Pons (PONS) menjadi salah satu aset kripto yang mencuri perhatian pasar setelah reli eksplosif membawa harganya dari kisaran beberapa sen menuju lebih dari US$0,70. Namun, di balik kenaikan tersebut, aktivitas pada platform Pons di Robinhood Chain juga menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Data terbaru dari DeFiLlama menunjukkan PONS sempat diperdagangkan di sekitar US$0,77, dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$540 juta dan volume perdagangan harian di atas US$200 juta. Level tersebut sekaligus menjadi rekor tertinggi baru setelah PONS masih berada di sekitar US$0,0033 pada pertengahan Juli 2026.
Reli tersebut terjadi ketika Pons berkembang menjadi salah satu aplikasi dengan aktivitas fee terbesar di Robinhood Chain, sementara mekanisme pembelian kembali dan pembakaran token terus mengurangi pasokan PONS.
Fee Pons Ngebut, Buyback PONS Ikut Membuas
Pons merupakan platform peluncuran dan perdagangan token yang berjalan di Robinhood Chain. Berdasarkan dokumentasi resmi Pons, transaksi yang terjadi melalui platform menghasilkan liquidity fee yang kemudian dibagi antara kreator token dan protokol.
Dari bagian fee yang diterima protokol, sebanyak 80 persen saat ini dialokasikan untuk membeli kembali atau buyback PONS melalui mekanisme automated time-weighted average price (TWAP). Token yang dibeli selanjutnya dikirim menuju burn address sehingga secara permanen mengurangi pasokan yang beredar.
Sementara itu, 20 persen sisanya dialokasikan untuk biaya infrastruktur dan pengembangan tim.
Skala aktivitas tersebut mulai menjadi signifikan. Pons sempat menghasilkan sekitar US$5,95 juta fee dalam 24 jam, US$28,83 juta dalam tujuh hari dan US$40,84 juta dalam 30 hari.
Pada periode tersebut, sekitar US$1,11 juta dari fee harian tercatat sebagai pendapatan protokol. Pons bahkan disebut menghasilkan daily fee lebih besar dibandingkan launchpad Solana, PumpFun, sejak 29 Agustus.
Efek buyback juga mulai terlihat pada pasokannya. Sekitar 29,34 persen dari total pasokan awal PONS telah dibakar, menyisakan circulating supply sekitar 712 juta token dari maksimum awal 1 miliar PONS.
Namun, mekanisme ini belum sepenuhnya permanen. Dokumentasi proyek menegaskan bahwa alokasi 80 persen protocol fee tersebut belum immutable, meski Pons berencana membuat sistem buyback yang immutable, terdesentralisasi dan otomatis dalam pengembangan berikutnya.
Uniswap Labs Ikut Masuk, PONS Makin Susah Diabaikan
Sentimen terhadap PONS semakin menguat setelah Pons pada Jumat (4/9/2026) mengumumkan bahwa Uniswap Labs telah membeli PONS untuk tujuan “long-term alignment.”
Meski demikian, nominal investasi, jumlah PONS yang dibeli, harga transaksi maupun struktur pembeliannya tidak diungkapkan kepada publik.
Keterlibatan Uniswap menjadi relevan karena token-token yang berhasil melewati bonding curve Pons V2 kemudian memperoleh likuiditas melalui Uniswap v4.
Pertumbuhan Pons juga berlangsung bersamaan dengan ekspansi Robinhood Chain. Robinhood secara resmi meluncurkan public mainnet jaringan tersebut pada 1 Juli 2026 sebagai Layer-2 Ethereum berbasis Arbitrum yang berfokus pada layanan finansial dan tokenisasi RWA.
Riset on-chain Bitquery bahkan menemukan 207.893 token dibuat melalui Pons V2 sepanjang 3 Agustus hingga 3 September 2026.
Dari jumlah tersebut, 3.228 token atau sekitar 1,55 persen berhasil mencapai tahap graduation menuju Uniswap. Bitquery juga menghitung sekitar US$736 juta volume perdagangan terjadi pada bonding curve dan US$2,14 miliar setelah aset-aset tersebut graduate.
