Harga BTC Hari Ini Sentuh US$81.000, Breakout atau False Signal?

Harga BTC hari ini kembali mencuri perhatian setelah berhasil menyentuh area US$81.000. Pergerakan ini memicu pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar: apakah ini sinyal breakout yang valid, atau justru jebakan sebelum koreksi?

Struktur Teknikal BTC Menguat, Support Level Terus Naik

Dari sisi teknikal, tren jangka panjang Bitcoin masih terlihat kuat. Grafik mingguan menunjukkan arah naik dengan struktur yang semakin solid.

Data yang dibagikan oleh analis James van Straten di X pada Senin (04/05/2026) menunjukkan bahwa garis 200-week moving average (200W-MA) kini telah berada di atas US$60.000.

Kondisi ini menandakan bahwa fondasi harga terus bergerak naik. Support level pun ikut bergeser, membentuk lantai harga baru yang lebih tinggi dibandingkan siklus sebelumnya.

Bitcoin 200W-MA - James Van Straten
Bitcoin 200W-MA – James Van Straten

Selain itu, harga BTC saat ini masih berada di atas 200D-MA di kisaran US$83.500. Area ini menjadi indikator penting untuk menjaga tren jangka menengah agar tetap bullish.

BACA JUGA:  Strategy Makin Agresif, Rp17 Triliun Dikucurkan untuk Borong Bitcoin

Meski harga Bitcoin sempat mengalami koreksi, struktur pasar belum menunjukkan pelemahan yang besar. Pola pergerakan masih cenderung stabil dalam tren naik.

Selama harga Bitcoin bertahan di atas area US$76.000–US$78.000, bias bullish tetap dominan dan peluang kenaikan lanjutan masih terbuka.

Arus ke Exchange Naik, Tapi Tekanan Jual Belum Terlihat

Di sisi on-chain, arus dana ke exchange meningkat, dengan +8.512 BTC masuk ke platform trading. Lonjakan ini biasanya dikaitkan dengan potensi tekanan jual, namun menurut analis Axel Alder Jr, kondisi saat ini menunjukkan dinamika yang berbeda.

“Koin memang mulai bergerak ke bursa, tetapi para holder Bitcoin belum melepas asetnya di tengah reli,” tulisnya di X, Senin (04/05/2026). 

Artinya, meskipun koin berpindah ke exchange, pelaku pasar belum benar-benar menjual di pasar spot. Fenomena ini kerap muncul dalam fase bullish lanjutan, saat investor memilih menahan posisi sambil menunggu harga lebih tinggi. 

BACA JUGA:  Bitcoin Masuk Fase Penentuan, Regulasi AS dan Sinyal Akumulasi Jadi Sorotan
Bitcoin Exchange Netflow - Axel Adler Jr
Bitcoin Exchange Netflow – Axel Adler Jr

Jika tren ini berlanjut, tekanan jual jangka pendek berpotensi tetap terbatas, sehingga harga BTC saat ini masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan berikutnya.

Breakout Bitcoin Masih Menunggu Konfirmasi

Dari sisi price action, harga Bitcoin terus menguji area resistance US$80.000. Menurut analis kripto Jelle, pola ini mencerminkan tekanan beli yang masih kuat, bukan sekadar pergerakan acak. 

“Harga BTC terus merangkak naik secara perlahan, berulang kali mengetuk level US$80 ribu,” jelasnya di X, Senin (04/05/2026).

Likuidasi posisi short juga mendorong kenaikan harga BTC. Kondisi ini menjadi bahan bakar tambahan bagi pergerakan naik, sekaligus memperkuat struktur higher low yang mulai terbentuk.

Seiring dengan itu, setiap koreksi cenderung tertahan di level yang lebih tinggi. Pola ini menegaskan bahwa tren naik mulai berkembang secara lebih solid.

Super! Ini Sinyal Meyakinkan Harga Bitcoin Bidik 100 Ribu Dolar

Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga mulai mendukung. Hal ini dipicu oleh kabar terkait injeksi likuiditas oleh Federal Reserve serta pembahasan CLARITY Act oleh Senat AS.

BACA JUGA:  Di Balik Tekanan The Fed, Bitcoin Ternyata Masuk Fase Akumulasi

Secara keseluruhan, harga BTC hari ini berada di titik krusial. Meski struktur teknikal dan sentimen mulai menguat, pasar masih menunggu konfirmasi berupa breakout di atas US$81.000 yang berkelanjutan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait