Harga Ethereum (ETH) menunjukkan perubahan momentum setelah mencatat kenaikan kuat sepanjang Agustus 2026, membuka peluang bagi aset kripto terbesar kedua tersebut untuk melanjutkan pemulihan menuju level yang lebih tinggi.
Pada saat artikel ini disusun, harga ETH berada di sekitar US$2.458, setara Rp43,61 juta, dengan kenaikan 0,78 persen dalam 24 jam terakhir.
Performa tersebut memperpanjang penguatan ETH sebesar 1,40 persen dalam tujuh hari terakhir. Dalam cakupan lebih luas, aset kripto itu telah melonjak 28,22 persen selama 30 hari, menunjukkan perubahan kuat dibandingkan tekanan harga pada periode sebelumnya.
Meski demikian, pergerakan berikutnya masih akan bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan momentum beli setelah reli bulanan tersebut.
Harga ETH Keluar dari Bayang-bayang Bear
Analis kripto Gerla menilai struktur teknikal Ethereum pada time frame harian telah berbalik menjadi bullish. Grafik yang dibagikannya menunjukkan perubahan pola setelah ETH membentuk dasar di sekitar US$1.500–US$1.700, kemudian bergerak naik hingga menembus level US$2.400.
Perubahan tersebut menjadi dasar proyeksi bahwa tren turun yang sebelumnya mendominasi pasar mulai kehilangan kendali.

Dalam skenario tersebut, harga ETH diperkirakan tidak bergerak secara vertikal menuju target utama, tetapi melewati sejumlah fase konsolidasi. Area sekitar US$2.300–US$2.600 menjadi zona pertama yang perlu dilewati dan dipertahankan sebelum ruang kenaikan berikutnya terbuka.
Apabila ETH mampu keluar dari kawasan itu, Gerla memproyeksikan pergerakan menuju area US$2.900–US$3.300. Zona tersebut diperkirakan kembali menjadi tempat konsolidasi sebelum potensi ekspansi harga berikutnya menuju kisaran US$4.200–US$4.800.
Target awal dari keseluruhan struktur bullish tersebut berada di US$5.000. Namun, proyeksi itu mensyaratkan ETH tetap mempertahankan struktur kenaikan dan membentuk higher low saat mengalami koreksi.
Dengan demikian, kemampuan harga ETH menjaga area breakout sekitar US$2.300 menjadi salah satu faktor penting bagi keberlanjutan skenario tersebut.
ETH Makin Langka di Bursa, Tapi Buyer Belum Ikut Berlari
Di sisi on-chain, analis CryptoOnchain di CryptoQuant menemukan perkembangan yang mendukung sisi pasokan Ethereum.
Berdasarkan analisis terbarunya, ETH ditutup pada US$2.443, sekitar 3 persen lebih rendah dibandingkan US$2.517 pada 21 Agustus. Namun, pergerakan relatif mendatar itu justru dibarengi arus keluar ETH yang besar dari bursa.

Rata-rata netflow tercatat minus 23.512 ETH per hari, atau sekitar 148 persen lebih rendah dibandingkan baseline kuartalan. Pada 28 Agustus saja, netflow mencapai minus 82.035 ETH, menjadi penarikan harian terbesar selama periode pengamatan tersebut.
Kondisi ini mengindikasikan pasokan ETH di platform perdagangan terus berkurang ketika harga ETH belum mencatat ekspansi lanjutan.
Pada saat bersamaan, tingkat staking ETH2 meningkat secara konsisten selama 14 sesi, dari 34,48 persen menjadi 34,93 persen tanpa sekalipun mengalami penurunan. Artinya, terdapat dua saluran yang secara bersamaan menyerap pasokan likuid, yakni ETH yang ditarik dari bursa serta ETH yang dikunci dalam kontrak staking.
Aktivitas on-chain juga bergeser menuju transaksi bernilai lebih besar. Median nilai token yang ditransfer naik menjadi US$10,97 atau 314 persen di atas baseline kuartalan, sedangkan median nilai transaksi meningkat menjadi US$9,95.
Median biaya transaksi turut naik menjadi US$0,05. Sementara itu, rata-rata funding rate Binance berada di 0,01, menunjukkan kecenderungan positif di pasar derivatif.

Meski pasokan likuid menyusut, CryptoOnchain menilai konfirmasi dari permintaan spot masih terbatas. Coinbase Premium Index hanya sempat berada di wilayah positif pada 26 dan 27 Agustus sebelum kembali mendekati nol pada 28 Agustus. Kondisi tersebut menunjukkan pengurangan pasokan belum dibarengi tekanan beli spot yang konsisten.
“Saat ini, sisi pasokan mengonfirmasi, tetapi sisi permintaan belum memberikan konfirmasi yang kuat,” ungkapnya.
Karena itu, peluang harga ETH meneruskan reli menuju zona teknikal berikutnya akan semakin kuat apabila arus keluar bursa tetap negatif, staking rate terus meningkat dan Coinbase Premium mampu bertahan positif.
Kombinasi tersebut dapat menunjukkan bahwa penyusutan pasokan mulai bertemu dengan permintaan spot yang lebih solid, faktor yang dibutuhkan untuk menopang skenario harga ETH menuju US$5.000.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