Data tersebut menunjukkan aktivitas yang besar, tetapi sekaligus menyoroti sifat spekulatif platform. Bitquery menemukan sekitar 66,8 persen dari lebih dari 314 ribu wallet yang dianalisis berakhir dengan nilai lebih rendah dibandingkan posisi awalnya.
Bukan Cuma Hype, tapi Risiko PONS Masih Mengintai
Besarnya fee menjadi faktor penting karena semakin aktif platform digunakan, semakin besar pula potensi pendapatan protokol yang dapat dialokasikan untuk buyback PONS.
Secara teori, hal ini membentuk siklus berupa peningkatan aktivitas, pertumbuhan fee, pembelian kembali PONS dan pengurangan pasokan. Namun, siklus tersebut bergantung pada keberlanjutan volume.
Pertumbuhan Robinhood Chain saat ini sebagian besar masih didorong oleh aktivitas perdagangan spekulatif. Selain itu, Pons sendiri memperingatkan bahwa aset yang diluncurkan melalui platform dapat sangat volatil, tidak likuid dan kehilangan seluruh nilainya.
Bitquery juga mencatat tingkat graduation hanya sekitar 1,55 persen, memperlihatkan bahwa sebagian besar token yang dibuat melalui launchpad tersebut tidak berhasil mencapai tahap berikutnya.
Dengan demikian, fundamental PONS saat ini tidak hanya bergantung pada kenaikan harga token, tetapi juga pada kemampuan Pons mempertahankan volume dan pendapatan setelah fase pertumbuhan awal Robinhood Chain mereda.
PONS Bisa ke US$3? Fractal AXS Buka Skenario yang Lebih Gila
Dari sisi teknikal, analis kripto Extropic melihat kemungkinan PONS mengulangi pola ekspansi dari tkoen Axie Infinity (AXS) pada siklus 2021.

Dalam grafik yang dibagikan, Extropic membandingkan fase awal kedua aset. AXS sebelumnya keluar dari area akumulasi sekitar US$0,85, lalu melesat menuju US$11,33 sebelum akhirnya mencapai sekitar US$164.
PONS dinilai berada dalam struktur perkembangan serupa setelah berhasil meninggalkan area sekitar US$0,070 dan melesat menuju US$0,67.
Dalam analisis tersebut, area US$2,98 hingga US$3 menjadi level besar berikutnya. Jika PONS mampu mencapai dan kemudian menembus zona tersebut, Extropic bahkan membuka kemungkinan ekspansi lanjutan menuju US$142.
Namun, target tersebut perlu dibaca dengan sangat hati-hati. Proyeksi US$142 bukan berasal dari alat biasa seperti Fibonacci extension ataupun struktur support-resistance standar, melainkan fractal yang membandingkan perilaku PONS dengan perjalanan harga AXS pada siklus sebelumnya. Karena itu, tingkat spekulasinya sangat tinggi.
Kondisi jangka pendek juga memperlihatkan pasar yang sudah panas. Data teknikal dari Blockspot sebelumnya menunjukkan RSI 14 harian PONS di sekitar 93, jauh memasuki wilayah overbought.
Area resistance teknikal berada sekitar US$0,52 hingga US$0,76, sementara level US$0,36–US$0,40 menjadi zona yang perlu dipertahankan apabila momentum bullish ingin tetap sehat.
Dengan struktur tersebut, skenario bullish Extropic secara bertahap dapat dibaca sebagai mempertahankan momentum di atas US$0,50, menguji US$0,75–US$1, kemudian membidik US$3. Target US$142 baru menjadi skenario ekstrem apabila pola ekspansi historis AXS benar-benar terulang.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$0,36–US$0,40 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam dan menunda skenario ekspansi tersebut.
Pada akhirnya, PONS kini memiliki kombinasi yang jarang terlihat pada token berusia muda, yakni reli harga ekstrem, pertumbuhan fee nyata, mekanisme buyback-burn dan ekspansi cepat di salah satu jaringan baru milik perusahaan finansial besar.
Namun, setelah lonjakan ribuan persen dalam waktu singkat, pertanyaan berikutnya bukan lagi sekadar apakah PONS memiliki fundamental, melainkan apakah pertumbuhan tersebut cukup kuat untuk mengejar valuasi yang sudah bergerak jauh lebih cepat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


