Harga Ethereum kembali berada di bawah sorotan setelah pergerakannya di sekitar US$2.400–US$2.500 dibayangi tekanan dari pasar derivatif dan sinyal teknikal yang menunjukkan volatilitas belum mereda.
Di Binance, aktivitas perdagangan futures bahkan kini jauh melampaui pasar spot, memperlihatkan perubahan besar dalam struktur transaksi dibandingkan periode ketika Ethereum berada di kawasan harga serupa beberapa bulan lalu.
Pergerakan tersebut terjadi ketika pelaku pasar masih mencari arah baru setelah ETH mengalami volatilitas tajam sepanjang tahun.
Dominasi kontrak berjangka membuat pergerakan harga ETH semakin sensitif terhadap perubahan posisi trader dengan leverage, sementara aktivitas spot yang relatif lebih kecil menunjukkan komposisi perdagangan saat ini berbeda dibandingkan April maupun akhir 2025.
Harga ETH Kehilangan Pijakan, Seller Belum Mau Pulang
Analis kripto Gerla menilai Ethereum terlihat siap memasuki leg penurunan berikutnya. Dalam grafik harian, ia menyoroti perubahan struktur dari tren bullish menuju bearish setelah terbentuk pola double top dan harga meninggalkan area neckline.

Pada grafik tersebut, dua puncak membentuk resistance utama sebelum terjadi breakdown dari neckline. Selepas penembusan itu, pergerakan ETH mengalami displacement kuat dan kemudian memasuki fase konsolidasi di sekitar US$2.400–US$2.550.
Area sempit tersebut menjadi salah satu zona penting yang perlu diperhatikan karena harga ETH belum memperlihatkan pemulihan struktur yang meyakinkan.
Gerla menggambarkan konsolidasi tersebut sebagai jeda di tengah struktur bearish, bukan konfirmasi bahwa tekanan jual telah berakhir.
Grafik Gerla juga menandai sejumlah level struktural, termasuk resistance dan neckline yang telah ditembus serta zona target lanjutan. Namun, grafik menggunakan skala harga terbalik, sehingga posisi visual yang semakin ke bawah justru menunjukkan angka harga yang lebih tinggi.
Karena itu, proyeksi arah pada ilustrasi perlu dibedakan dari pembacaan nominal level harga pada sumbu kanan dan tidak dapat diterjemahkan langsung sebagai target harga yang lebih rendah.
Dengan kondisi tersebut, konsolidasi di sekitar US$2.400 menjadi area yang menentukan. Kemampuan buyer mempertahankan dan membawa harga ETH keluar dari tekanan dapat melemahkan skenario bearish, sedangkan kegagalan membangun struktur pemulihan berpotensi mempertahankan volatilitas tinggi dalam jangka pendek.
Futures Menggila, Spot Malah Makin Tenggelam
Tekanan lain datang dari perubahan struktur perdagangan Ethereum di Binance. Analis Amr Taha di CryptoQuant mencatat bahwa, Spot-to-Futures Volume Ratio Binance untuk Ethereum berada di 8,63 persen.

Angka tersebut berarti volume futures mencapai sekitar 11,6 kali volume spot, meskipun harga ETH kembali diperdagangkan di sekitar US$2.400, kawasan yang relatif dekat dengan level akhir April.
“ETH kembali ke zona harga lama, tetapi struktur perdagangan Binance berubah sangat tajam,” ujar Taha.
Perbandingannya dengan April menunjukkan perubahan yang besar. Pada 13 April, rasio spot terhadap futures masih mencapai 45,2 persen, atau setara dengan volume futures sekitar 2,2 kali pasar spot. Dengan demikian, kelipatan futures terhadap spot saat ini telah meningkat lebih dari lima kali dibandingkan pertengahan April.
Perbedaannya semakin terlihat jika dibandingkan dengan 14 November 2025, ketika rasio tersebut mencapai 114 persen, yang berarti volume spot sedikit lebih besar daripada futures. Kini, pembacaan 8,63 persen menunjukkan aktivitas Ethereum di Binance telah bergeser secara drastis menuju pasar derivatif.
Taha juga menyoroti bahwa periode-periode sebelumnya diikuti koreksi besar. Harga ETH turun sekitar 45 persen dari 14 November hingga 6 Februari, sedangkan kondisi pada 13 April kemudian diikuti pelemahan sekitar 35 persen hingga 6 Juni. Namun, ia menegaskan pola historis tersebut tidak membuktikan hubungan prediktif terhadap pergerakan berikutnya.
Karena itu, data tersebut lebih menunjukkan perubahan struktur daripada memberikan kepastian arah. Ethereum kini kembali ke kawasan harga yang pernah dikunjungi sebelumnya, tetapi dengan pasar yang jauh lebih didominasi futures.
Kombinasi struktur teknikal yang masih rapuh dan dominasi derivatif tersebut membuat harga ETH menghadapi fase penting untuk menentukan apakah konsolidasi mampu bertahan atau tekanan berikutnya kembali muncul.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


