Bitcoin kembali masuk zona rawan setelah serangkaian indikator on-chain dan teknikal menunjukkan tekanan yang mulai membesar.
Analis on-chain GugaOnChain di CryptoQuant pada Rabu (29/4/2026) memperingatkan bahwa struktur pasar saat ini berada di titik kritis, dengan risiko koreksi jangka pendek yang tidak bisa diabaikan.
Saat harga BTC bergerak di kisaran US$76.381, kombinasi absennya aliran modal institusional, distribusi whale, serta melemahnya likuiditas stablecoin mulai membentuk tekanan yang bisa mendorong harga lebih rendah dalam waktu dekat.
Dalam laporan terbarunya, GugaOnChain mengungkap indikator Institutional Spot Traction (IST) saat ini turun ke level nol. Kondisi ini menunjukkan minimnya keterlibatan investor institusional, khususnya dari Wall Street, dalam menyerap pasokan di pasar spot. Situasi tersebut membuat struktur harga BTC kehilangan penopang utama saat tekanan jual meningkat.
“Risiko koreksi kuat dalam jangka pendek tidak bisa dikesampingkan,” ujar GugaOnChain.
Tekanan tambahan datang dari data Exchange Whale Ratio yang telah menembus level kritis 0,7073, area yang sering dikaitkan dengan aktivitas distribusi besar oleh whale.
Dalam periode 30 hari terakhir, kelompok whale dengan kepemilikan lebih dari 10.000 BTC tercatat melepas sekitar 25.160 BTC. Distribusi ini memperlihatkan pelaku besar mulai mengurangi eksposur di tengah kondisi pasar yang mulai kehilangan daya tahan.
Whale Bergerak, Ritel Menjual, Struktur Bitcoin Kian Rapuh
Tekanan pada harga BTC juga diperkuat oleh penurunan indikator Binance USDT Refresh Rate Z-Score (SMA-30) ke level -1,75. Menurut GugaOnChain, kondisi itu mencerminkan menipisnya likuiditas stablecoin di Binance, yang berarti daya beli untuk menahan koreksi semakin melemah.

Di saat yang sama, indikator Binary CDD-SMA(7) di level 0,42 menunjukkan holder lama mulai memindahkan koin lama mereka ke bursa, pola yang kerap dihubungkan dengan aksi ambil untung.
Sementara data Sell-Side Demographics menunjukkan 97,66 persen arus masuk Bitcoin ke bursa dalam 24 jam terakhir berasal dari pemegang jangka pendek (STH), menandakan tekanan jual ritel mulai meningkat.
Di luar data on-chain, platform analitik Santiment juga mencatat sentimen pasar masih didominasi ekspektasi kenaikan menuju US$90.000 hingga US$99.000 dalam sepekan terakhir di media sosial seperti X, Reddit dan Telegram.

Namun Santiment menilai dominasi target tinggi tersebut justru mencerminkan fase FOMO, sementara pembicaraan tentang area US$50.000 hingga US$59.000 yang lebih sedikit menunjukkan rendahnya rasa takut (FUD), kondisi yang secara historis sering muncul menjelang koreksi pasar.
Sinyal Teknikal Harga BTC Mulai Mengarah ke Koreksi
Dari sisi teknikal, analis CryptoZ melihat harga BTC sedang membentuk pola Three Falling Peaks pada time frame 30 menit. Dalam analisisnya, CryptoZ menilai penolakan dari garis atas falling channel membuka peluang penurunan menuju area US$75.900, yang merupakan area puncak bulanan sebelumnya.

Menurutnya, jika harga BTC diterima di bawah level itu, maka breakout bearish bisa berlanjut menuju zona US$73.000. Namun jika terjadi breakout ke atas, harga masih berpotensi mengisi ketidakseimbangan harga sebelumnya dengan target retest bearish di area US$77.700 hingga US$78.200.
Pandangan serupa datang dari analis Klondike yang menyoroti pola double top setelah penolakan kuat di resistance US$79.000. Klondike mencatat harga BTC sebelumnya naik sekitar 22 persen dari US$65.000 ke US$79.000 tanpa koreksi sehat, sehingga tekanan turun dinilai mulai wajar muncul.

Dalam skenario Klondike, zona US$73.000 hingga US$74.000 kini menjadi support utama yang menentukan arah berikutnya. Selama area itu bertahan, tren naik jangka menengah dinilai masih aman. Namun jika support tersebut jebol, tekanan jual berpotensi membawa harga BTC masuk ke fase koreksi yang lebih dalam.
Secara keseluruhan, harga BTC saat ini berada dalam fase yang sangat sensitif karena tekanan datang dari banyak arah sekaligus, mulai dari distribusi whale, melemahnya likuiditas stablecoin, hingga meningkatnya tekanan jual ritel.
Di saat sentimen pasar masih dipenuhi ekspektasi bullish, data on-chain dan struktur teknikal justru menunjukkan risiko koreksi ke area US$73.000–US$74.000 masih terbuka, menjadikan fase ini sebagai titik penentuan arah Bitcoin dalam jangka pendek.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


