Harga KAIA Meroket 46 Persen, Listing di Upbit Korea Jadi Sorotan

Harga KAIA, token asli jaringan blockchain Kaia, melonjak lebih dari 46 persen dalam 24 jam terakhir, bertepatan dengan pengumuman pencatatan aset tersebut di bursa kripto Upbit Korea Selatan pada Jumat (9/10/2026).

Lonjakan harga KAIA berlangsung ketika Upbit membuka perdagangan token tersebut melalui tiga pair sekaligus, yakni won Korea (KRW), Bitcoin (BTC) dan Tether (USDT). Perkembangan ini turut diikuti peningkatan tajam aktivitas perdagangan di pasar kripto.

Berdasarkan data CoinMarketCap saat artikel ini disusun, harga KAIA berada di kisaran US$0,05633, menguat 46,28 persen dalam 24 jam.

Dalam periode yang sama, token tersebut sempat menyentuh harga tertinggi US$0,06694 dan terendah US$0,03628. Rentang tersebut memperlihatkan besarnya pergerakan harga KAIA sepanjang perdagangan harian.

Aktivitas transaksi juga mengalami peningkatan signifikan. Volume perdagangan KAIA dalam 24 jam tercatat sekitar US$187,09 juta, melonjak 2.598 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, kapitalisasi pasar KAIA mencapai sekitar US$362,77 juta, menempatkannya pada peringkat ke-103 dalam daftar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar di CoinMarketCap.

Kenaikan harga dan volume tersebut terjadi bersamaan dengan perluasan akses perdagangan KAIA di Korea Selatan. Meski demikian, data yang tersedia belum dapat memastikan seberapa besar kontribusi langsung pencatatan Upbit terhadap seluruh kenaikan harga KAIA.

BACA JUGA:  Investor Kondang di Shark Tank Bidik Siklus Baru Kripto, Ini yang Ia Pantau

Upbit Buka Tiga Pasar Perdagangan KAIA Sekaligus

Bursa kripto Korea Selatan, Upbit, melalui pengumuman resminya pada Jumat (9/10/2026), menyatakan bahwa KAIA mendapatkan dukungan perdagangan baru melalui pasar KRW, BTC dan USDT.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Perdagangan dijadwalkan dimulai pukul 18.30 waktu Korea Selatan (KST), atau pukul 16.30 WIB pada hari yang sama.

Dengan penambahan tersebut, pengguna Upbit Korea dapat memperdagangkan KAIA secara langsung menggunakan won Korea, Bitcoin, maupun USDT. Jaringan yang didukung untuk penyetoran dan penarikan aset adalah jaringan Kaia.

Pembukaan ketiga pair perdagangan itu menambah pilihan akses pasar bagi KAIA, terutama melalui pasangan KRW yang memungkinkan transaksi langsung menggunakan mata uang Korea Selatan.

Perkembangan tersebut juga tercermin dalam platform data resmi Upbit, yang mengidentifikasi KAIA sebagai aset dengan dukungan perdagangan di pasar baru.

Pencatatan ini bukan berarti KAIA baru pertama kali tersedia di seluruh ekosistem Upbit. Sebelumnya, aset tersebut sudah memperoleh dukungan perdagangan di sejumlah layanan Upbit di luar Korea Selatan.

Karena itu, perkembangan terbaru lebih tepat dipandang sebagai perluasan akses perdagangan KAIA di pasar domestik Korea Selatan, bukan peluncuran token atau pencatatan global pertamanya.

BACA JUGA:  Volume Naik 33 Kali Lipat, Apakah Era Saham On-Chain Dimulai?

KAIA sendiri merupakan aset asli jaringan Kaia, blockchain layer-1 yang terbentuk melalui penggabungan ekosistem Klaytn dan Finschia.

Penggabungan tersebut menyatukan proyek blockchain yang sebelumnya berkaitan dengan perusahaan teknologi Korea Selatan, Kakao, dan platform perpesanan LINE.

Menurut dokumentasi resmi Kaia, penggabungan kedua ekosistem dilakukan melalui keputusan tata kelola masing-masing jaringan. Token KLAY dan FNSA kemudian menjalani proses transisi menuju KAIA sebagai aset utama jaringan baru.

KAIA digunakan dalam ekosistem blockchain tersebut, termasuk untuk pembayaran biaya transaksi serta mekanisme staking dan tata kelola jaringan.

Bithumb Ikut Gelar Program Perdagangan KAIA

Selain pencatatan di Upbit, perkembangan lain muncul dari Bithumb, bursa kripto Korea Selatan yang mengumumkan program khusus perdagangan KAIA pada hari yang sama.

Melalui pengumumanpada Jumat (9/10/2026), Bithumb menawarkan pembebasan biaya perdagangan pair KAIA/KRW, disertai program kompetisi transaksi dengan total hadiah senilai 100 juta won Korea Selatan.

Program pembebasan biaya perdagangan tersebut berlangsung mulai 9 Oktober pukul 18.30 KST hingga 12 Oktober pukul 17.29 KST.

Sementara itu, kompetisi perdagangan dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 dengan persyaratan tertentu bagi peserta.

Untuk memenuhi kriteria program, pengguna harus mendaftarkan partisipasinya dan mencatatkan transaksi pembelian maupun penjualan KAIA dengan nilai akumulatif sedikitnya 10 juta won pada pasar KRW Bithumb.

BACA JUGA:  Kalimasada Ungkap Narasi Crypto Paling Menarik 2026, Sektor Apa yang Masih Early?

Hadiah disediakan bagi lima peserta dengan nilai transaksi tertinggi, sementara peserta lain yang memenuhi persyaratan berkesempatan memperoleh pembagian hadiah sesuai ketentuan penyelenggara.

Bithumb menjadwalkan distribusi hadiah pada 27 Oktober 2026. Program tersebut merupakan promosi perdagangan, bukan pengumuman pencatatan baru KAIA di platform Bithumb.

Dengan demikian, dua bursa kripto Korea Selatan menghadirkan perkembangan berbeda pada hari yang sama. Upbit memperluas dukungan pasar KAIA, sedangkan Bithumb memberikan insentif bagi aktivitas perdagangan token tersebut.

Kedua perkembangan itu berlangsung ketika harga KAIA mencatatkan kenaikan harian yang tajam serta lonjakan volume transaksi di pasar global.

Meski aktivitas perdagangan meningkat, besarnya perubahan harga dalam satu hari juga menunjukkan bahwa KAIA sedang mengalami volatilitas tinggi. Pergerakan berikutnya tetap bergantung pada kondisi perdagangan dan keseimbangan permintaan serta penawaran di pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait