Harga ETH Bidik US$2.780, Pola Bullish Ini Tinggal Tunggu Konfirmasi

Harga Ethereum (ETH) berupaya mempertahankan momentum pemulihan setelah kembali bergerak di sekitar US$2.450–US$2.470.

Pergerakan terbaru menempatkan Ethereum di dekat area teknikal penting, ketika pasar menunggu kepastian arah berikutnya di tengah perhatian terhadap rilis data inflasi konsumen AS.

Ethereum masih bergerak di bawah area resistance US$2.525–US$2.545 yang beberapa kali membatasi kenaikan sejak akhir Agustus.

Pada saat yang sama, pembeli terus mempertahankan serangkaian titik terendah yang semakin tinggi. Kombinasi kedua struktur tersebut membuat pergerakan harga ETH semakin menyempit dan mendekati fase penentuan arah.

Harga ETH Makin Terjepit, Satu Breakout Bisa Buka Jalan ke US$2.780

Analis kripto Zayk menyoroti terbentuknya pola ascending triangle pada time frame 4 jam. Pola tersebut ditandai oleh resistance horizontal di sekitar US$2.525–US$2.545 dan garis tren naik yang menghubungkan sejumlah titik terendah sejak pertengahan Agustus.

analisis ETH 12 sep

Pada grafik yang dibagikan Zayk, harga ETH berada sekitar US$2.469 setelah sebelumnya menguji kembali garis tren naik di kisaran US$2.430–US$2.450. Pantulan dari area tersebut menjaga struktur higher low tetap utuh, tetapi belum memberikan konfirmasi breakout karena Ethereum masih berada di bawah batas atas pola.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Belum Temukan Bottom? Analis Soroti 35 Hari Krusial

Area US$2.525–US$2.545 dengan demikian menjadi zona yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi skenario bullish.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Satu breakout yang bersih dapat menjadi pemicu pergerakan berikutnya setelah periode konsolidasi yang berlangsung selama beberapa pekan,” ungkapnya.

Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, proyeksi yang ditampilkan pada grafik mengarah ke sekitar US$2.780, setara dengan kenaikan sekitar 8,6 persen dari zona breakout yang digunakan dalam pengukuran. Target tersebut merupakan proyeksi teknikal pola dan bukan harga yang telah dicapai Ethereum.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan trendline naik akan melemahkan struktur tersebut. Area sekitar US$2.430 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan, disusul US$2.400 apabila tekanan jual meningkat. Support berikutnya berada di sekitar US$2.370–US$2.380, yang sebelumnya menjadi area pembentukan swing low pada awal September.

Jelang CPI AS, US$495 Juta ETH Malah Membanjiri Bitfinex

Di luar struktur teknikal, data on-chain menunjukkan perbedaan besar dalam arus Ethereum di sejumlah bursa kripto utama.

Analis Amr Taha di CryptoQuant mencatat Bitfinex menerima positive netflow ETH sekitar US$495 juta, sementara Binance dan OKX justru membukukan penarikan bersih dalam jumlah besar menjelang rilis indeks harga konsumen atau CPI AS.

BACA JUGA:  Harga XRP Punya Setup Baru, Analis Lihat Peluang Reli 160 Persen

ETH netflow 12 sep

Menurut Taha, inflow atau arus masuk ke Bitfinex tersebut merupakan yang terbesar sejak 2 Februari 2025, ketika positive netflow tercatat sekitar US$365 juta. Dengan demikian, angka terbaru sekitar 36 persen lebih tinggi dibandingkan level pembanding tersebut dan menjadi inflow ETH terbesar Bitfinex dalam sekitar 19 bulan.

Pada hari yang sama, Binance mencatat net outflow atau arus keluar bersih sekitar US$244 juta, sedangkan OKX membukukan sekitar US$99 juta. Secara gabungan, sekitar US$343 juta ETH keluar secara bersih dari kedua bursa tersebut.

Binance juga sekitar 22 persen lebih besar dibandingkan US$200 juta yang tercatat pada 5 Juni, sementara angka OKX relatif dekat dengan outflow sekitar US$97 juta pada tanggal yang sama.

Perbedaan antarbursa itu cukup lebar. Inflow US$495 juta di Bitfinex sekitar 44 persen lebih besar dibandingkan gabungan outflow Binance dan OKX. Positive netflow menunjukkan jumlah ETH yang masuk ke sebuah bursa lebih besar daripada yang keluar, sedangkan negative netflow menunjukkan kondisi sebaliknya.

BACA JUGA:  Apakah XRP Akan Naik Lagi di 2026? Ini Faktor yang Bisa Menentukan Harganya

Namun, data tersebut tidak dapat digunakan sendirian untuk menyimpulkan bahwa ETH yang masuk ke bursa akan segera dijual. Taha menekankan keterbatasan interpretasi arus tersebut.

“Pergerakan ini tidak dengan sendirinya menunjukkan apakah aset tersebut nantinya dimaksudkan untuk dijual,” ujar Taha.

Divergensi tersebut muncul ketika harga ETH berada dekat US$2.450 dan pelaku pasar bersiap menghadapi data CPI AS, yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter serta volatilitas aset berisiko.

Dengan arus bursa yang terbelah tajam dan harga semakin mendekati ujung pola ascending triangle, area US$2.525–US$2.545 tetap menjadi batas utama yang menentukan apakah proyeksi menuju US$2.780 memperoleh konfirmasi teknikal.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait