Harga Shiba Inu Kian Murah, Saatnya Akumulasi?

Data inflasi AS memicu penyusutan selera risiko, yang membuat harga token Shiba Inu (SHIB) kian murah, turun ke kisaran terendah 4 bulan.

Pasar saham dan kripto kembali diterpa gelombang jual saat data CPI AS yang dirilis pekan kemarin kembali memperkuat indeks dolar AS.

Dolar AS semakin diminati sebagai aset safe haven, membuat prospek aset lain seperti emas dan kripto lesu dan kian mengkhawatirkan di sepanjang tahun 2022.

Harga Kripto Shiba Inu (SHIB) Kian Murah 

Bagi investor yang telah mengamati kejatuhan pasar kripto dari akhir tahun 2022 tentu memahami bahwa, momentum bearish belum terlihat akan berakhir karena The Fed kembali berpeluang menaikkan suku bunga.

IKLAN

Selera investor ke aset digital benar-benar didominasi oleh sentimen AS, sehingga kenaikan yang terbentuk di sepanjang tahun ini hanya bersifat jangka pendek dan spekulatif.

Token Shiba Inu menjadi salah satu aset kripto yang cukup dilirik jelang akhir tahun ini, karena perkembangan ekosistem yang nyata, dengan merilis game Shiba Eternity di awal bulan Oktober 2022.

Jaringan layer-2 (L2) Shibarium pun menjadi apa yang paling dinantikan di tahun ini, untuk menyempurnakan proyek Shiba Inu, termasuk diharapkan untuk mampu mendongkrak harga SHIB.

Namun, meski secara fundamental proyek SHIB telah terlihat kuat, sentimen global tak dapat disangkal mampu menahan minat investor.

Imbasnya, harga mayoritas aset kripto terus terdepresiasi, termasuk harga Shiba Inu yang kian murah karena terus turun.

Saatnya Akumulasi Atau Tunggu?

Melihat harga yang kian murah, sebagian investor kemungkinan mulai berfikir untuk akumulasi SHIB.

Investor whale pun sudah mulai serok token SHIB dalam jumlah besar sebelum rilisnya Shiba Eternity, yang kemungkinan berpegang pada prinsip investasi jangka panjang (HODLing).

Watcher News melaporkan bahwa, upaya The Fed untuk melawan inflasi masih belum membuahkan hasil. Juga, laporan PDB AS yang negatif selama tiga kuartal berturut-turut telah disebut para analis sebagai “resesi teknis.”

Resesi pun digadang akan terjadi di tahun 2023, dapat membawa kesengsaraan ekonomi yang lebih buruk dibandingkan tahun ini.

Tentu saja, dikhawatirkan ini akan membawa gelombang jual lanjutan di pasar kripto, membawa mayoritas harga aset kripto ke bottom level baru. Sehingga, investor ritel disarankan untuk menunggu, alih-alih masuk sekarang ke kripto, termasuk SHIB. [st]

 

spot_img
spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait