pembentukan fondasi kuat di pasar Bitcoin yang didukung oleh pembeli institusional. Kondisi tersebut menandakan bahwa setiap pelemahan harga ke depan kemungkinan besar akan segera diserap oleh gelombang pembelian agresif dari institusi.

Dengan dukungan fundamental ini, para analis memperkirakan Bitcoin akan mempertahankan posisinya di atas zona US$110.000, sekaligus membuka peluang penguatan lebih lanjut jika arus modal institusi terus mengalir ke pasar aset digital terbesar di dunia ini. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia