Harga PEPE Bersiap Balik Arah, Bidik Lonjakan hingga 800 Persen

Harga PEPE kembali menjadi perhatian pada Rabu (14/10/2026), setelah menunjukkan upaya pemulihan dari tren penurunan panjang yang berlangsung sejak tahun lalu.

Berdasarkan grafik mingguan pair PEPE/USDT di Binance, token meme tersebut diperdagangkan di sekitar US$0,00000424, dengan sejumlah level resistance penting yang masih harus ditembus untuk memperkuat peluang kenaikan.

Perkembangan ini berlangsung ketika PEPE mendapat sorotan dari dua sisi berbeda, yakni proses pendaftaran produk exchange-traded fund (ETF) di AS dan aktivitas pemindahan token oleh investor besar atau whale.

Kedua faktor tersebut menjadi bagian dari perkembangan terbaru yang dapat memengaruhi dinamika permintaan dan penawaran PEPE di pasar.

Harga PEPE Mulai Bangkit, Target 800 Persen Terbuka?

Analis kripto Master Ananda melihat adanya perubahan struktur pada grafik mingguan PEPE setelah aset tersebut melewati siklus bearish berkepanjangan.

Dalam analisis terbarunya, ia menyoroti pola falling wedge, yang terbentuk bersamaan dengan penyusutan volume perdagangan ketika pasar mencetak titik terendah baru.

PEPE analisis 14 okt

Menurutnya, penurunan yang sebelumnya ditandai oleh candlestick berukuran besar secara bertahap mulai kehilangan momentum. Kondisi tersebut kemudian diikuti pembentukan pola inverted head and shoulders di area dasar, yang berpotensi menjadi sinyal awal pembalikan arah.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Harga PEPE juga telah pulih melewati titik terendah yang terbentuk pada Desember 2025 dan Februari 2026. Pergerakan ini memperkuat indikasi bahwa tekanan jual mulai mereda, meskipun konfirmasi perubahan tren masih diperlukan.

BACA JUGA:  Token NIGHT Melejit 22 Persen, Midnight Rilis Pembaruan Penting Jaringan

“Belum ada tren naik pada grafik ini, tetapi semuanya bisa berubah jika harga membentuk puncak yang lebih tinggi dalam beberapa hari, pekan ini, atau pekan depan,” ujar Master Ananda.

Dalam pemetaannya, US$0,00000536 menjadi level resistance penting yang perlu ditembus secara meyakinkan. Apabila berhasil, harga PEPE berpeluang melanjutkan penguatan menuju US$0,00000796, kemudian menguji US$0,00001115 yang berada di sekitar level Fibonacci 0,618.

Proyeksi tersebut melanjutkan perhatian terhadap struktur teknikal PEPE yang sebelumnya juga dibahas dalam analisis kripto awal Oktober, ketika token ini terpantau keluar dari pola penurunan jangka panjang.

Untuk target yang lebih tinggi, Master Ananda menetapkan dua target utama pada US$0,00002468 dan US$0,00003822, masing-masing mencerminkan potensi kenaikan sekitar 488 persen dan 800 persen berdasarkan proyeksi pada grafiknya.

Target tersebut diperkirakan dapat tercapai dalam enam bulan apabila kondisi pasar bullish mendukung. Dalam skenario yang lebih agresif, kenaikan dapat berlangsung dalam satu hingga dua bulan, tetapi waktunya berpotensi lebih panjang jika pasar mengalami konsolidasi atau koreksi.

BACA JUGA:  Dompet Kripto Ledger Disusupi Alat Pengintai? Eks Bos Mt. Gox Ungkap Temuan

Di sisi bawah, area US$0,0000028–US$0,0000036 menjadi zona support yang perlu diperhatikan. Pentingnya wilayah tersebut juga sejalan dengan pemetaan support makro PEPE sebelumnya, yang menyoroti kemampuan token mempertahankan area permintaan setelah penurunan panjang.

PEPE ETF Masuk Tahap Amendemen, Whale Tarik US$44 Juta dari Bursa

Selain perkembangan teknikal, perhatian pasar juga tertuju pada proses pendaftaran Canary PEPE ETF di Amerika Serikat.

Berdasarkan dokumen resmi Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Canary Capital mengajukan amendemen formulir S-1 untuk produk tersebut pada 2 Oktober 2026. Pengajuan ini merupakan kelanjutan dari pendaftaran awal pada 8 April 2026, sehingga menunjukkan bahwa proses administrasi PEPE ETF masih berjalan.

Produk ETF spot berpotensi membuka akses investasi PEPE melalui instrumen pasar modal yang teregulasi. Jika nantinya memperoleh persetujuan dan berhasil menarik dana investor, produk tersebut dapat menciptakan sumber permintaan tambahan terhadap token yang mendasarinya.

Namun, pengajuan amendemen bukan berarti ETF telah disetujui atau dipastikan akan diperdagangkan. Dampaknya terhadap harga PEPE tetap bergantung pada keputusan regulator, peluncuran produk, serta besarnya arus dana yang masuk.

Sementara itu, riset Deep Blue Alpha yang diperbarui pada Sabtu (11/10/2026) mencatat aktivitas 70 dompet whale PEPE selama periode 11 September hingga 10 Oktober.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 6 Oktober 2026: ADA, VIRTUAL, SUI, PENGU, PEPE Dekati Level Kunci, Panggung Altcoin Mulai Memanas Lagi

Total nilai token yang berpindah mencapai US$59,37 juta. Dari jumlah tersebut, penarikan PEPE dari bursa tercatat sebesar US$44,02 juta, sedangkan setoran ke bursa mencapai US$15,25 juta. Dengan demikian, arus keluar bersih mencapai sekitar US$28,78 juta.

Besarnya penarikan tersebut dapat mengindikasikan kecenderungan akumulasi karena token dipindahkan dari tempat perdagangan menuju dompet eksternal. Fenomena serupa sebelumnya turut menjadi perhatian dalam pembahasan aktivitas whale dan penyusutan pasokan PEPE di bursa.

Meski demikian, perpindahan token tidak secara otomatis membuktikan adanya pembelian baru. Penarikan juga dapat berkaitan dengan perubahan pengelolaan kustodian atau pemindahan aset antar-wallet.

Dengan demikian, peluang pemulihan harga PEPE saat ini masih menghadapi sejumlah persyaratan.

Penembusan resistance US$0,00000536 menjadi salah satu konfirmasi teknikal yang ditunggu, sementara perkembangan ETF dan aktivitas whale menjadi faktor tambahan yang perlu dipantau sebelum skenario kenaikan besar dapat terealisasi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait