Harga Ethereum (ETH) menghadapi tekanan jual setelah kehilangan area support jangka pendek di sekitar US$2.420.
Berdasarkan pergerakan pada grafik 4 jam, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut diperdagangkan di kisaran US$2.398, setelah sebelumnya sempat bergerak di atas US$2.500.
Pelemahan itu membawa harga ETH mendekati sejumlah area support yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. Kawasan US$2.330 menjadi level penting terdekat, sementara area sekitar US$2.290–US$2.310 muncul sebagai zona support berikutnya jika tekanan jual berlanjut.
Meski demikian, skenario penurunan tersebut juga membuka kemungkinan terbentuknya momentum pembalikan setelah koreksi selesai.
Harga ETH Belum Selesai Turun, Tapi US$2.300 Bisa Jadi Titik Balik
Analis kripto Crypto Tony melihat struktur pergerakan Ethereum saat ini masih berada dalam fase koreksi. Berdasarkan skenario Elliott Wave pada grafik empat jam yang dibagikannya, ETH diperkirakan sedang menjalani wave (c), dengan pergerakan di dalamnya terbagi menjadi lima gelombang lebih kecil dari (i) hingga (v).

Dalam skenario tersebut, harga ETH tidak diproyeksikan langsung bergerak menuju US$2.300. Sebelum penurunan berikutnya, terdapat peluang pantulan jangka pendek menuju kisaran US$2.420–US$2.450 yang akan membentuk wave (iv). Area ini sebelumnya juga berfungsi sebagai level horizontal penting dalam struktur harga.
Namun, pantulan tersebut belum menjadi konfirmasi bahwa koreksi Ethereum telah selesai. Crypto Tony memperkirakan ETH masih dapat memasuki wave (v), yang berpotensi membawa harga kembali turun menuju US$2.330 dan kemudian mendekati kisaran US$2.290–US$2.310.
“Naik sedikit lebih dulu, lalu turun lebih dalam sebelum kembali menguat,” ungkapnya.
Area sekitar US$2.300 menjadi penting karena berdekatan dengan batas bawah struktur harga yang ditampilkan pada grafik. Jika skenario tersebut terbentuk, tekanan jual menuju kawasan itu justru berpotensi menghasilkan divergence, yakni ketika pergerakan harga dan indikator momentum mulai menunjukkan arah yang berbeda.
Divergence tersebut menjadi bagian penting dari skenario pemulihan yang dipantau Tony. Setelah wave (v) selesai, harga ETH berpeluang berbalik naik dan kembali menguji US$2.420–US$2.430. Jika area itu berhasil direbut kembali, resistance sekitar US$2.540 menjadi salah satu level berikutnya yang perlu diperhatikan.
Dengan demikian, proyeksi menuju US$2.300 bukan merupakan target akhir dalam skenario tersebut. Pergerakan turun justru dipandang sebagai bagian dari penyelesaian struktur koreksi sebelum peluang rebound yang lebih besar muncul.
Namun, skenario itu tetap bergantung pada respons harga di sekitar support dan konfirmasi pembalikan setelah penurunan terjadi.
709 Ribu ETH Masuk Binance, Ada Apa di Balik Arus Besar Ini?
Di tengah struktur teknikal tersebut, data on-chain menunjukkan peningkatan besar perpindahan Ethereum menuju Binance. Analis Arab Chain di CryptoQuant mencatat inflow ETH ke bursa tersebut melonjak dalam beberapa hari terakhir dan mencapai level tertinggi sejak Juni.

Total Ethereum yang masuk ke Binance mencapai sekitar 709.400 ETH. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sebagian besar inflow atau arus masuk harian selama Juli dan Agustus, ketika aliran ETH menuju platform cenderung lebih stabil dan berada pada level yang lebih rendah.
Data juga menunjukkan beberapa lonjakan inflow telah terjadi sebelum puncak terbaru. Pada sejumlah hari, lebih dari 500.000 ETH masuk ke Binance sebelum jumlahnya menembus 700.000 ETH pada 11 September. Perubahan tersebut menunjukkan aktivitas pemindahan aset ke bursa meningkat dibandingkan periode dua bulan sebelumnya.
Menurut Arab Chain, lonjakan inflow dapat meningkatkan jumlah Ethereum yang tersedia untuk diperdagangkan sekaligus menambah likuiditas di Binance. Namun, besarnya aliran masuk ke bursa tidak dapat digunakan sendirian untuk menyimpulkan bahwa investor sedang menjual ETH.
“Lonjakan arus masuk Ethereum tidak otomatis berarti tekanan jual sedang meningkat di pasar,” ungkap Arab Chain.
Karena itu, arah harga ETH selanjutnya juga perlu dilihat bersama data lain seperti outflow, netflow dan perubahan cadangan Ethereum di bursa. Kombinasi indikator tersebut dapat membantu membedakan apakah lonjakan terbaru berasal dari persiapan penjualan, perpindahan aset, atau peningkatan aktivitas perdagangan.
Pergerakan ini membuat kawasan US$2.300 menjadi salah satu area yang mendapat perhatian dalam jangka pendek. Apabila harga ETH turun menuju zona tersebut dan momentum jual mulai melemah, skenario rebound dapat mulai memperoleh konfirmasi.
Sebaliknya, tekanan berkelanjutan di tengah meningkatnya pasokan ETH yang tersedia di bursa dapat membuat proses pembentukan dasar harga berlangsung lebih lama.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


