Harga PYTH Melonjak, Pyth Network Umumkan Aturan Buyback Baru

Harga PYTH, token asli Pyth Network, mencatat penguatan di tengah pengumuman kebijakan baru yang mengalokasikan seluruh penerimaan Pyth DAO dari produk jaringan untuk pembelian token PYTH melalui mekanisme buyback.

Melalui pengumuman resmi pada Kamis (8/10/2026), Pyth Network memperkenalkan kebijakan bernama The 100% Rule, yang mengubah cara organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) tersebut mengelola pendapatan dan mengakumulasi token.

Kebijakan ini menggantikan mekanisme sebelumnya yang mengalokasikan sepertiga saldo cadangan non-PYTH setiap bulan untuk pembelian token. Kini, seluruh dana yang memenuhi syarat dan diterima DAO dari produk Pyth diarahkan ke cadangan PYTH.

Sementara itu, berdasarkan data CoinMarketCap pada saat artikel ini disusun, harga PYTH berada di sekitar US$0,08036, menguat 8,18 persen dalam 24 jam.

Volume perdagangan hariannya mencapai sekitar US$91,05 juta, melonjak 260,2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kapitalisasi pasar PYTH tercatat sekitar US$632,87 juta, dengan pasokan beredar sebanyak 7,87 miliar token.

Meski penguatan harga PYTH berlangsung berdekatan dengan pengumuman tersebut, belum dapat dipastikan seberapa besar kebijakan buyback berkontribusi terhadap pergerakan harganya.

Buyback PYTH Masuk Babak Baru, Voting Bulanan Dihapus

Perubahan mekanisme pembelian token ini telah mendapatkan persetujuan melalui proposal governance OP-PIP-136 bertajuk Pyth Strategic Reserve V2, yang diajukan pada 24 September 2026.

Sebelumnya, DAO harus mengadakan pemungutan suara setiap bulan untuk mengesahkan pemindahan sepertiga saldo cadangan non-PYTH guna membeli token di pasar terbuka.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Pasar Opsi Bitcoin Terlalu Tenang untuk Uptober, Ada Apa di US$95.000?

Melalui aturan baru, otorisasi tersebut berlaku secara berkelanjutan sehingga tidak lagi membutuhkan proposal terpisah untuk setiap pembelian rutin.

Dana yang diterima DAO dari produk seperti Pyth Pro, Pyth Indices, Data Marketplace, dan Listing as a Service kini masuk dalam mekanisme akumulasi token. Aset non-PYTH yang sebelumnya telah tersimpan di cadangan juga termasuk dalam cakupannya.

Namun, alokasi 100 persen tersebut tidak berarti seluruh pendapatan kotor bisnis Pyth digunakan untuk membeli token. Kebijakan hanya berlaku terhadap bagian pendapatan dan aset yang memang menjadi hak DAO berdasarkan ketentuan yang telah disetujui.

Dalam pelaksanaannya, dana yang diterima dalam bentuk stablecoin akan dikonversi menjadi PYTH melalui pasar terbuka oleh Pythian Council, kemudian token hasil pembelian dikirimkan kembali ke cadangan DAO.

Sementara itu, penerimaan yang sudah berbentuk PYTH langsung masuk ke cadangan tanpa perlu melalui pembelian di pasar.

Proses pembelian tetap mengikuti sejumlah pembatasan, termasuk toleransi slippage maksimal 5 persen per transaksi, batas nilai pembelian US$25.000 per transaksi, serta kewajiban mempublikasikan bukti transaksi dan laporan bulanan.

Token PYTH yang telah diakumulasi juga tidak boleh dijual, dijadikan jaminan pinjaman, atau didistribusikan tanpa persetujuan governance terpisah.

Pyth Network mengonfirmasi bahwa pembelian pertama berdasarkan otorisasi baru telah dilaksanakan pada 30 September 2026, sebelum pengumuman publik terbaru diterbitkan.

Adapun cadangan PYTH milik DAO telah mencapai lebih dari 40 juta token.

BACA JUGA:  Tokenisasi RWA Masuk Babak Baru, Regulator AS Siapkan Pasar On-chain

CEO Douro Labs sekaligus kontributor utama Pyth Network, Mike Cahill, menilai kebijakan tersebut memperkuat keselarasan antara aktivitas bisnis jaringan, pengembangan ekosistem, dan tata kelola DAO.

“Langkah DAO untuk mengalokasikan seluruhnya ke dalam cadangan merupakan bentuk penyelarasan terkuat yang pernah dimiliki jaringan ini,” ujar Cahill dalam pengumuman tersebut.

Pendapatan Pyth Tumbuh Pesat, Bagaimana Dampaknya terhadap PYTH?

Perubahan kebijakan buyback berlangsung ketika bisnis penyediaan data pasar Pyth Network mencatat pertumbuhan pendapatan berulang yang signifikan.

Dalam laporan kinerja kuartal III 2026, Pyth mengungkapkan bahwa annual recurring revenue (ARR) aktifnya mencapai US$11,49 juta pada akhir September, meningkat 86,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, Pyth Pro menyumbang ARR sekitar US$9,68 juta, sedangkan Pyth Indices mencapai US$1,81 juta. Secara keseluruhan, jaringan tersebut mencatat 276 akun pelanggan berbayar.

Angka ARR tersebut merupakan nilai pendapatan berulang yang disetahunkan berdasarkan bisnis aktif, bukan jumlah uang tunai yang telah masuk ke cadangan DAO ataupun nilai pembelian kembali token.

Gambaran arus pendapatan aktual terlihat dalam laporan Douro Labs tertanggal 5 Oktober 2026, yang mencatat distribusi sebesar 553.693 USDC kepada Pyth DAO.

Laporan tersebut memerinci pendapatan bruto sebesar US$916.471 dari Pyth Pro, Listing as a Service, dan Pyth Indices, dengan bagian DAO mencapai US$553.693.

Secara lebih terperinci, bagian DAO terdiri atas US$460.850 dari Pyth Pro, US$11.430 dari Listing as a Service, dan US$81.413 dari Pyth Indices.

BACA JUGA:  Serangan Hantam Blink Wallet, Puluhan Akun Bitcoin Custodial Dikuras

Meski demikian, laporan itu juga mengakui bahwa distribusi stablecoin terbaru belum langsung dikirimkan ke dompet operasional Pythian Council sebagaimana diharapkan dalam mekanisme baru.

Dengan demikian, nilai 553.693 USDC tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai pembelian token PYTH yang telah selesai dieksekusi.

Bagi Pyth Network, kebijakan baru ini menciptakan mekanisme yang menghubungkan bagian pendapatan bisnis milik DAO dengan akumulasi token. Jika penerimaan dari produk jaringan meningkat, nilai dana yang tersedia untuk pembelian PYTH juga berpotensi bertambah.

Namun, token yang dibeli ditempatkan dalam cadangan DAO dan tidak secara otomatis dimusnahkan melalui mekanisme burn. Karena itu, kebijakan tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan pengurangan total pasokan PYTH.

Di sisi pasar, kenaikan harga PYTH dan lonjakan volume perdagangan memperlihatkan meningkatnya aktivitas transaksi dalam periode pengamatan. Kendati demikian, kelanjutan pergerakan harga tetap bergantung pada berbagai faktor pasar.

Perkembangan berikutnya yang perlu dicermati adalah laporan pembelian bulanan DAO, khususnya jumlah PYTH yang benar-benar diakumulasi, nilai dana yang dikonversi, serta konsistensi implementasi kebijakan baru tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait