Harga Bitcoin (BTC) dinilai masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan meski sebagian besar pelaku pasar mulai meyakini bahwa reli telah mencapai puncaknya.
Sejumlah analis melihat struktur teknikal Bitcoin belum menunjukkan sinyal pembalikan tren yang kuat, sementara sentimen di pasar derivatif juga mulai membaik setelah sempat tertekan dalam beberapa bulan terakhir.
Pandangan tersebut muncul di tengah koreksi harian Bitcoin yang masih terbatas. Selama struktur higher high dan higher low tetap bertahan, peluang harga BTC menembus resistance utama dinilai masih terbuka. Jika skenario tersebut terjadi, banyak trader yang saat ini mengambil posisi bearish berisiko terjebak karena salah membaca arah pasar.
Struktur Bullish Bitcoin Dinilai Belum Berakhir
Analis SuperBro menilai keyakinan sebagian pelaku pasar bahwa Bitcoin telah membentuk puncak masih terlalu dini. Menurutnya, pergerakan pada grafik harian masih mempertahankan pola kenaikan bertahap, sehingga tren bullish secara teknikal belum dinyatakan berakhir.
Ia melihat potensi breakout justru masih kurang diperhitungkan pasar. Jika resistance di time frame tinggi berhasil ditembus, harga BTC berpeluang bergerak lebih agresif karena posisi trader yang terlalu cepat bersikap bearish dapat memicu penutupan posisi short secara massal.

Secara teknikal, area US$66.000–US$67.000 menjadi resistance terdekat yang bertepatan dengan garis tren turun sejak rekor harga tertinggi (ATH). Apabila level tersebut berhasil ditembus, ruang kenaikan Bitcoin diperkirakan terbuka menuju zona fair value gap (FVG) di kisaran US$68.000–US$70.000.
Di atasnya, area US$71.500–US$73.000 dan US$74.500–US$76.500 menjadi target teknikal berikutnya apabila momentum bullish terus berlanjut. Sementara itu, area US$63.000–US$64.000 dipandang sebagai support penting yang perlu dipertahankan agar struktur tren naik tetap utuh.
Harga BTC Hadapi Tekanan, Area Support Jadi Penentu
Di sisi lain, analis GainMuse melihat bahwa jalur menuju US$67.000 kini mulai menghadapi tantangan setelah pembeli gagal mempertahankan support utama pada pola wedge. Bitcoin juga ditolak di area resistance menurun dan turun di bawah dasar wedge pada kisaran US$65.500–US$65.700.

Menurutnya, harga BTC masih berpeluang menghidupkan kembali skenario rebound apabila mampu segera merebut kembali level US$65.700. Sebaliknya, selama harga bertahan di bawah area tersebut, perhatian pasar akan tertuju pada zona demand US$65.200–US$65.000 sebagai support berikutnya.
GainMuse juga mencatat Bitcoin turun sekitar 1,7 persen menuju US$64.700 di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang umumnya menjadi hambatan bagi aset berisiko.
Di sisi lain, arus dana Bitcoin ETF dalam dua pekan terakhir juga masih relatif terbatas, sekitar US$273 juta, setelah sebelumnya mencatat arus keluar lebih dari US$8 miliar selama delapan pekan berturut-turut.
Selain itu, open interest pasar kripto meningkat sekitar 3,45 persen, sementara total likuidasi dalam 24 jam mencapai sekitar US$204 juta, menunjukkan aktivitas perdagangan derivatif masih cukup tinggi meski pergerakan harga melemah.
Funding Rate Pulih, Pasar Spot Jadi Penentu Tren
Di sisi lain, analis XWIN Japan di CryptoQuant melihat tanda-tanda pemulihan sentimen di pasar berjangka Bitcoin berdasarkan perkembangan funding rate perpetual futures Binance.
Setelah cukup lama berada di wilayah negatif, funding rate kini kembali bergerak ke area positif, yang menunjukkan tekanan bearish mulai mereda dan minat terhadap posisi long perlahan meningkat.

Meski demikian, XWIN Japan menilai kondisi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan dimulainya bull market baru. Ia menjelaskan bahwa kenaikan funding rate yang terlalu cepat justru dapat menandakan penggunaan leverage pada posisi long mulai berlebihan, sementara permintaan dari pasar spot masih belum cukup kuat untuk menopang kenaikan harga.
“Pemulihan funding rate merupakan sinyal yang menggembirakan, tetapi konfirmasi dari permintaan pasar spot tetap diperlukan,” ujar XWIN Japan.
Menurut analis tersebut, kondisi pasar saat ini lebih mencerminkan proses normalisasi dibandingkan reli yang terlalu panas.
Sentimen investor memang membaik dibandingkan periode pesimisme beberapa bulan sebelumnya, tetapi tren kenaikan yang berkelanjutan tetap membutuhkan dukungan pembelian di pasar spot, terutama melalui arus masuk Bitcoin ETF dan permintaan institusional yang lebih kuat.
Dengan kombinasi struktur teknikal yang masih bertahan, perbaikan sentimen di pasar derivatif, serta peluang breakout di area resistance utama, harga BTC masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan.
Namun, konfirmasi dari permintaan spot tetap menjadi faktor penentu apakah momentum tersebut mampu berkembang menjadi tren bullish yang lebih kuat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


