Harga INJ, token asli jaringan blockchain Injective, sempat melonjak sekitar 27 persen pada Jumat (16/10/2026), di tengah kabar pertemuan petinggi proyek tersebut dengan sejumlah pejabat pemerintah dan regulator keuangan Amerika Serikat (AS).
Kenaikan harga INJ menjadi sorotan setelah CEO Injective, Eric Chen, dilaporkan bertemu dengan perwakilan Gedung Putih, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) di Washington pada Rabu (14/10/2026).
Berdasarkan laporan The Defiant, harga INJ sempat mencapai US$9,10 pada 16 Oktober pukul 08.53 waktu AS bagian timur, mencerminkan kenaikan 27,06 persen dalam 24 jam. Pada periode yang sama, token tersebut sempat menyentuh level tertinggi US$9,413.
Namun, reli tersebut mulai mereda. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga INJ pada saat artikel ini disusun berada di kisaran US$8,68, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$867 juta dan volume perdagangan harian sekitar US$288 juta.
Perkembangan ini menempatkan langkah regulasi dan ekspansi institusional Injective sebagai salah satu faktor non-teknikal yang menjadi perhatian pasar, meskipun hubungan langsung antara pertemuan tersebut dan kenaikan harga belum dapat dipastikan.
Bos Injective Bertemu Gedung Putih dan Regulator AS
Melalui pengumuman resmi di media sosial pada Kamis (15/10/2026), Injective mengungkap bahwa Eric Chen telah bertemu dengan sejumlah pejabat dari Gedung Putih, SEC, dan CFTC sehari sebelumnya.
Pertemuan tersebut juga melibatkan penasihat hukum utama, kepala kebijakan, serta kepala riset Injective. Menurut proyek tersebut, keterlibatan langsung dengan pembuat kebijakan menjadi bagian dari upayanya mengembangkan infrastruktur tokenisasi aset dan keuangan berbasis blockchain di AS.
“Aturan untuk pasar modal on-chain sedang ditetapkan saat ini, dan Injective siap membantu orang-orang yang menetapkannya,” tulis Injective dalam pernyataannya.
Kabar tersebut bukan sekadar klaim sepihak. Dalam memorandum resmi SEC tertanggal 14 Oktober 2026, regulator mengonfirmasi pertemuan staf Crypto Task Force dengan perwakilan Injective Labs dan Blockchain Association.
Dokumen itu secara khusus mencantumkan Eric Chen, Noah Axler, Brandon Goss dan John Medel sebagai perwakilan Injective Labs, sementara Blockchain Association diwakili Ashok Pinto dan Jack Solowey.
Salah satu pokok pembahasan yang tercatat adalah rancangan aturan Transfer Agent Rules, dengan nomor berkas S7-2026-30. Aturan ini berkaitan dengan fungsi lembaga pencatat kepemilikan dan pemindahan sekuritas, yang juga relevan dengan perkembangan tokenisasi aset keuangan.
Bagi Injective, pembahasan tersebut memiliki keterkaitan dengan upayanya membangun infrastruktur pasar modal berbasis blockchain yang dapat digunakan oleh lembaga keuangan dalam kerangka regulasi AS.
Meski demikian, dokumen SEC hanya mengonfirmasi berlangsungnya pertemuan dan pokok pembahasan. Belum ada pengumuman mengenai persetujuan regulasi baru atau kesepakatan khusus yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Status Registrasi SEC dan INJ ETF Tambah Sorotan
Pertemuan di Washington berlangsung setelah Injective mencatat sejumlah perkembangan institusional sepanjang 2026, termasuk keberhasilannya memperoleh status registrasi untuk layanan pencatatan kepemilikan sekuritas.
Pada 19 Agustus 2026, Injective mengumumkan bahwa Injective Institutional Services, entitas afiliasinya, telah resmi terdaftar di SEC sebagai transfer agent.
Status tersebut memungkinkan entitas terkait menjalankan fungsi pencatatan kepemilikan dan perubahan kepemilikan sekuritas sesuai ketentuan federal AS.
Dalam konteks tokenisasi, fungsi ini penting karena representasi digital suatu aset di blockchain tidak selalu otomatis menjadi catatan kepemilikan yang diakui secara hukum.
Injective berupaya menghubungkan kebutuhan tersebut dengan infrastruktur blockchain melalui produk Injective Mint dan layanan institusionalnya. Meski demikian, registrasi transfer agent tidak berarti seluruh aset yang diterbitkan melalui jaringan tersebut otomatis memperoleh persetujuan regulator.
Di sisi lain, perhatian terhadap harga INJ juga muncul bersamaan dengan perkembangan pengajuan produk investasi berbasis token tersebut.
Manajer aset 21Shares tercatat mengajukan amandemen dokumen registrasi Injective ETF kepada SEC pada 18 September 2026.
Produk yang diusulkan itu dirancang untuk memberikan eksposur terhadap INJ melalui instrumen ETF, dengan kemungkinan melakukan staking atas sebagian kepemilikan token sesuai kebijakan pengelolanya.
Sebelumnya, Blockchainmedia.id juga telah memberitakan langkah Canary Capital yang membentuk entitas Canary Staked INJ ETF pada Juni 2025 sebagai bagian dari persiapan produk investasi berbasis Injective.
Kendati demikian, pengajuan ETF tidak dapat disamakan dengan persetujuan regulator ataupun pembelian INJ oleh pengelola dana. Belum ada bukti bahwa proposal ETF tersebut secara langsung menghasilkan arus modal yang mendorong reli terbaru.
Perkembangan institusional lainnya datang dari Asia. Pada 8 Oktober 2026, Injective mengumumkan Gulf Labs, perusahaan yang berada dalam ekosistem GULF Group asal Thailand, telah resmi beroperasi sebagai validator institusional di jaringannya.
Kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan tokenisasi, stablecoin dan infrastruktur keuangan digital di Thailand. GULF Group sendiri disebut memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$27 miliar, meskipun angka tersebut bukan nilai investasi yang disuntikkan ke Injective.
Dengan demikian, lonjakan harga INJ terbaru berlangsung di tengah rangkaian perkembangan regulasi, pengajuan produk investasi dan perluasan keterlibatan institusi dalam ekosistem Injective.
Namun, keberlanjutan kenaikan harga INJ masih bergantung pada kondisi pasar serta sejauh mana perkembangan tersebut mampu menghasilkan penggunaan jaringan, aktivitas ekonomi dan permintaan nyata terhadap token INJ.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


