Harga BTC Bertengger di 200W SMA, Waspada Penurunan ke US$58.000

Harga Bitcoin kembali bergerak di zona krusial setelah bertahan di kisaran US$63.000 hingga US$64.000. Posisi ini menarik perhatian karena BTC sedang berhadapan dengan 200W SMA yang berpotensi menentukan arah pergerakan berikutnya.

US$63.000 Jadi Medan Pertempuran Harga BTC

Analis kripto ternama, Quinten Francois, membagikan pandangan menarik terkait pergerakan harga BTC dengan menempatkan US$63.000 sebagai area yang perlu diperhatikan. Level ini berimpit dengan 200WMA, sehingga menjadi medan tempur antara buyer dan seller.

Di atasnya, US$68.700 disebut sebagai short-term holder cost basis. Jika BTC mampu merebut kembali level tersebut, momentum dinilai bisa berubah cepat dan membuka ruang pemulihan yang lebih kuat.

Jangan Panik! Ini 5 Cara Menghadapi Bear Market Crypto untuk Pemula

Sebaliknya, kehilangan US$58.000 berpotensi mengubah struktur pergerakan menjadi lebih bearish. Level tersebut dipandang sebagai support utama yang perlu dipertahankan agar tekanan jual tidak semakin dalam.

“Rebut US$68.700 dan momentum bisa berubah dengan cepat. Kehilangan US$58.000, kondisi bisa menjadi buruk. US$63.000 adalah medan pertempuran utama,” tuturnya di X, Senin (17/08/2026).

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini Jeblok Parah, Analisis: Bidik 60 Ribu Dolar

Jika support US$58.000 gagal dipertahankan, perhatian berikutnya mengarah ke US$55.000 yang disebut sebagai realized price. Area ini dapat menjadi pertahanan lanjutan apabila koreksi harga terus berlanjut.

Dengan harga BTC yang sekarang masih berkutat di US$63.000 hingga US$64.000, pasar belum benar-benar keluar dari zona penentuan. Pergerakan di area ini bisa menentukan arah harga BTC dalam jangka pendek.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Pola Agustus 2022 Kembali Muncul di 200W SMA

Gambaran teknikal Bitcoin semakin menarik setelah Benjamin Cowen menyoroti penutupan mingguan BTC. Menurutnya, harga baru saja di bawah 200W SMA, salah satu indikator jangka panjang yang kerap diperhatikan pelaku pasar.

Cowen kemudian membandingkan kondisi saat ini dengan pergerakan Bitcoin pada 2022. Kala itu, BTC sempat terkapitulasi di bawah 200W SMA, memantul kembali, lalu kehilangan level tersebut pada pertengahan Agustus.

Pola yang hampir serupa kini kembali terlihat. Setelah mengalami tekanan cukup dalam, harga Bitcoin sempat memantul dari area sekitar US$58.000 sebelum kembali bergerak mendekati garis 200W SMA.

BACA JUGA:  Data Tenaga Kerja AS Ambruk, Bitcoin dan Emas Kompak Melesat

“Yang menarik, baik pada musim panas 2022 maupun 2026, Bitcoin sempat terkapitulasi di bawah 200W SMA, kemudian memantul, sebelum akhirnya kembali kehilangan level tersebut pada pertengahan Agustus,” pungkas Cowen di X, Senin (17/08/2026).

Bitcoin 200W SMA - Benjamin Cowen
Bitcoin 200W SMA – Benjamin Cowen

Kemiripan tersebut belum memastikan sejarah akan terulang dengan pola yang sama. Namun, struktur pergerakan BTC membuat area sekitar US$63.000 semakin penting untuk diperhatikan dalam menentukan arah berikutnya.

Jika BTC kembali kehilangan area tersebut, risiko pengujian ulang ke level yang lebih rendah dapat membesar. Sebaliknya, pergerakan kembali di atas 200W SMA bisa membantu meredam skenario bearish.

Volatilitas Harga Bitcoin di Awal Pekan Masih Tinggi

Selain level teknikal, perilaku harga BTC pada awal pekan juga memberi konteks yang cukup menarik. Maartunn mencatat lima Senin terakhir Bitcoin diwarnai pergerakan besar, menandakan volatilitas masih cukup tinggi.

Grafik yang dibagikan memperlihatkan beberapa sesi Senin menghasilkan ayunan tajam, baik ke atas maupun ke bawah. Kondisi seperti ini membuat awal pekan menjadi periode penting, terutama bagi trader jangka pendek.

BACA JUGA:  Harga XRP Siap Mengulang Ledakan 2024 dan Kalahkan Bitcoin

Di tengah volatilitas tersebut, peta level Bitcoin saat ini masih relatif jelas. US$63.000 menjadi area pertempuran utama, sedangkan US$68.700 menjadi level penting untuk mengonfirmasi pemulihan momentum.

Pergerakan Harga Bitcoin pada Hari Senin - Maartunn
Pergerakan Harga Bitcoin pada Hari Senin – Maartunn

Sementara itu, US$58.000 tetap menjadi support krusial yang perlu dipertahankan. Jika level tersebut jebol, tekanan jual berpotensi membuka jalan menuju US$55.000 sebagai area pertahanan berikutnya.

Namun, selama harga BTC masih berkonsolidasi di sekitar 200W SMA, arah berikutnya belum benar-benar terkonfirmasi. Pasar masih menunggu apakah Bitcoin mampu merebut kembali momentum atau kembali tertekan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait