Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di titik penting setelah pergerakannya memperlihatkan kemiripan dengan pola konsolidasi yang terjadi menjelang bull run pada 2021.
Aset kripto terbesar di dunia tersebut tengah menguji area US$81.000–US$82.000, yang berpotensi menentukan kelanjutan pemulihan menuju kisaran US$98.000 apabila struktur bullish mampu dipertahankan.
Kemunculan pola tersebut berlangsung di tengah perubahan komposisi kepemilikan Bitcoin oleh investor besar atau whale.
Data on-chain pada Kamis (15/10/2026) menunjukkan bahwa kelompok whale baru kini menguasai sekitar sepertiga dari total kapitalisasi terealisasi kelompok whale. Perkembangan ini menempatkan pergerakan pemegang besar sebagai salah satu faktor penting dalam menilai ketahanan pasar setelah periode pelemahan sebelumnya.
Harga BTC Mengulang Pola Menjelang Bull Run 2021?
Analis kripto CRYPTOWZRD menyoroti kemiripan struktur pergerakan Bitcoin saat ini dengan periode konsolidasi yang berlangsung pada 2020, sebelum pasar memasuki reli besar yang berlanjut hingga 2021.

Melalui grafik harian Bitcoin yang dibagikan pada Oktober 2026, ia memperlihatkan bahwa BTC telah keluar dari garis tren menurun yang sebelumnya membatasi pergerakan harga.
Setelah mengalami kenaikan, Bitcoin kembali mendekati area breakout di sekitar US$81.000–US$82.000. Pergerakan tersebut membentuk pola retest, yakni pengujian ulang terhadap area yang sebelumnya menjadi hambatan harga.
Menurut CRYPTOWZRD, fase konsolidasi setelah keluarnya Bitcoin dari akumulasi bearish merupakan bagian penting dari pembentukan tren kenaikan yang lebih besar.
“Begitu BTC keluar dari fase akumulasi bearish, diperlukan waktu konsolidasi yang cukup panjang sebelum kenaikan sesungguhnya dimulai. Lihat saja apa yang terjadi pada 2021,” tambahnya.
Perbandingan dengan grafik historis menunjukkan bahwa Bitcoin pernah mengalami kondisi serupa pada September hingga Oktober 2020. Ketika itu, BTC bergerak di sekitar US$10.000–US$10.500 setelah berhasil menembus struktur penurunan sebelumnya.
Alih-alih langsung melonjak, Bitcoin terlebih dahulu berkonsolidasi dan menguji kembali area breakout tersebut sebelum melanjutkan penguatan pada akhir 2020.
Pergerakan itu kemudian menjadi bagian dari awal tren bullish yang berlanjut sepanjang 2021.
Dalam skenario terbaru, harga BTC perlu mempertahankan area US$81.000–US$82.000 untuk menjaga peluang kelanjutan kenaikan.
Jika zona tersebut bertahan, hambatan berikutnya berada di kisaran US$86.000–US$88.000. Penembusan area itu berpotensi membuka ruang penguatan lebih lanjut menuju US$98.000, sebagaimana diperlihatkan dalam proyeksi grafik CRYPTOWZRD.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan area retest dapat meningkatkan risiko pelemahan menuju US$78.000–US$80.000.
Dengan demikian, kemiripan pola historis tersebut belum dapat dianggap sebagai konfirmasi bahwa Bitcoin akan mengulangi reli 2021. Pergerakan selanjutnya masih bergantung pada kemampuan pembeli mempertahankan support dan menembus resistance terdekat.
Whale Baru Kuasai Sepertiga Kapitalisasi BTC
Selain perkembangan teknikal, perubahan struktur kepemilikan Bitcoin juga menjadi perhatian analis Moreno di CryptoQuant.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, kelompok whale baru kini menyumbang sekitar 33,06 persen dari gabungan realized capitalization atau kapitalisasi terealisasi seluruh whale Bitcoin.

Per 15 Oktober 2026, kapitalisasi terealisasi kelompok tersebut mencapai US$78,61 miliar, sedangkan kelompok whale lama mencatatkan US$159,15 miliar.
Porsi whale baru tersebut meningkat tajam dibandingkan sekitar 18 persen pada awal 2026. Angka ini mencerminkan nilai Bitcoin berdasarkan harga ketika koin terakhir berpindah secara on-chain, bukan persentase kepemilikan terhadap total pasokan BTC.
Moreno menjelaskan bahwa peningkatan tersebut bukan semata-mata akibat perubahan proporsi antara kedua kelompok.
Sejak September, kapitalisasi terealisasi whale baru terus bertambah, sementara kelompok whale lama relatif stabil. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ekspansi terbaru lebih terkonsentrasi pada pemegang besar yang tergolong baru.
Perubahan juga terlihat pada harga perolehan rata-rata atau cost basis kelompok tersebut.
Harga perolehan whale baru sebelumnya berada di sekitar US$110.000 ketika Bitcoin mendekati puncak terdahulu, kemudian turun menuju US$68.000 pada akhir Agustus sebelum kembali meningkat ke kisaran US$77.000.
Menurut Moreno, perkembangan itu konsisten dengan perubahan valuasi kepemilikan pada harga lebih rendah selama penurunan pasar, disusul peningkatan partisipasi ketika pemulihan berlangsung.
Ia menilai data tersebut mendukung indikasi bahwa pemegang besar melakukan akumulasi selama pelemahan dan berlanjut ketika harga mulai pulih.
Namun, pertumbuhan kapitalisasi terealisasi tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah dana segar yang masuk, mengingat adanya perpindahan koin dan perubahan komposisi kelompok whale.
Pada harga acuan US$82.134 yang digunakan dalam analisisnya, Bitcoin diperdagangkan sekitar 6,7 persen di atas harga perolehan rata-rata whale baru.
Artinya, kelompok tersebut secara agregat masih berada dalam posisi keuntungan berdasarkan ukuran harga perolehan tersebut.
Moreno menilai kemampuan harga BTC bertahan di atas area US$77.000 menjadi semakin penting seiring meningkatnya bobot ekonomi kelompok whale baru.
Jika Bitcoin mampu mempertahankan level tersebut bersamaan dengan pertumbuhan kapitalisasi terealisasi whale baru, kondisi itu akan memperkuat indikasi bahwa tekanan jual berhasil diserap pasar.
Sebaliknya, penurunan berkelanjutan di bawah US$77.000 dapat membuat kelompok tersebut kembali mengalami kerugian belum terealisasi, sehingga meningkatkan insentif menjual ketika harga mengalami rebound.
Perkembangan arus masuk Bitcoin ke bursa serta kerugian terealisasi juga perlu diperhatikan untuk membedakan tekanan pasar sementara dari kemungkinan munculnya distribusi baru.
Dengan demikian, prospek harga BTC tidak hanya ditentukan oleh kemiripan pola teknikal menjelang bull run sebelumnya, tetapi juga oleh kemampuan pasar mempertahankan area harga perolehan investor besar yang kini memiliki pengaruh semakin kuat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


