Harga Bitcoin Turun, Investor Berpengalaman Asik Serok

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pelemahan dalam beberapa waktu terakhir, namun analis on-chain dan investor berpengalaman justru tidak menunjukkan kepanikan.

Data terbaru dari analis GugaOnChain di CryptoQuant menunjukkan bahwa indikator utama on-chain masih mengarah pada fase akumulasi, bukan fase puncak pasar, sehingga pelaku pasar berpengalaman memilih mempertahankan strategi jangka panjang mereka di tengah volatilitas saat ini.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran sekitar US$67.000 dengan penurunan harian sekitar 1,27 persen. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor setelah reli besar yang sebelumnya mendorong harga Bitcoin naik hingga lebih dari 700 persen sejak titik terendah pada November 2022.

GugaOnChain menjelaskan bahwa volatilitas merupakan karakteristik fundamental Bitcoin dan bukan sesuatu yang perlu ditakuti oleh investor yang memahami siklus pasar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

MVRV BTC

Ia menekankan bahwa indikator MVRV Z-Score, yang digunakan untuk mengukur valuasi relatif Bitcoin dibandingkan dengan harga akuisisi rata-rata investor, saat ini berada di level 0,48.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: BTC, ETH, ADA, MANA dan INJ Bersiap Tentukan Arah Baru

Posisi tersebut masih dekat dengan zona akumulasi, yang secara historis sering menjadi fase pembentukan dasar sebelum siklus kenaikan berikutnya.

Menurut analis tersebut, indikator ini membantu investor mengidentifikasi apakah harga Bitcoin sedang undervalued atau overvalued.

“Melalui sinyal ini, investor dapat mengidentifikasi periode akumulasi bersejarah dan memantau potensi pembentukan dasar pasar,” ungkap analis tersebut.

Indikator On-Chain Tunjukkan Zona Akumulasi

Indikator MVRV Z-Score telah lama digunakan untuk mendeteksi titik terendah dan tertinggi dalam siklus Bitcoin, dikenal sebagai alat untuk membantu investor memahami fase siklus pasar secara objektif.

Data historis menunjukkan bahwa sejak menyentuh titik terendah pada 21 November 2022, harga Bitcoin telah meningkat sekitar 713 persen hingga mencapai puncak siklus berikutnya pada Oktober 2026. Pergerakan tersebut diikuti secara konsisten oleh indikator MVRV Z-Score, memperkuat validitasnya sebagai alat analisis siklus pasar.

BACA JUGA:  Kripto Dipakai untuk Perdagangan Manusia, ASEAN Jadi Pusat Utama

Analis lain yang dikenal sebagai Chiefy juga menyoroti pola teknikal yang lebih luas. Dalam analisanya, ia menyebut bahwa grafik historis Bitcoin selama ini mampu memprediksi pergerakan utama aset tersebut secara akurat.

pola bear bitcoin

Ia memperkirakan bahwa jika pola yang sama tetap berlaku, harga Bitcoin berpotensi mencapai titik terendah di kisaran US$28.000 pada siklus ini, dan menyebut bahwa fase bear market yang sebenarnya kemungkinan belum sepenuhnya dimulai.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis Ted, yang mengacu pada ekspektasi pasar prediksi Kalshi.

fractal BTC

Ia menjelaskan bahwa para trader memperkirakan harga Bitcoin berpotensi turun hingga US$45.000 tahun ini, dengan mengacu pada pola fractal siklus 2022 yang menunjukkan kesamaan struktur pergerakan pasar saat ini.

Investor Institusi Tetap Tambah Kepemilikan Bitcoin

Meski prospek jangka pendek menunjukkan potensi volatilitas lanjutan, sejumlah investor institusi besar tetap melakukan akumulasi. Pada Selasa (17/2/2026), Executive Chairman MicroStrategy, Michael Saylor, mengumumkan bahwa perusahaannya kembali membeli 2.486 BTC dengan nilai sekitar US$168,4 juta, dengan harga rata-rata US$67.710 per koin.

BACA JUGA:  21Shares Resmi Ajukan ONDO ETF, Sektor RWA Kian Dilirik

Dengan pembelian tersebut, total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini mencapai 717.131 BTC yang diakumulasi dengan total biaya sekitar US$54,52 miliar dan harga rata-rata US$76.027 per koin.

Langkah ini menunjukkan bahwa investor institusi tetap mempertahankan keyakinan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, meskipun harga Bitcoin saat ini berada di bawah rata-rata harga akumulasi mereka.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia