Harga PYTH, token asli Pyth Network, melonjak hampir 21 persen dalam 24 jam terakhir, bersamaan dengan langkah terbaru proyek oracle tersebut memperluas infrastruktur data keuangan untuk kecerdasan buatan (AI).
Penguatan harga PYTH berlangsung ketika Pyth Network memperkenalkan pembaruan Pyth Pro MCP Server 1.1 pada Kamis (15/10/2026). Teknologi ini dirancang agar AI agent dapat mengakses dan menganalisis data pasar keuangan secara langsung, termasuk pergerakan harga dalam interval yang sangat singkat.
Berdasarkan data CoinMarketCap saat artikel ini disusun, harga PYTH berada di sekitar US$0,09714, menguat 20,99 persen dalam 24 jam. Volume perdagangan hariannya mencapai US$148,08 juta, meningkat 125,2 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kapitalisasi pasar PYTH juga tercatat sekitar US$764,98 juta, dengan pasokan beredar mencapai 7,87 miliar token. Peningkatan volume yang melampaui persentase kenaikan harga menunjukkan aktivitas perdagangan sedang meningkat, meskipun belum cukup untuk memastikan arah pergerakan berikutnya.
Di tengah penguatan tersebut, ekspansi Pyth Network ke sektor AI menjadi salah satu perkembangan fundamental yang menarik perhatian. Namun, belum ada bukti langsung yang memastikan seberapa besar pengumuman produk terbaru itu berkontribusi terhadap kenaikan harga PYTH.
Pyth Network Buka Akses Data Pasar Lebih Cepat untuk AI
Melalui pengumuman resmi pada Kamis (15/10/2026), Pyth Network memperkenalkan Pyth Pro MCP Server 1.1, pembaruan yang memungkinkan AI agent memperoleh informasi pasar secara lebih terperinci melalui Model Context Protocol (MCP).
MCP merupakan protokol yang memungkinkan sistem AI terhubung dengan sumber data dan perangkat eksternal. Dalam implementasi Pyth, teknologi tersebut memungkinkan AI mengakses informasi harga secara langsung tanpa harus mengandalkan pencarian berita atau ringkasan pasar dari sumber sekunder.
Salah satu fitur terbarunya adalah get_price_range, yang memungkinkan AI mengambil seluruh pembaruan harga yang tersedia dalam rentang waktu hingga 60 detik.
Kemampuan tersebut memungkinkan AI menelusuri bagaimana harga suatu aset bereaksi dalam hitungan detik setelah peristiwa tertentu, seperti pengumuman laporan keuangan, keputusan kebijakan moneter, atau likuidasi besar di pasar.
Sebelumnya, analisis berbasis AI dapat bergantung pada perbandingan harga di dua titik waktu. Dengan fitur baru ini, AI agent bisa memperoleh rangkaian pergerakan harga di antara kedua titik tersebut sehingga memberikan gambaran yang lebih terperinci.
Pyth juga memperluas akses terhadap berbagai jenis data, termasuk funding rate, harga exponential moving average (EMA), informasi sesi perdagangan, suku bunga, hingga nilai aset bersih atau net asset value (NAV).
Pembaruan tersebut turut mendukung saluran data dengan interval pembaruan hingga 50 milidetik. Kemampuan ini relevan bagi aplikasi yang membutuhkan informasi pasar berfrekuensi tinggi, terutama untuk penelitian keuangan otomatis dan pemantauan risiko.
Selain itu, AI agent kini dapat mencari data menggunakan pasangan aset yang umum dikenal, seperti BTC/USD, tanpa harus mengetahui kode simbol lengkap yang digunakan Pyth.
Sistem juga dapat membedakan data yang tersedia, data yang belum aktif, serta data yang tidak termasuk dalam paket langganan pengguna.
Secara keseluruhan, pembaruan ini memperluas fungsi Pyth Pro dari penyedia informasi harga menjadi infrastruktur data yang dapat digunakan secara langsung dalam alur kerja AI.
Menariknya, ekspansi tersebut tidak terbatas pada aset kripto. Pyth turut menyediakan data yang mencakup saham, valuta asing, komoditas, logam, dan berbagai instrumen keuangan lainnya.
