Pergerakan harga BTC dalam beberapa hari terakhir memang menarik untuk diikuti. Setelah sempat tertahan di bawah US$80.000, Bitcoin akhirnya menyentuh area US$82.000 sebelum kembali mengalami koreksi.
Di tengah optimisme pasar yang mulai tumbuh, sejumlah analis justru mengingatkan bahwa reli Bitcoin masih berada di titik yang cukup rentan. Jika gagal menembus level penting, BTC disebut berisiko mengalami koreksi besar hingga ke area US$50.000.
Area US$84.000 Jadi Penentu Arah Bitcoin
Perusahaan analitik TradingShot menilai area US$84.000 menjadi level krusial bagi Bitcoin saat ini. Dalam analisis yang diunggah pada Rabu (06/05/2026), mereka menyebut harga BTC tengah menguji garis rata-rata pergerakan 200 hari atau MA200.
Menurut TradingShot, pola pergerakan Bitcoin saat ini memiliki kemiripan dengan kondisi pada 2022. Saat itu, BTC sempat mencoba merebut MA200 setelah kehilangan support penting, namun gagal bertahan dan kembali jatuh ke titik terendah baru.
“Bitcoin sedang menguji MA200 harian, yang menjadi resistance paling krusial dalam siklus bear market. Di saat yang sama, BTC juga telah memasuki Pivot Zone yang terbentuk dari area lower low sebelumnya,” tulis TradingShot.

Mereka juga menyoroti kemunculan “Stepping Stones”, yakni struktur harga yang sebelumnya muncul ketika tren penurunan terjadi. Jika pola kembali terkonfirmasi lewat penolakan di area resistance, maka potensi kelanjutan bear market dinilai masih terbuka lebar.
TradingShot memperingatkan bahwa kegagalan menembus area US$84.000 pada time frame mingguan, dapat membuka jalan bagi BTC untuk turun menuju US$50.000. Sebaliknya, apabila BTC berhasil breakout dan mengubah resistance (area US$84.000) menjadi support, maka skenario bearish berpotensi batal terjadi.
Sinyal Bearish Masih Mengintai Kenaikan BTC
Meski ancaman koreksi cukup besar, sebagian analis melihat masih ada peluang bagi Bitcoin untuk mempertahankan struktur bullish jangka menengahnya. Fokus utama saat ini tertuju pada area support penting di US$78.000.
Zona ini dikenal sebagai bull market support band, yang terbentuk dari kombinasi SMA20D dan EMA21W. Dalam siklus pasar sebelumnya, area ini kerap menjadi penopang utama saat harga mengalami koreksi sehat sebelum kembali melanjutkan tren naik.
Analis Cryptic Trades menilai struktur pasar masih terjaga selama harga BTC mampu bertahan di atas area support. Ia juga menyebut area US$76.000, yang menjadi dasar harga pada April 2025, sebagai support penting yang perlu dipertahankan.
“Menurut saya, selama harga Bitcoin masih mampu bertahan di atas area ini, struktur pasar secara keseluruhan masih tetap terjaga,” tulisnya di X, Rabu (06/05/2026).

Namun demikian, Cryptic Trades tetap mengingatkan bahwa area US$84.000 kemungkinan besar masih akan menjadi titik penolakan jangka pendek. Artinya, meski harga BTC sedang melejit, tekanan jual dari para pelaku pasar belum benar-benar hilang.
Reli Bitcoin Belum Sepenuhnya Aman
Pergerakan harga BTC saat ini menunjukkan pasar masih berada di fase krusial. Meski berhasil bertahan di atas US$80.000 dan memicu optimisme baru, sejumlah indikator teknikal masih mengisyaratkan potensi tekanan bearish.
Karena itu, area US$84.000 kini menjadi level yang dipantau ketat oleh trader dan investor. Jika berhasil ditembus, harga Bitcoin berpeluang melanjutkan pemulihan. Namun, jika ditolak, risiko koreksi yang lebih dalam masih terbuka.
Artinya, reli Bitcoin memang terlihat kuat, tetapi belum sepenuhnya aman. Selama resistance utama belum berhasil ditembus secara meyakinkan, ancaman penurunan masih membayangi pasar kripto.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


