Harga Ethereum kembali menjadi perhatian setelah ETH bergerak menuju area teknikal yang selama beberapa tahun terakhir berulang kali menjadi titik pemulihan.
Analisis The Long Investor menunjukkan aset kripto terbesar kedua itu kembali mendekati indikator WMA200, sementara proyeksi teknikal jangka panjang membuka peluang reli hingga kawasan US$9.000 apabila sejumlah resistance utama berhasil ditembus.
Dalam grafik mingguan pair ETH/USD, The Long Investor mencatat Ethereum telah kembali menuju WMA200 untuk ke-11 kalinya dalam lima tahun. Pola historis yang disorot menunjukkan setiap pergerakan di bawah rata-rata tersebut sebelumnya diikuti pemulihan menuju WMA200.
Kondisi terbaru menjadi semakin penting karena WMA50 dan WMA200 kini berada pada area yang hampir sama, menciptakan konfluensi teknikal yang dapat menentukan arah harga ETH berikutnya.

ETH Kembali ke Zona yang Selalu Menyelamatkan Harga
The Long Investor menempatkan area sekitar US$2.450-US$2.500 sebagai level penting dalam struktur mingguan Ethereum.
Pada grafik yang dibagikan, ETH berada di sekitar US$2.472 setelah sebelumnya mengalami tekanan hingga mendekati garis tren naik jangka panjang. Pemulihan tersebut membawa harga ETH kembali berhadapan dengan konfluensi WMA50 dan WMA200.
Menurut analisisnya, kemampuan Ethereum mengubah sekitar moving average tersebut menjadi support dapat memperkuat kendali pembeli.
Artinya, bukan sekadar sentuhan terhadap WMA200 yang menjadi perhatian, tetapi bagaimana ETH bereaksi setelah kembali ke area tersebut. Bertahan di atas konfluensi itu akan memberikan fondasi lebih kuat bagi kelanjutan pemulihan pada grafik mingguan.
Resistance besar berikutnya terlihat di sekitar US$4.800-US$5.000. Area ini berdekatan dengan puncak historis Ethereum dan menjadi hambatan utama yang perlu dilewati sebelum harga ETH dapat memasuki fase ekspansi lebih besar.
Dengan demikian, perjalanan menuju target tinggi masih membutuhkan konfirmasi breakout pada beberapa lapisan resistance.
Apabila area puncak historis berhasil ditembus secara meyakinkan, grafik The Long Investor memperlihatkan proyeksi Fibonacci 1,618 pada sekitar US$9.210. Level tersebut menjadi dasar skenario reli menuju kisaran US$9.000. Namun, target itu merupakan proyeksi teknikal jangka panjang dan bukan kepastian bahwa Ethereum akan mencapainya.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan konfluensi WMA50 dan WMA200 dapat menunda skenario bullish. Garis tren naik jangka panjang yang membentang dari dasar pasar sebelumnya masih menjadi area pertahanan berikutnya apabila tekanan jual kembali meningkat.
Ada Risiko Tersembunyi di Balik Reli
Di tengah struktur teknikal yang mulai membaik, data on-chain memberikan sinyal yang lebih berhati-hati. Analis PelinayPA di CryptoQuant menyoroti peningkatan cadangan ETH di Binance yang berlangsung bersamaan dengan pemulihan harga ETH.
Kondisi tersebut menunjukkan pasokan yang tersedia untuk diperdagangkan di bursa ikut meningkat ketika pasar sedang naik.

Cadangan ETH di Binance tercatat meningkat dari sekitar 3,5 juta ETH menjadi 3,87 juta ETH. Secara umum, aset yang berada di bursa lebih mudah digunakan untuk perdagangan atau dijual dibandingkan ETH yang disimpan dalam dompet pribadi.
Karena itu, kenaikan exchange reserve atau cadangan bursa dapat meningkatkan risiko tekanan pasokan apabila sebagian pemilik memutuskan melakukan penjualan.
Meski demikian, peningkatan cadangan bursa tidak dapat langsung dianggap sebagai sinyal jual. ETH juga dapat dikirim ke Binance untuk kebutuhan perdagangan, jaminan atau collateral, maupun aktivitas operasional lainnya.
PelinayPA menilai perkembangan tersebut tetap perlu diperhatikan karena peningkatan exchange reserve dalam sejumlah kondisi dapat diikuti oleh tekanan jual yang lebih tinggi.
Data lain juga belum sepenuhnya mendukung pembentukan tren naik yang kuat. ETH Velocity turun dari sekitar 10,1 menjadi 9,0 ketika cadangan Binance meningkat. Penurunan itu mengindikasikan pergerakan ETH di jaringan melambat, sehingga aktivitas transaksi belum menguat dengan kecepatan yang sama seperti kenaikan harga ETH.
Average True Range (ATR) turut menunjukkan volatilitas Ethereum sedang menyusut. Penurunan ATR berarti rentang pergerakan harga mengecil meskipun pasar mengalami pemulihan. Dengan kata lain, momentum volatilitas yang mendukung kenaikan belum menunjukkan ekspansi yang biasanya terlihat dalam tren bullish agresif.
Kombinasi peningkatan cadangan Binance, penurunan Velocity dan pelemahan ATR membuat PelinayPA mempertimbangkan kemungkinan bahwa kenaikan terbaru lebih menyerupai short squeeze dibandingkan tren naik yang telah terbentuk kuat.
Kondisi tersebut menghadirkan dua sisi bagi pasar, kharga ETH memiliki struktur teknikal jangka panjang yang menarik jika konfluensi moving average berhasil menjadi support, tetapi data on-chain masih menunjukkan risiko pasokan yang perlu dipantau.
Untuk selanjutnya, perhatian pasar tertuju pada kemampuan Ethereum mempertahankan kawasan US$2.450-US$2.500 dan melanjutkan kenaikan menuju US$4.800-US$5.000.
Breakout terhadap puncak historis akan memperkuat skenario menuju proyeksi sekitar US$9.210, sementara kegagalan mempertahankan support dapat membuat harga ETH kembali menghadapi tekanan sebelum tren bullish jangka panjang memperoleh konfirmasi lebih kuat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


