Harga Hyperliquid (HYPE) melonjak tajam, menyusul pengumuman kemitraan antara Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk New York Stock Exchange (NYSE), dan Trade[XYZ], salah satu pengembang pasar derivatif terbesar di ekosistem Hyperliquid.
Kemitraan tersebut membuka peluang bagi teknologi Hyperliquid untuk digunakan dalam pasar perpetual futures yang teregulasi di AS, mencakup perdagangan saham, indeks, komoditas, valuta asing, hingga aset kripto.
Berdasarkan data CoinMarketCap, saat artikel ini disusun, harga HYPE berada di sekitar US$90,9, menguat hampir 14 persen dalam 24 jam. Kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar US$23 miliar, sedangkan volume perdagangan harian meningkat lebih dari dua kali lipat.
Pergerakan tersebut berlangsung di tengah munculnya sejumlah perkembangan fundamental yang memperkuat posisi Hyperliquid sebagai penyedia infrastruktur perdagangan aset keuangan berbasis blockchain.

Pemilik NYSE Resmi Gandeng Trade[XYZ], Hyperliquid Jadi Fondasi
Dalam pengumuman resmi pada Kamis (29/10/2026), ICE mengonfirmasi telah menandatangani perjanjian definitif dengan Trade[XYZ] untuk mengembangkan pasar perpetual futures khusus di AS.
ICE akan menjadi operator eksklusif pasar teregulasi milik Trade[XYZ], sekaligus melakukan investasi strategis pada perusahaan tersebut. Namun, nilai investasi maupun besaran kepemilikan sahamnya tidak diungkapkan.
Rencana ini menarik karena ICE merupakan salah satu operator infrastruktur keuangan tradisional terbesar di dunia. Melalui kemitraan tersebut, perusahaan akan memanfaatkan teknologi Hyperliquid sebagai fondasi perdagangan, sementara ICE menyediakan kemampuan operasional bursa, kliring, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Pasar baru itu dirancang untuk melayani investor ritel yang ingin memperdagangkan kontrak perpetual selama 24 jam, termasuk produk berbasis saham, komoditas, indeks, forex dan kripto.
Berbeda dari kontrak futures biasa, perpetual futures tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Instrumen ini memungkinkan trader mempertahankan eksposur terhadap pergerakan harga suatu aset selama persyaratan margin tetap terpenuhi.
CEO ICE, Jeffrey Sprecher, menjelaskan bahwa meningkatnya partisipasi investor ritel global telah menciptakan kebutuhan terhadap akses perdagangan yang lebih fleksibel.
“Pasar perpetual dapat menjadi lini bisnis tambahan bagi ICE tanpa menggantikan layanan futures tradisional yang selama ini digunakan investor institusional,” ungkapnya.
ICE juga berencana memanfaatkan kemitraannya dengan OKX untuk memperluas distribusi produk tersebut melalui jaringan broker dan platform perdagangan yang sudah tersedia.
Namun demikian, peluncurannya masih bergantung pada persetujuan regulator AS, termasuk izin yang diperlukan untuk pengoperasian pasar derivatif dan perdagangan menggunakan leverage.
Artinya, kemitraan ini belum menghasilkan aktivitas perdagangan baru di pasar AS, tetapi telah menunjukkan bahwa infrastruktur Hyperliquid mulai menarik perhatian operator keuangan tradisional berskala global.
Volume Trade[XYZ] Tembus US$650 Miliar, Fundamental HYPE Ikut Menguat
Ketertarikan ICE terhadap Trade[XYZ] tidak muncul tanpa alasan. Pengembang tersebut sebelumnya telah membuktikan kemampuannya menghadirkan perdagangan aset dunia nyata melalui infrastruktur Hyperliquid.
Dalam pengumumannya pada Kamis (29/10/2026) melalui akun resmi X Trade[XYZ], perusahaan menyebut volume perdagangan kumulatif pada pasar Hyperliquid miliknya telah melampaui US$650 miliar hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu tahun.
Angka tersebut merupakan volume kumulatif yang dilaporkan Trade[XYZ], bukan pendapatan atau keuntungan perusahaan.
Pertumbuhan itu didukung oleh ekspansi produk perdagangan berbasis saham, indeks dan komoditas yang tetap tersedia ketika pasar keuangan konvensional tutup.
Sebagaimana pernah diberitakan Blockchainmedia, Trade[XYZ] telah menghadirkan kontrak perpetual berbasis indeks S&P 500 pada Maret 2026 melalui lisensi resmi S&P Dow Jones Indices.
Ekspansi tersebut kemudian meluas ke berbagai instrumen lainnya. Bahkan, aktivitas perdagangan minyak di Hyperliquid sebelumnya sempat menunjukkan bahwa permintaan terhadap derivatif aset tradisional mulai menjadi bagian penting dari pertumbuhan platform.
