Harga Bitcoin Terlihat Rapuh, Tapi Satu Fase Ini Bisa Membawanya Lampaui US$100 Ribu

Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak di sekitar US$65.000 setelah mengalami koreksi tajam dari puncak sebelumnya.

Meski struktur jangka pendek terlihat rapuh, analis Celal Kucuker menilai pelemahan tersebut dapat menjadi bagian dari gelombang koreksi terakhir sebelum BTC memasuki fase kenaikan baru yang berpotensi membawa aset kripto terbesar itu melampaui US$100.000.

BTC analisis 11 AGS

Dalam analisis terbarunya, Kucuker menggunakan struktur Elliott Wave untuk memetakan pergerakan BTC. Menurut penghitungannya, Bitcoin tengah menyelesaikan wave 4 setelah reli besar pada wave 3.

Zona hijau pada grafik, yang membentang kurang lebih di kisaran US$56.000 hingga US$65.000, dipandang sebagai kandidat area dasar sebelum terbentuknya wave 5.

Bertahan dari US$60 Ribu, Harga Bitcoin Bisa Memulai Babak Terbesarnya

Kucuker menempatkan US$60.000 sebagai salah satu level terpenting dalam struktur saat ini. Ia tidak menutup kemungkinan harga Bitcoin turun sementara ke bawah level tersebut, tetapi memperkirakan pelemahan itu hanya berbentuk wick atau sapuan singkat, bukan pergerakan yang mampu bertahan lama.

BACA JUGA:  Michael Saylor Ubah Haluan? Strategy Fokus Perkuat Cadangan Kas

Dengan kata lain, respons BTC di sekitar US$60.000 akan menentukan apakah skenario wave 4 masih dapat dipertahankan. Grafik Kucuker juga memperlihatkan area sekitar US$65.399 sebagai level struktural terdekat. Pemulihan dan kemampuan bertahan di atas kawasan itu dapat memperkuat indikasi bahwa tekanan koreksi mulai mereda.

Apabila zona dasar berhasil dipertahankan, perhitungan Elliott Wave Kucuker mengantisipasi perpindahan dari titik keempat menuju titik kelima. Fase inilah yang menjadi inti skenario bullish-nya karena wave 5 diproyeksikan membawa harga Bitcoin kembali melewati US$100.000.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Target yang secara spesifik disebut Kucuker berada di US$144.000. Pada grafiknya, kawasan yang lebih tinggi sekitar US$145.000 hingga US$158.575 juga ditandai sebagai zona jual. Sementara itu, proyeksi lanjutan terlihat pada US$176.139 dan sekitar US$243.500, meski kedua level tersebut bukan target utama yang disebut analis.

Kucuker turut menghubungkan skenario tersebut dengan prospek kebijakan moneter AS. Penurunan suku bunga dinilai dapat mengurangi daya tarik instrumen berbunga dan membuka peluang pergeseran sebagian likuiditas menuju aset berisiko, termasuk saham dan kripto.

BACA JUGA:  Dukung Bitcoin, Harga Saham Perusahaan Putra Trump Ambrol 95 Persen

Meski demikian, realisasi skenario tersebut tetap bergantung pada respons pasar dan kemampuan BTC mempertahankan struktur teknikalnya.

BTC Masih Tertekan, Investor Menengah Menahan Koin dari Binance

Di tengah koreksi harga Bitcoin, data on-chain yang dianalisis analis Amr Taha di CryptoQuant menunjukkan perubahan pada aktivitas investor berukuran menengah di Binance.

Rata-rata tujuh hari arus masuk Bitcoin dari kelompok tersebut turun menjadi 2.734 BTC pada 10 Agustus, level terendah sejak 10 April 2026, ketika indikator yang sama berada di sekitar 2.000 BTC.

BTC binance inflow

Penurunan tersebut mendapat perhatian karena investor berukuran menengah masih menjadi komponen terbesar dalam struktur arus masuk Bitcoin ke Binance saat ini. Setelah sempat meningkat pada akhir Juli hingga awal Agustus, rata-rata tujuh harinya berbalik turun secara bertahap dan kembali ke tingkat yang terakhir terlihat sekitar empat bulan lalu.

BACA JUGA:  Bitcoin Bersiap Hadapi Era Quantum, Strategy Hingga BlackRock Bentuk Konsorsium

Pergerakan tersebut juga terjadi ketika harga Bitcoin masih bertahan di sekitar US$65.000. Artinya, jumlah BTC dari kelompok investor tersebut yang dikirim menuju Binance jauh lebih sedikit dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

“Arus masuk investor menengah ke Binance kini mencapai level terendah terbaru,” ungkap Taha.

Meski demikian, penurunan inflow ke bursa tidak otomatis berarti investor sedang melakukan akumulasi ataupun memastikan harga Bitcoin akan naik. Data tersebut hanya menunjukkan berkurangnya aktivitas transfer menuju Binance dari kelompok pemegang berukuran menengah sehingga perkembangannya masih perlu dipantau apabila tren berlanjut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait