Harga Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan perubahan struktur yang semakin konstruktif setelah berhasil menembus garis resistance diagonal yang sebelumnya membatasi pergerakan aset kripto terbesar tersebut.
Analis kripto Don menilai breakout itu membawa Bitcoin mendekati konfirmasi bull market, tetapi masih ada satu level utama yang perlu direbut sebelum perubahan tren dapat dinyatakan lebih kuat.
Berdasarkan analisis tersebut, BTC diperdagangkan di kisaran US$64.200 setelah keluar dari diagonal resistance. Namun, harga Bitcoin masih berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200 harian yang terletak di sekitar US$69.042.
Menurutnya, reclaim terhadap indikator tersebut menjadi syarat terakhir agar BTC dapat kembali memasuki fase bullish pada time frame harian.
Satu Tembok Tersisa Sebelum Harga Bitcoin Resmi Balik ke Jalur Bullish
SMA200 menjadi area penting karena indikator tersebut kerap digunakan untuk membaca arah tren jangka panjang.
Dalam struktur yang ditampilkan Don, posisi BTC yang masih berada di bawah SMA tersebut menunjukkan bahwa breakout resistance belum sepenuhnya menghapus tekanan dari tren sebelumnya.

Karena itu, area sekitar US$69.000-US$70.000 menjadi resistance utama yang perlu diperhatikan. Jika harga Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, struktur teknikal akan memperoleh konfirmasi tambahan setelah breakout diagonal resistance yang sudah terjadi.
Don menggambarkan kondisi saat ini sebagai struktur yang sangat bullish dan hanya membutuhkan satu level lagi untuk mendapatkan konfirmasi.
Grafik tersebut juga memperlihatkan ruang kenaikan menuju area US$80.000-US$84.000 apabila BTC mampu mempertahankan momentum setelah reclaim SMA200. Lebih jauh, level sekitar US$100.333 turut ditandai sebagai salah satu area penting dalam skenario pemulihan yang lebih besar.
Sebaliknya, area US$60.000-US$62.000 menjadi zona yang perlu dipertahankan apabila Bitcoin kembali mengalami tekanan. Kehilangan support tersebut dapat melemahkan struktur pemulihan dan kembali mengarahkan perhatian pasar ke wilayah support makro sekitar US$50.000-US$52.000.
Dengan demikian, pergerakan menuju US$69.000 menjadi fase penting untuk menentukan apakah breakout terbaru berkembang menjadi perubahan tren yang lebih luas atau hanya menjadi pemulihan sementara.
Kemampuan BTC membangun higher low sambil mendekati SMA200 juga akan menjadi bagian penting dalam menjaga struktur bullish tersebut.
Harga Sudah Pulih, Modal Spekulatif Justru Masih Enggan Kembali
Sinyal teknikal itu muncul ketika data on-chain memperlihatkan kondisi yang cukup berbeda di antara investor jangka pendek.
Analis Amr Taha di CryptoQuant mencatat Bitcoin telah pulih ke atas US$63.000, sementara kapitalisasi pasar pemegang jangka pendek atau Short-Term Holder (STH) masih berada dekat level rendah yang secara historis berkaitan dengan fase kapitulasi.

Pada Minggu (16/8/2026), STH Market Cap tercatat sebesar US$235,7 miliar. Angka tersebut bahkan masih berada di bawah level terendah sebelumnya sebesar US$237,7 miliar pada 3 Oktober 2024, ketika Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$60.800.
Sebelumnya, indikator yang sama sempat turun menjadi US$233 miliar pada 30 Juni saat BTC berada di US$59.044.
Perbedaan pergerakan semakin terlihat ketika harga Bitcoin mulai pulih. Dari 30 Juni hingga 16 Agustus, BTC menguat setidaknya 6,7 persen, sedangkan STH Market Cap hanya bertambah 1,2 persen.
Pada periode 30 Juni hingga 13 Juli saja, Bitcoin naik sekitar 6,2 persen, sementara kapitalisasi investor jangka pendek hanya meningkat 0,6 persen.
“Pemulihan harga terjadi tanpa kembalinya modal spekulatif jangka pendek dalam skala besar sekarang,” ungkap Taha.
Menurut analisis tersebut, kondisi ini menunjukkan bahwa investor yang terdampak penurunan sebelumnya masih berhati-hati dan belum secara agresif meningkatkan kembali eksposur mereka meskipun BTC telah bergerak lebih tinggi.
Rendahnya STH Market Cap juga konsisten dengan fase ketika kerugian, distribusi, dan menurunnya partisipasi mengurangi nilai Bitcoin yang dipegang kelompok investor aktif dalam jangka pendek.
Kontraksi pasokan STH sendiri tidak selalu berarti koin telah dijual. Sebagian Bitcoin dapat keluar secara alami dari kategori STH setelah usia kepemilikannya bertambah dan kemudian diklasifikasikan sebagai pasokan pemegang jangka panjang (LTH).
Kombinasi data tersebut membuat area SMA200 semakin penting untuk pergerakan berikutnya. Harga Bitcoin telah pulih melewati level yang terlihat pada Oktober 2024 ketika STH Market Cap justru masih berada di bawah titik terendah siklus sebelumnya.
Jika momentum tersebut berlanjut hingga BTC merebut area US$69.000-US$70.000, konfirmasi teknikal yang ditunggu Don akan semakin kuat, sementara kegagalan menembusnya dapat membuat pasar kembali menguji ketahanan support di bawah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