Dari sisi fundamental token, perkembangan tersebut memiliki hubungan dengan mekanisme Hyperliquid Improvement Proposal 3 atau HIP-3.
Berdasarkan dokumentasi resmi Hyperliquid, pengembang yang ingin meluncurkan pasar perpetual melalui HIP-3 diwajibkan melakukan staking sebanyak 500.000 HYPE.
Dengan harga token sekitar US$90, kebutuhan staking tersebut bernilai kurang lebih US$45 juta untuk satu deployer yang memenuhi persyaratan tersebut.
Mekanisme ini menciptakan utilitas langsung bagi HYPE karena pengembang pasar membutuhkan token sebagai bagian dari persyaratan pengoperasian produknya.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah struktur pasar baru yang dikembangkan ICE dan Trade[XYZ] akan menciptakan kebutuhan staking HYPE tambahan dengan jumlah serupa.
Selain staking, Hyperliquid juga memiliki mekanisme yang menghubungkan aktivitas perdagangan dengan permintaan terhadap token aslinya.
Dalam dokumentasi biaya protokol, Hyperliquid menjelaskan bahwa sebagian biaya transaksi dialokasikan ke Assistance Fund, yang secara otomatis mengonversi dana tersebut menjadi HYPE.
Token yang masuk ke Assistance Fund kemudian dibakar atau burn, sehingga dikeluarkan secara permanen dari suplai beredar dan total suplai.
Dengan demikian, peningkatan aktivitas perdagangan berpotensi memperbesar pembelian HYPE melalui mekanisme protokol, meskipun tidak seluruh pendapatan transaksi langsung digunakan untuk pembakaran token.
Kraken Juga Bidik Hyperliquid, Apakah Reli Harga HYPE Bisa Berlanjut?
Menariknya, kemitraan ICE bukan satu-satunya perkembangan yang memperkuat prospek Hyperliquid dalam beberapa waktu terakhir.
Pada September lalu, Payward, perusahaan induk Kraken, mengumumkan rencana menghadirkan perpetual futures berbasis Hyperliquid kepada pelanggan AS melalui infrastruktur perdagangan yang teregulasi.
Rencana tersebut kembali mendapat perhatian pada 26 Oktober, ketika Hyperliquid menjelaskan perkembangan HIP-3*, sebuah perluasan HIP-3 yang memungkinkan operator pasar membatasi akses perdagangan menggunakan daftar izin atau allowlist on-chain.
Melalui skema tersebut, Bitnomial akan bertanggung jawab mengoperasikan pasar dan kliring, sementara NinjaTrader Clearing menangani akun pelanggan apabila persetujuan regulator diperoleh.
Dukungan infrastrukturnya juga bertambah. Pada 27 Oktober, CF Benchmarks resmi meluncurkan CFB Oracle, layanan penyedia data indeks dan harga referensi yang tersedia di HyperEVM, Ethereum dan Robinhood Chain.
CFB Oracle akan menjadi penyedia data indeks untuk rencana produk perpetual Payward di Hyperliquid. Kehadirannya memungkinkan aplikasi menggunakan data referensi yang dapat diverifikasi secara on-chain untuk keperluan valuasi, margin, likuidasi, hingga penyelesaian transaksi.
Rangkaian perkembangan ini memperlihatkan bahwa Hyperliquid mulai berkembang dari platform perdagangan derivatif kripto menjadi infrastruktur yang dapat dimanfaatkan berbagai operator pasar keuangan.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan beberapa risiko yang menyertai pertumbuhan tersebut.
Selain ketidakpastian persetujuan regulator, suplai beredar HYPE menurut CoinMarketCap baru mencapai sekitar 253,64 juta token dari suplai maksimum sekitar 950,49 juta HYPE.
Kondisi tersebut membuat jadwal distribusi token dan potensi tekanan jual dari suplai yang belum beredar tetap relevan untuk diperhatikan.
Di sisi lain, investasi ICE dilakukan pada Trade[XYZ], bukan pembelian langsung HYPE. Belum ada pula kepastian mengenai berapa besar tambahan pendapatan protokol yang nantinya dapat dihasilkan dari pasar AS.
Meski begitu, pengumuman ICE tersebut menjadi katalis fundamental paling menonjol di balik lonjakan harga HYPE kali ini, dengan dukungan ekspansi produk Trade[XYZ], rencana Payward dan mekanisme ekonomi token Hyperliquid.
Jika rencana tersebut berhasil direalisasikan, Hyperliquid berpeluang memperluas perannya dalam perdagangan derivatif global. Namun, dampak jangka panjang terhadap nilai HYPE tetap akan bergantung pada realisasi volume perdagangan, pendapatan protokol dan permintaan token yang benar-benar tercipta.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


