Harga BTC Hari Ini Melemah ke US$79.500, Ada Risiko Koreksi Lanjutan?

Harga BTC hari ini kembali melemah setelah sempat menyentuh area US$82.000. Tekanan pasar muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari memanasnya konflik Iran dan AS hingga munculnya kekhawatiran terkait isu Hantavirus.

Harga BTC Tertahan di Resistance Kuat

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin turun ke area US$79.500 setelah mencoba menembus US$83.000. Koreksi ini terjadi di tengah meningkatnya sentimen risk-off akibat memanasnya konflik AS dan Iran usai laporan serangan terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz.

Di saat yang sama, pasar juga dihantui kekhawatiran baru setelah kemunculan Hantavirus dikonfirmasi di kapal pesiar MV Hondius. Ketakutan terhadap potensi pandemi baru membuat aset berisiko seperti kripto kembali mengalami tekanan jual jangka pendek.

Namun, penurunan ini terjadi saat BTC sedang menguji area teknikal penting. Analis kripto ternama, Jelle, menyoroti bahwa Bitcoin untuk pertama kalinya sejak 2025 kembali menguji cluster MA dan EMA utama.

“Uji pertama cluster MA/EMA 200 hari sejak Oktober 2025, dan harga BTC tampaknya mulai menemukan resistance di area tersebut. Apakah range baru sedang terbentuk? Mari kita lihat,” tulisnya di X, Kamis (07/05/2026).

BACA JUGA:  Sistem Bitcoin Bisa Bekukan Jutaan BTC, Proposal Baru Ramai Dibahas
Bitcoin Mencoba Melewati 200-Day MA dan EMA - Jelle
Bitcoin Mencoba Melwati 200-Day MA dan EMA – Jelle

Dari grafik tersebut, Bitcoin memang terlihat sedang berada di area krusial antara support dan resistance level besar. Jika gagal bertahan, pasar berpotensi kembali membentuk range baru dengan volatilitas tinggi dalam beberapa minggu ke depan.

Fase Bottom BTC Mulai Diperdebatkan

Di tengah kondisi pasar Bitcoin yang masih belum stabil, sebagian analis mulai membahas kemungkinan bahwa bottom BTC sebenarnya sudah terbentuk. Namun, tidak semua pihak sepakat dengan narasi tersebut.

Analis dari CryptoQuant, IT Tech, lewat analisis yang dibagikan pada  Kamis (07/05/2026) mengatakan bahwa area US$88.880 menjadi level yang harus ditembus sebelum pasar bisa benar-benar mengonfirmasi fase bottom.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Bottom sudah terbentuk, semua orang mulai mengatakan itu. Namun agar bottom benar-benar terkonfirmasi, harga harus mampu menembus US$88.880 dan bertahan di atasnya, bukan hanya sekadar menyentuh lalu gagal,” jelasnya.

BACA JUGA:  Waspada! Sinyal Ini Buka Jalan Harga Bitcoin ke 93 Ribu Dolar

Ia menambahkan bahwa level tersebut dapat mengembalikan investor jangka pendek ke posisi profit sekaligus mengurangi tekanan jual. Data Realized Price UTXO Age Bands juga menunjukkan area itu menjadi titik krusial bagi holder jangka menengah.

Bitcoin Realized Price UTXO Age Bands - CryptoQuant IT Tech
Bitcoin Realized Price UTXO Age Bands – CryptoQuant IT Tech

Artinya, selama harga Bitcoin masih bergerak di bawah level tersebut, pasar dinilai masih rentan. Reli BTC tetap bisa terjadi, tetapi belum cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan tren secara penuh.

Reli Bitcoin Dinilai Masih Rapuh

Sementara itu, prediksi yang dibagikan oleh analis Axel Adler Jr pada hari yang sama justru memperlihatkan sinyal yang lebih mengkhawatirkan. Menurutnya, kenaikan harga BTC belakangan ini tidak dibarengi peningkatan demand.

“Kombinasi kondisi saat ini menunjukkan reli Bitcoin masih lemah: harga memang bertahan, tetapi permintaan dari Coinbase dinilai belum cukup kuat,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa indikator Inter-Exchange Flow Pulse (IFP) Coinbase masih berada di bawah rata-rata 90 hari. Selain itu, Coinbase Premium Index juga kembali masuk zona negatif, menandakan tekanan beli dari investor AS mulai melemah.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Turun, Tiga Sinyal Ini Disebut Bisa Picu Lonjakan Besar
Bitcoin Coinbase Premium Index - Axel Adler Jr
Bitcoin Coinbase Premium Index – Axel Adler Jr

Dalam laporannya, Axel menyebut kondisi ini sebagai “rally without confirmation.” Dengan kata lain, harga memang naik, tetapi aliran dana yang mendukung kenaikan tersebut belum cukup solid.

Data menunjukkan IFP Coinbase berada di 497,7 ribu, sedikit di bawah rata-rata 90 harinya di 501,1 ribu. Sementara Coinbase Premium Index di -0,0109, memperlihatkan lemahnya minat beli di AS. Jika kondisi ini terus berlanjut, BTC berisiko mengalami local momentum failure

Bitcoin IFP Coinbase - Axel Adler Jr
Bitcoin IFP Coinbase – Axel Adler Jr

Secara keseluruhan, reli Bitcoin masih dinilai rapuh karena belum didukung demand yang kuat. Pasar kini menunggu apakah harga mampu merebut level krusial atau justru melanjutkan koreksi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait