Pergerakan harga minyak kembali memanas. Lonjakan probabilitas di platform pasar prediksi Polymarket membuat pasar mulai berspekulasi lebih berani, bahkan mengarah ke skenario ekstrem: minyak tembus US$120 per barel pada 2026.
Di tengah ketegangan geopolitik dan kekhawatiran pasokan, perubahan ini bukan sekadar angka. Ada pergeseran cara pasar membaca risiko, yaitu lebih cepat, lebih reaktif, dan jauh lebih sensitif terhadap gejolak jangka pendek.
Peluang Tembus US$120 Melejit, Pasar Minyak Mulai Panas
Data Polymarket per Jumat (03/04/2026) kini menunjukkan peluang sebesar 69 persen bahwa minyak mentah WTI akan menyentuh US$120 per barel pada 2026. Angka ini melonjak tajam, naik 19 persen hanya dalam 24 jam terakhir.
Pergerakan secepat ini menegaskan betapa dinamisnya sentimen pasar. Lonjakan probabilitas mengindikasikan adanya perubahan ekspektasi, seiring meningkatnya keyakinan bahwa harga minyak masih memiliki ruang untuk naik lebih tinggi.
Sejalan dengan itu, harga WTI saat ini berada di kisaran US$111,5 per barel, setelah mencatat kenaikan harian lebih dari 11,9 persen. Lonjakan ini memperkuat narasi bahwa pasar mulai “pricing in” risiko yang lebih besar terhadap potensi gangguan pasokan.

Faktor utama di balik kondisi ini adalah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan, terutama karena jalur distribusi vital seperti Selat Hormuz turut terdampak.
Polymarket Ubah Aturan, Peluang Sentuh US$120 Terbuka
Salah satu faktor utama di balik lonjakan probabilitas adalah perubahan mekanisme kontrak di Polymarket. Kini, hasil prediksi tidak lagi bergantung pada harga penutupan di akhir periode seperti sebelumnya.
Sebaliknya, kontrak “What will WTI Crude Oil (WTI) hit in April 2026?” akan dianggap “benar” jika harga minyak sempat menyentuh US$120 kapan pun selama April 2026, meskipun hanya terjadi dalam waktu sangat singkat.

Pendekatan ini menggunakan data candle satu menit sebagai acuan. Artinya, lonjakan harga sesaat akibat sentimen pasar atau berita besar dapat langsung memicu hasil “yes”.
Berbeda dengan kontrak sebelumnya yang mensyaratkan harga penutupan dari CME di akhir periode, aturan baru ini lebih fleksibel. Dampaknya, peluang tercapainya target menjadi lebih besar karena harga tidak perlu bertahan lama di level tinggi.
Pasar Yakin atau Terlalu Cepat Bereaksi?
Dengan kombinasi faktor fundamental dan perubahan struktur pasar, arah harga minyak kini semakin sulit diprediksi. Di satu sisi, risiko geopolitik dan potensi gangguan pasokan memang nyata.
Namun, di sisi lain, mekanisme pasar yang lebih sensitif turut memperbesar dampak volatilitas jangka pendek. Lonjakan harga sesaat kini bisa cukup untuk memenuhi ekspektasi, tanpa harus mencerminkan tren jangka panjang.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan: apakah keyakinan pasar yang tercermin dalam data Polymarket benar-benar melihat minyak menuju US$120, khususnya pada April 2026, atau sekadar merespons momentum jangka pendek?
Polymarket Tunjukkan Peluang 70 Persen AS Masuk Iran, Apa Artinya?
Untuk saat ini, jawabannya masih terbuka. Yang jelas, perhatian pelaku pasar akan tetap tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta dinamika permintaan global yang terus bergerak.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