Pyth Network juga sedang mengeksplorasi integrasi dengan Exa, penyedia infrastruktur pencarian berbasis AI. Dalam pengujian tersebut, Exa berperan menyediakan informasi hasil penelusuran dan riset, sedangkan Pyth menyuplai data harga aktual maupun historis.
Sebagai contoh, AI agent dapat menggunakan Exa untuk menemukan pengumuman laporan keuangan sebuah perusahaan, kemudian memanfaatkan data Pyth untuk memeriksa bagaimana harga saham perusahaan tersebut bergerak setelah pengumuman diterbitkan.
Meski demikian, kolaborasi ini masih berada pada tahap awal pengujian. Belum terdapat konfirmasi mengenai kontrak komersial maupun pendapatan tambahan yang dihasilkan dari integrasi tersebut.
Bisnis Pyth Tumbuh Pesat, Apa Dampaknya bagi Harga PYTH?
Ekspansi ke sektor AI berlangsung ketika bisnis penyediaan data keuangan Pyth Network mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang kuartal III 2026.
Dalam laporan kinerja terbarunya, Pyth mengungkapkan bahwa annual recurring revenue (ARR) aktif mencapai US$11,49 juta pada akhir September 2026, meningkat 86,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, Pyth Pro menyumbang ARR sebesar US$9,68 juta, sementara Pyth Indices mencapai US$1,81 juta. Secara keseluruhan, jaringan tersebut telah memiliki 276 akun pelanggan berbayar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Pyth mulai mengembangkan model bisnis berbasis layanan data komersial, di luar peran awalnya sebagai penyedia oracle untuk aplikasi blockchain.
Pertumbuhan bisnis ini juga didukung penggunaan infrastruktur Pyth di pasar aset dunia nyata (RWA).
Menurut laporan yang sama, pasar perpetual berbasis RWA mencatat volume perdagangan US$2,09 triliun sepanjang kuartal III 2026. Pyth mengklaim platform perdagangan yang menggunakan infrastrukturnya menyumbang sekitar 94,1 persen dari aktivitas tersebut.
Perlu dicatat, angka ini menggambarkan volume perdagangan pada platform yang didukung Pyth, bukan pendapatan yang diterima perusahaan ataupun nilai transaksi token PYTH.
Di sisi lain, pertumbuhan layanan komersial tersebut menjadi semakin relevan setelah Pyth DAO memperbarui mekanisme akumulasi token melalui kebijakan The 100% Rule.
Sebagaimana telah diulas Blockchainmedia dalam pemberitaan sebelumnya mengenai aturan buyback PYTH, kebijakan ini mengarahkan seluruh penerimaan produk yang menjadi hak DAO untuk pembelian token PYTH di pasar terbuka.
Mekanisme tersebut menciptakan hubungan antara penerimaan bisnis jaringan dan potensi permintaan token. Apabila penerimaan yang menjadi hak DAO meningkat, dana yang tersedia untuk pembelian kembali PYTH juga berpotensi bertambah.
Namun, ARR sebesar US$11,49 juta tidak dapat langsung dianggap sebagai dana buyback. ARR merupakan ukuran pendapatan berulang yang disetahunkan, sedangkan pembelian token bergantung pada dana aktual yang diterima DAO serta pelaksanaan transaksi di pasar.
Token hasil pembelian juga ditempatkan dalam cadangan DAO, bukan otomatis dimusnahkan melalui mekanisme burn.
Dengan demikian, pengembangan infrastruktur AI berpotensi memperluas pasar bagi layanan komersial Pyth, tetapi dampak langsungnya terhadap permintaan token PYTH masih perlu dibuktikan melalui pertumbuhan pelanggan, penerimaan DAO, dan realisasi pembelian kembali.
Untuk saat ini, lonjakan harga PYTH sebesar hampir 21 persen menunjukkan meningkatnya aktivitas pasar, sementara peluncuran Pyth Pro MCP Server 1.1 memperlihatkan arah ekspansi bisnis jaringan ke sektor AI.
Perkembangan berikutnya yang patut dicermati adalah tingkat adopsi layanan AI tersebut, kontribusinya terhadap pendapatan Pyth Pro, serta apakah pertumbuhan bisnis dapat diterjemahkan menjadi akumulasi token PYTH secara berkelanjutan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


